5 hal yang sering terlupa saat persiapan melahirkan

Setiap ibu baru, pertama kali hamil pasti masih bingung dan kagok barang apa yang perlu dibeli. Yang akan kutulis ini bukan menggurui, tapi pengalaman pribadi dan teman saat bayi sudah lahir, dan ternyata masih aja ada barang yang terlupa! Mungkin akunya yang kurang baca kali ya hehehe. Tapi yang mau koreksi dan nambahin boleh banget!

  1.  NURSING BUTTERwhich is krim untuk puting lecet. Ini adalah salah satu yang paling penting. Karena banyak banget ibu baru yang selain belum tahu perlekatan, juga bayi kan masih belajar menyusu jadi sebagian besar puting ibu lecet. Ada yang pernah ngalamin rasanya puting lecet dan diisep sama bayi? Nyam. Selain asi yang dioles di puting sampai kering lalu baru ditutup (dan ini nggak ngaruh banyak menurutku) akhirnya aku memutuskan beli krim untuk puting lecet. Berdasar searching aku memutuskan minta dibelikan Palmer Nursing Butter. And.. it works. Alhamdulillah. Begitu juga pada temanku yang aku pinjemin si butter rasa cokelat yang ga perlu dicuci sebelum menyusui itu. Katanya Mantap! 866873
  2. NIPPLE SHIELD : Puting pengganti ini khusus untuk ibu-ibu yang punya puting di bawah rata-rata ya ibu-ibu. Sebetulnya ada sih yang nggak merekomendasikan, ada pilihan menggunakan spuit yang dipotong ujungnya lalu dibalik penyedotnya untuk menyedot puting sebelum menyusui, sakit lhoo. Selain itu juga rajin pumping dan dipompa lebih dulu sebelum menyusui. Tapi tahukah kalian kalau ibu baru rentan baby blues dan stres yaa. Apalagi kalau ASI nya gak sebanjir tetangga instagram. Ini salah satu yang bisa membantu.
  3. MENTAL AYAH BARU : Nggak hanya mental ibu baru yang harus dipersiapkan. Tapi ayah juga. Mereka harus banyak belajar tentang sifat ibu baru, kebutuhan-kebutuhannya, dan harus siaga apabila dibutuhkan. Ayah harus siaga sejak ibu mengalami mulas (kecuali nggak di sisi ya) dan empati pada istrinya. Tahu nggak sih kalau mulasnya ibu mau lahiran itu sakitnya kayak apa? Pernah nonton video di mana ayah – ayah dipakaikan alat supaya dia bisa merasakan apa yang istrinya rasakan saat akan melahirkan? MENYAKITKAN, dan mereka menangis lalu memeluk istrinya. JANGAN malas-malasan mendampingi istri sedang kesakitan, penuhi kebutuhannya, ajak beristigfar. Banyak para ayah mengalami tindakan kekerasan oleh ibu yang akan melahirkan, hehe. Bersyukurlah kalau istri anda tidak demikian. Setelah ibu melahirkan, apresiasi dia, nyatakan bukti cinta ayah, ucapkan terima kasih. Ayah tahu kan kalau banyak darah keluar dari tubuhnya? Perlihatkan rasa terima kasihmu, belai dia, dan tunjukkan kasihmu pada anak kalian itu sangat berharga untuk istrimu yang masih terbaring lelah dan lemah. Saat bayi menangis, sigap menanganinya, mengganti popoknya. Yang butuh banyak tidur kan istri ayah🙂 Pastikan istri ayah makan makanan yang bergizi yaa, supaya dia tidak seperti zombie. Ayah punya banyak waktu  untuk mengisi perut ^^ Ingat, kalian sudah jadi seorang ayah, yang seharusnya mendahulukan kepentingan anak.
  4. KRIM DIAPER RASH : Nggak semua bayi mengalami ini, tapi kalau sudah mengalami dan kita belum punya persiapan repot jugaa. Contohnya bayi saya diolesin minyak kelapa sama ART karena pengalamannya kalau bayi dikasi VCO jadi muluuuus. Ternyata ruam! Bayangin dong kalau bagian kemaluan lecet dan mengelupas! Ya ampuunn berasa bersalah bangeettt, kirain karena diaper. Untung ada krim diaper rash dari pigeon, beberapa hari oles, mulus lagi dan pakai diaper apapun cocok aja.
  5. MASSAGE PAYUDARA : Masih ada yang mengira kalau pijat payudara sebelum melahirkan tidak boleh, khawatir kontraksi. Padahal ini pentingggg banget untuk kelancaran produksi ASI. Nggak semua ibu langsung penuh PD nya sejak hamil tua lhoo. CEK DI SINI YA. 

