Bikin Donat Susah-Susah Gampang, Ternyata

Bismillahirrahmanirrahim…

Selama ini aku lebih suka beli donat daripada harus bikin. Aku bukan sweet tooth, bukan pula orang yang suka baking atau bikin roti. Pengalamanku lebih sering gagal karena suka nggak ngikutin resep haha. 

Udah gitu kalau mau bikin sesuatu kue, bahan-bahan sisanya akan nganggur karena nggak suka bikin kue. Ruginya lagi, sekeluarga ku semua bukan tipe pemakan roti, kalau dapat banyak lebih sering dikasih ke art atau kalau kelupaan membeku di kulkas. Makin males bikin.

Tapi ada bocah kecil yang setengah terobsesi sama donat. Kadang dia bisa berkali-kali makan donat. Tapi lebih suka kuenya, toppingnya biasanya dia buang. Udah lama pengen bikin berdua boscil. Akhirnya kamis kemarin aku eksekusi karena ga sengaja liat tepung kentang. 

Aku sampai ke 3 toko untuk mencari kelengkapan resep. Setelah sampai, langsung pengen ngajak anak bikin sambil nyuapin doi. Ternyata bikin donat bareng boscil tidak sesuai ekspektasi. Dia akhirnya kukasi tepung sendiri, dan berhasil mengguyur boneka Tayo barunya dengan tepung, membuang hampir separo tepung cakra, membuang hampir sampai habis baking powder. 

Karena terburu-buru aku lupa kalau ragi harus dipastikan ‘hidup’. Aku lama nggak pakai ragi instan. Dan bisa dipastikan aku mencampur adonan ragi yang belum berbuih. Akhirnya ku tambah kan BP. Well seperti dugaan donatku tidak mengembang. Aku pikir selain ragi, kesalahanku yang lain adalah tidak mengencerkan tepung kentang terlebih dahulu. Ngek. 

Donatku nggak proofing. Aku menyerah. Tetap menggorengnya walaupun bantat. Memberinya coklat dan bubuk gula halus. Boscil mencomot dengan semangat dan berkata, “Enak Bunda.”

Biasanya kalau aku merasa aku bisa tapi gagal, aku akan melakukannya terus sampai berhasil. Dan besoknya aku coba lagi. Dengan resep tanpa menguleni, asik kan?

Lagi-lagi aku nggak paten ama resep. 350 gr tepung cakra yang seharusnya dipakai, aku ganti dengan tepung kentang sebagian. Well akhirnya aku menyadari, untuk adonan tanpa diuleni tentu tepung kentang terlalu lembek. Padahal aku belain beli tepung tambahan ke Indomaret jam setengah 6 pagi bro. Hahaha. Yang ada adonannya terisi minyak semua. Pardon. But, anak kecil itu makan dengan suka ria. Hiks. Aku makin penasaran. 

Hari ini aku bikin donat lagi dengan resep berbeda, yang lebih simpel dan tanpa telur. Sayang telurnya bisa buat lauk xixi. Aku pakai resep ini. Sesuai resep semua. Tapi lago-lagi adonan donatku tidak mengembang 2 x lipat. Hanya mengembang sedikit. Sejauh ini dugaan ku karena baskom yang kupakai dingin. Entahlah. 

Kesalahan kedua adalah aku terlalu malas mencetak dan kemampuan membentuk donat manualku belum excellent. Jadi donat nya berbentuk tidak mulus. Meskipun saat digoreng ia mengembang. Donat ini mengingatkanku pada ibu donat. Penjual donat dll yang keliling Rumah Sakit untuk menjajakan jajanannya saat kami koas. Kehadirannya selalu ditunggu oleh para koas kelaparan. 

Yah, mungkin setelah ini aku vakum dulu dalam menguleni tepung. Karena donat-donat itu tidak jadi primadona, yang doyan cuma anakku sama aku doang. 😂 Pada ga demen kue-kue. Makanya aku males bebikinan. Apalagi aku juga sedang mengurangi tepung proses. Kalau liat donat imut dianggurin hasratku jadi goyah. Hahaha. 