Duhh maaf ya kalau ternyata sudah pada tahu semua, hihihi. Ini semata-mata ditujukan untuk para calon ibu dan ayah supaya nggak kecolongan. Tetap sehat, bahagia, dan kompak dengan suami ya bu. Pak suami, sayangilah istri anda yang sedang hamil berkali lipat🙂 Supaya dia nggak ngambek dan nggak mau hamil lagi gara-gara nggak diperhatikan, hihi.

 

Nyeri Dada

Bismillahirrahmanirrahim

Lupa tepatnya, tapi hari itu dada kiri terasa nyeri. Tajam, senit-senit. Terutama kalau bergerak, tarik napas dalam, dan batuk. Parahnya lagi aku sedang batuk yang lumayan sering. Hiks banget kan. Karena nggak tahan nyerinya, akhirnya minum pereda nyeri. Gak ada perubahan. Besoknya lebih parah lagi, terutama waktu bangun tidur.

Tetep ya, kalau ngalamin sendiri ya bingung juga. Sementara diagnJadi tosis pribadi adalah muscle spasm di dinding dada. Sampai 2 hari konsumsi pereda nyeri masih belum berkurang. Manalah batuk makin merajalele.. aku lelahh. Waktu aku raba sendiri memang nampaknya aku menemukan lokasi mana yang harus aku kompres dingin.

Di hari ketiga aku mulai mempelajari, karena otot kalok lagi tegang gitu pasti harusnya ada posisi pw ya, kurangi aktivitas yang terlalu berat. Oles-oles yang panas. Alhamdulillah mendingan, dan posisi tidur miring kiri dengan tangan agak maju ke depan adalah posisi batuk yang nyaman tanpa rasa nyeri.

Bisa dibayangkan gak kalo mau batuk, aku belain gegoleran dulu posisi pw daripada merasakan nyeri senut kayak dicium lele (kali). Alhamdulillah sekarang udah sembuh. Jadi teman, sebetulnya nyeri dada kiri tidak hanya karena masalah jantung ya. Banyak sekali yang tersembunyi di dalam situ. Kalau jantung, lebih sering tidak bisa ditentukan pusat nyeri, sering menjalar ke lengan kiri, rahang, punggung, disertai muntah dan keringat berlebih.

Jaga kesehatan ya teman, aktivitas berat boleh tapi ukur kemampuan kita ^^

Instagram

Bismillah

Bisa nulis di blog menurutku adalah anugerah juga. Setelah beberapa waktu lalu hanya posting di instagram, lagi-lagi kebosananku muncul. Bosenan, yes. Terakhir sih aku meninggalkan twitter yang entah jadi apa sekarang, setelah bosen isinya cuma retweet dan iklan. FB juga sesekali aja siapa tau bisa kepo suami, update seminar, dll karena masih banyak pemakainya. Dan instagram yang gampang banget tinggal jepret dan posting.

Lama-lama IG lumayan mempengaruhi. Sekali ngintip yang dagang fossil, di explore nongol semua fossil yang unyu. Sekali ngintip scandinavian house, langsung banyak rumah unyu scandi or shabby yang nongol. Sekali kepo gamis, keluar lagi gamis-gamis cantik lainnya.

Mau nggak mau, manfaat udah makin sedikit dibanding mudharat. Ada duit, liat barang cakep, pengen dibeli. Ada postingan keren, bikin berandai dan kadang lupa bersyukur. Hiks banget ya. Biasanya kalau udah gini mulai cek lagi apa aja yang difollow, dan unfollow yang kira-kira bikin kantong kering atau jiwa kering :p

Salah satu yang lumayan menyebalkan adalah selalu pengen posting kalau ada yang menarik. Candu. Meskipun IG IG gue IG IG lu terserah aja, tapi makjleb-jleb yang waktu nonton kajian.

Ibu-ibu ke taman bawa anaknya main sepeda. Posting status, -Lagi nemenin anak main sepeda.- “Kak, jagain adeknya main.” Si adek jatuh. “Aduh Kak, udah dibilang jagain adeknya.” Posting foto luka si adek. -Aduh, adek jatuh dari sepeda-

Nah. Mateng deh. Meski nggak memungkiri banyak ilmu juga yang bisa didapat kalau mau nyari, misal tentang ASI, MPASI, dll.

Jadi, ada yang anak gaul Instagram juga? Hihi..

 

 

 

Sad News

Bismillah

Hari ini setelah mengurus rujukan BPJS untuk proses membuat kacamata baru, aku mampir ke gramedia. Nggak bawa sibayi karena lagi bobo. Selesai muter gramedia, bawa gembolan, mau pulang, eeh ketemu Bu Lurah waktu KKN dulu. Bu Lurah ini alias Ibu Kepala Desa, asli beneran Kepala Desa bukan istri dari Pak Kepala Desa (dulu kocak banget pas nyari Kepala Desanya ternyata perempuan).

Ya ampun, nyerocos aja ngobrol sama beliau yang emang gaul banget karena masih muda. Dan baru tahu ada kabar duka, dan keluarga yang rumahnya kami tempati dulu waktu KKN. Biyunge alias Simbah yang dulu selalu masakin buat kami, meninggal bulan Mei lalu. Terbayang tempe goreng dan sambalnya. Pagi-pagi Simbah sudah masak di belakang, dan sampai sore adaa aja yang dikerjakan. Hiks. Ternyata bulan meninggalnya sama dengan meninggalnya eyang putri. Al Fatihah. Innalillahi…

Kabar lain adalah bapak kos yang kami tempatin. KKN itu menyenangkan sekali karena kami tinggal di rumah keluarga yang menyenangkan. Itulah kenapa saat selesai KKN aku menangis paling keras, hehe. Bapak kena serangan jantung, masuk ICU dan akhirnya pasang ring. Kabar ini bikin syok juga, secara aku lama nggak sowan tapi beritanya malah begini. Hiks. Sedihdih. Teringat lintasan bahagia kami saat KKN…

Kapan terakhir kalian kembali ke lokasi KKN kalian?🙂

Lebaran Pertama Sibayi

Bismillahirrahmanirrahim

Akhirnya bisa colongan di klinik ni posting biar gak buluk amat. Mau cerita tentang lebaran pertama sibayi. Mulai dari kebingungan apakah emaknya bisa shalat sementara ada bayi 8 bulan yang masih histeris sama orang banyak asing. Berserah aja akhirnya. Kalau ada stroller mungkin bisa jadi pilihan ya, karena aku rencana nyewa tapi nggak ada yang ready jadi nggak pakai.

Pagi jam 5 sibayi udah kumandiin. Infonya sih jam 7 mulainya dan ternyata salah pemirsa. Jam setengah 7! Dan kami sampai parkiran di saat shalat kurang 5 menit. Lelarian, buru-buru gelar tiker dan dudukin sibayi di depan samping. Dikasih mainan, eh ternyata dia milih mainan tas emaknya. Alhamdulillah sampai selesai dia nggak ngerengek sama sekali.

Pas dengerin khotbah sambil dikasih cemilan, pas mau selesai baru deh dia ngerasa ngantuk dan makin lapar. Siangnya kami mudik ke rumah suami. Drama pun dimulai. Di rumah mbahnya lagi ada acara kumpul keluarga besar. Sibayi yang nggak familiar sama mbahnya, sama rumahnya, denger suara speaker, ketemu orang baru yang menyapa dia, langsung kejer dan nggak mau lepas dari emaknya.

Yang biasanya kalau emaknya ngapa-ngapain dia mau digendong dan mainan sama ayahnya, ini sama sekali. Bahkan ke wc, mandi, shalat, harus ngikut. Malamnya nangis lagi sampai keluar keringet buanyak, nafasnya pendek-pendek, mingsek-mingsek kesian banget. Tidurnya nggak nyenyak karena panas, maklum daerah pantai.

Besoknya udah bisa senyum-senyum, mandi mood oke. Begitu ditinggal emaknya mandi, nangis lagi. Bahkan denger suara motor, suara kembang api, speaker masjid, dia jadi histeris (dan ini kebawa sampai beberapa hari kemudian). Karena emaknya gak kuat akhirnya minta pulang haha. Di jalan kalau mobil jalan, bayi enak bobo. Begitu macet, dan itu panjaaang dan lama. Bayi bangun, mainan, makan, lama-lama bosen dan mau mulai rewel. Alhamdulillah udah mau kelar macetnya, mobil jalan dia bobo lagi. Entahlah, dia kalo posisi gak enak nggak mau ngasi.

Sampai di rumah, ketemu lagi sama Mimo Piponya tapi masih gampang banget nangis. Bobo kecapekan. Besoknya baru kembali seperti sedia kala. Haha bayii bayii…

Ada cerita menarik tentang mudik?

Mohon maaf lahir batin ya teman.

Bersih-bersih Karang di Gigi

Bismillahirrahmanirrahim

Tiba-tiba pengen nengok timeline wordpress. Sementara sibayi lagi mainan sama ayahnya. Postingan terbaru dari mba Lia, jadi inget cerita hari Sabtu kemarin.

Ayachi (ayahnya Ichi) udah lama nggak perawatan gigi. Pas aku cek giginya memang ada yang perlu dibersihkan. Karena nganter ke klinik, sekalian aja aku daftarin buat periksa dan bersih-bersih gigi. Ikutan masuk, ngobrol sebentar sama drg L. Pas dicek, dokternya heran karena M3 di kanan-kiri atas kok impaksi. Selama ini cuma 2 kali liat yang begitu. Jadi aku ‘pamer’ kalau aku semua Molar 3 nya impaksi. “Oh, jodoh kalau begitu, hehe.” Kata bu drg.

Setelah di-cek, tambalan ok. Cuma bersihin karang gigi. Sementara scaling dimulai, aku kembali ke ruangan buat pumping. Pas udah selesai, pak suami cus ke gramedia. Pulangnya laporan kalau tadi scaling-nya ga bayar, cuma administrasi anggota baru. Ehe! Doi jadi ketagihan, karena di Aceh habisnya sampai tus-tus.. >,<

Ayo scaling gigi, gigi bersih, nafas segar!

Atopi

Bismillahirrahmanirrahim

Dulu waktu si bayi masih baru lahir, di wajah suka muncul bercak merah setelah mandi. Bercak itu hilang kalau udah beberapa saat selesai sesi mandi. Lama-lama bercaknya juga muncul di badan. Aku curiga anak ini alergi dingin. Lapor sama DSA-nya cuma disuruh mandi anget dan buruan dikeringin (itu si iya dok,😀 ya emang begitulah harusnya kan)

Belakangan, hampir bebarengan fenomena equinox yang sempet heboh itu, si bayi susah tidur. Apalagi waktu AC nggak kunyalain (karena bayi lagi pilek), dan ayah-nya ikut tidur sekasur. Sampai harus digendong dan dikipas terus pindah kamar.

Akhirnya ketahuan juga karena muncul semacam plak kasar berpapul di sekujur punggung, dada, belakang telinga, lengan. Tadinya kupikir biang keringat, tapi merahnya nyala banget dan cuma muncul kalo bayi keringetan banyak. Udah stop bedak yang kadang kupakein di punggung, telon juga stop cuma taro di udel doang. (FYI biang keringat banyak terjadi pada bayi karena kelenjarnya belum sempurna, jadi memang ga boleh dikasi apa-apa macam bedak atau krim).

Aku menduga si bayi punya atopi alias alergi. Walaupun emak bapaknya bukan atopi, Mimo alias utinya punya alergi obat dan seafood. Hiks.. jadilah sharing sama beberapa sejawat yang anaknya atopi juga. Diputuskanlah ganti toiletriesnya. Sebelum yang parah ini, sabun udah ganti Switz** hipoalergenic yang baunya ga wangi itu. Dan kuganti Pige** hipoalergenic yang wanginya enak banget (aku lanjut karena tanda alergi ga muncul). Airnya aku kasi lactac*d baby (sempat ga pake lagi karena jarang nongol merah-merahnya). Jadi sabun sampo bedak dll yang bejibun itu akhirnya ga kepake dulu.

Karena parah banget, niatnya mau ke Spesialis KK. Soalnya kalo malem, kupingnya digarukin mulu ampe lecet, mukanya juga, hobi kucek-kucek mata. Apalagi pas sekalinya dikasi bedak dingin, pas itu masih basah belum kering langsung pake baju lagi… merahhh banget sepunggung-dada. Hiks. Jadi curiganya ya dia nggak bisa basah keringat. Abis mandi juga muncul merah. Kulitnya jadi kasar bersisik kering. Hiiiiks lagi.

Sekarang bajunya nggak 2 lapis, kalo ga kaos dalam aja ya kaos luar aja. Sering diganti juga. AC on. Kipas ready. Sabun dan samponya ganti sebam*d dan lotionnya pakai must*la stelatopia emollient cream yang belinya harus online. Alhamdulillah sekarang ga separah dulu, semoga enggak ya. Oya, belum ke Sp.KK karena kemungkinan dapetnya kortikosteroid dan anti histamin aja sih.. namanya anak atopi ya yang penting penyebabnya. Dan si krim must*la ini merupakan line untuk atopi, dari Prancis, klaimnya bisa menurunkan penggunaan kortikosteroid si obat dewa itu.

Nanti aja curhat sama DSA-nya kalau jadwal imunisasi. Sementara perawatan kulitnya aja, sama yang penting bobo-nya nggak susah kayak kemaren-kemaren. Ada yang punya pengalaman yang sama? Atau malah juga atopi/alergi?

 

 

Miyeok Guk & Kongnamul Guk

Bismillahirrahmanirrahim

Drama korea apa yang sekarang ada di ponselku? Jawabnya adalah Reply 1988. Dari dulu aku denger segala serial Reply itu lucu, tapi belum sampai penasaran nonton. Haha, ternyata ya, lucu dan seru karena ini serial keluarga. Di dalamnya sering disebut sup tauge. Dan aku pun iseng buat, pertama kali pakai resep asal karena kupikir bikinnya bakal ribet kayak resep korea lainnya, ternyata mudah banget.

SONY DSC

Miyeok Guk alias Sup Rumput Laut

Intip resepnya di sini, asik deh🙂 Cookpad.

Bikinnya simpel banget, cuma tadi pas lagi nggak punya kecap ikan, belum beli lagi. Seger banget. Waktu hamil muda, suka banget bikin sup misoa pakai rumput laut. Tertarik bikin?

SONY DSC

Kongnamul Guk alias Sup Tauge ala Korea

Kalau yang ini, klik link cookpad ini ya🙂

Bikin sup ini sama simpelnya. Ikan teri yang kupakai juga ada di warung kok, yang bagian tengahnya agak hitam itu. Kata mba Wina yang pernah tinggal di Korea, pakai ikan teri kering yang nggak asin. Aku tambahin tahu sutra biar nggak sepi banget. Dan karena nggak punya cabai bubuk, pakein potongan cabe aja hehe.

 

Pejuang ASI

Bismillahirrahmanirrahim

Sungguuh kangennya nulis di sini. Setelah sebelum melahirkan bikin bosen temen karena selalu posting masakan, lalu bikin bosen dengan postingan hamil dan melahirkan, setelahnya akan bikin bosen postingan tentang anak. Mau gimana lagi, 100% hidupku sekarang pasti tentang mengurus anak. Nggak bisa sering praktek masak macem-macem, jalan-jalan seru (ini si emang aslinya arum-anak rumahan), nggak bisa posting seru deh.. pasti ngebosenin. Maafkan ya..

Lihat aja isi sd card smartphone, dulu masih ada foto narsis diri sendiri, sekarang semua isinya baby bunny. Dulu heran sama yang tiap hari ganti PP BBM sekali sehari selalu pajang foto anak bayi dengan pose dan baju yang beda, sekarang aku mengerti… karena nggak ada yang lain di hape. Sungguh, nggak ada ide lain.

Tentang pejuang ASI, aku udah dari sebelum melahirkan sangat kukuh berniat menjadi pejuang ASIX. Tapi nyatanya, karena sesuatu hal, bayi kemasukan sufor. Hal ini sama terjadi pada beberapa teman, bahkan yang juga konselor laktasi. Setiap ibu menginginkan yang terbaik bagi mereka, bagi anak-anak orang lain juga. ASI paling bagus. Tapi nyatanya kadang tidak semulus itu.

Meski sempat baby blues, terutama karena judge orang lain yang merasa mampu memberi ASIX pada bayinya… berniat menyebarkan virus #mamabahagiaasinyabanyak #pejuangasix supaya tidak ada yang memberikan sufor pada anak mereka, tapi malah jatuhnya membuat asi para ibu baru yang asinya nggak deras makin macet.

Dukungan suami yang bilang, “Udahlah, anak asi dan sufor sama cerdasnya, nih ada bukunya.”

Manajemen penggunaan sufor seminimal mungkin, lalu saat anak bayi minum sufor aku pumping untuk mulai persiapan ASIP. Alhamdulillah sekitar 3 bulan sudah lepas sufor. Ibu yang tadinya menyarankan sufor + asi saja supaya lebih santai, karena dulu asi beliau juga nggak deras, menjadi bangga cucunya sekarang hanya asi dan nggak butuh beli sufor.

Selain itu, ambil jadwal praktek minimal, nggak bisa lama kalau keluar rumah, dll adalah salah satu yang kuanggap perjuangan ASI. Pernah baca kalau bayi menyusu langsung hasilnya pasti beda dengan perah. Dan ASI perah masing-masing ibu berbeda, ada yang bisa banyak dalam beberapa menit saja, ada yang empot-empotan.

Yang jelas, bagi para mamasui… bahagialah, karena hanya itu jalan untuk membesarkan anak yang bahagia. Mau seperti apapun, asi, sufor, campur, fc, spoonfeeding, dll… kalian tetap seorang ibu yang melahirkan dan membesarkan anak dengan bahagia. Betul kan?

Oya, hari ini setengah judge datang ke aku karena jual botol susu. Botol susu si bayi kelebihan, daripada mubazir aku jual. Tapi malah dibilang, “pakai botol?” sama seperti waktu jual sufor yang nggak kepake, “pake sufor?”. Memang aku nggak menganjurkan pakai botol, pakai sufor pun engga yaa.. itu terpaksa, meski beberapa kawan konselor laktasi memakainya dengan alasan ketidakmampuan sumber daya untuk memberikan dengan selain botol. Dibilang nanti ga pinter nyedot sedotan, ga pinter minum gelas, soalnya pasti balik ke botol. Senyumin aja, dan bilang si anak ini nerimo-an, hehe.. pakai sendok dia mau, pakai botol dia mau. Tapi tetep, yang terbaik bukan dengan botol, dan bukan dengan nyinyir😀 Salam ^^

KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)

Bismillahirrahmanirrahim

Nyuntik anak orang, atau istri orang sih pernah. Dan setelahnya, kita nggak pernah tahu apa yang terjadi pada mereka.

Dan, apa yang terjadi pada bocah-bocah setelah diimunisasi? Si bayi sudah 4 kali imunisasi. Tiap bulan! Dan imunisasi terakhir bikin emaknya aras-arasen alias males untuk imunisasi berikutnya, hihi.

Makin ke sini tampaknya bayi sudah makin ngerti kalau imunisasi itu sakit! Di imunisasi DPT (Pentavalen) pertama, bayi belum terlalu parah ewelnya. Cuma memang lesu sehari semalam. Demam di malamnya (karena nggak pakai yang minimal demam) ngeruntuh dan malaise. Demam sampai 38,5 kalau nggak salah, masuk paracetamol drop sekali besokannya udah bisa cengar-cengir lagi.

Imunisasi PCV (tambahan) pas disuntik dia nggak nangis, 1 detik setelah dicabut injeksinya baru deh dia ngeh kalau harus nangis. Tapi langsung gendong, berhenti seketika. Malemnya agak rewel, minta gendong, nangisnya lebih keras dari biasanya, dan subfebris aja nggak sampai minum paracetamol.

Akhirnya jadwal DPT 2 tiba, hiks.. ga suka deh sama DPT haha. Vaksin yang minimal panas (yang harganya lebih mahal ituu) emang lagi langka, katanya registrasinya yang sedang bermasalah. Jadi, lanjut pentabio seperti biasa. Buset deh. Ini anak jadi nggak mau nyusu, minta gendong sepanjang hari bahkan tidur nggak mau ditaro, ngerintih, dan.. pas siang abis diimunisasi itu tangisan terkeras sepanjang sejarah hidupnya. Mimo-neneknya sampai gemeteran sekujur tubuh. Bahkan yang biasanya digendong langsung anteng, dia nggak mau berhenti, seakan batas maksimal suaranya dia pake.

Akhirnya aku masukin paracetamol buat anti nyeri, kali aja dia ngerasa sakit banget.. dan kayaknya emang bekas injeksi dia bengkak dikit. Setelah digendong sambil naik-turun macam scotjump gitu.. akhirnya dia tidur di gendonganku. Dan selama 3 hari dia nggak mau senyum lebar main seperti biasa, dan nyusu nya pun harus nunggu dia setengah sadar, atau disendokin itu juga dikit doang. Selama itu pula aku migrain. Bolak-balik minta maaf ke bayi dan baru bisa nempelin kantong air dingin ke paha bekas injeksi. Dan di hari ke empat dia kembali mau teriak dan ketawa riang, hepiii!

Sekian dan terima kasih. Bulan depan injeksi lagi.. arrrr.