Sharing dong resep donat apa yang pernah kamu coba. Apa saja si kesalahanku dalam membuat donat? Kamu lebih milih beli donat atau bikin? Share yaa 😘

Advertisements

Healthy Lifestyle on 2018

Bismillahirrahmanirrahim

Sejak pertengahan 2017 aku mulai memiliki ‘niat’ untuk hidup lebih sehat. Tapi sampai akhir 2017 naik-turun. Biasanya setelah rutin hidup lebih sehat, imunitas turun dan ambruk. Kalau common cold – flu datang aku sudah nggak milih makanan. Jadi semua makanan bergizi tinggi aku makan. Vitamin pun. Makanlah banyak-banyak, sehat lagi deh hehehe. Sejujurnya 2017 itu sering banget ambruk. Keluhan pun lumayan, makanya untuk 2018 mau nggak mau aku harus meng-istiqomahkan diri.

Keluhan apa saja di tahun 2017?

  1. Influenza (flu ini agak berbeda dengan common cold, lebih berat. Sebagai dokter yang sering terpapar penyakit airborne membuatku sadar aku harus lebih aware tentang APD (Alat Pelindung Diri). Masker. Sejak punya anak pun jadi wajib untuk 1 rumah pakai masker saat batpil, daripada anaknya ketularan.
  2. Nyeri lutut. Salah satu keluhan pada wanita yang overweight-obese adalah nyeri lutut. Apalagi kalau di atas 40 tahun. Nah saat itu aku merasa nyeri di lutut, aku syok. So, it might be a sign for me.
  3. Nyeri sendi kecil. Another shock moment. Ini baru belakangan kemarin. Nyeriii.. Langsung kebayang asam urat kan. Di klinik langsung cek Asam Urat daaan ternyata tinggi. Tapi itu setelah makan kubis, bawa bekal kangkung, jadi kupikir masih harus dipastikan lagi. Akhirnya setelah puasa 10 jam, cek di laboratorium ternyata normal. Alhamdulillah.
  4. Limfadenopati. Masalah ini aku sampai bolak-balik ke RS dan konsul ke dosenku Sp.PD(K)HOM. Sampai sekarang masih terasa besar, limfe di regio colli dan terasa makin besar kalau imunitas turun dan kalau makan nggak sehat. Well, another sign again. I need to change my habits.

Sudah merasa enakan, turun beberapa kilos dan longgar karena lingkar tubuh menurun (nggak banyak tapi merasa enakan). Tapi keistiqomahan itu benar-benar diuji dengan makanan enak. Apalagi scroll IG yang menampakkan makanan enak yang HQQ. Aku sampai bikin IG khusus untuk makanan sehat, tapi di luar semua itu kadang masih ‘jajan’ juga haha.

Aku mau share buku-buku yang sudah aku baca supaya kembali ke track yang benar.

gramedia_gramedia-diet-kenyang-dengan-cooking-hypnotherapy-by-dewi-hughes-buku-kesehatan_full02

source : blibli.com

Buku milik Hughes menurutku ok. Isinya banyak resep yang menarik. Cerita tentang Hughes bisa kembali bugar setelah sering diserang nyeri punggung yang kronis.

Meski diet tipe ini bukan tipe pengaturan makan yang aku ikuti tapi beberapa resep cukup oke untuk dicoba.

coming2bsoon

Blog Inge Tumiwa

Buku Inge Tumiwa yang benar-benar merubah whole lifestyle dia sekeluarga. Sejak anaknya dibilang micropenis karena obese. Keren banget ni buku. Sudah ada 2 buku dan akan segera hadir buku ketiga. Menurutku ini buku wajib untuk yang ingin hidup sehat. Meski aku belum total eat clean tapi ini bermanfaat sekali.

Buku yang belakangan baru kubaca adalah Silent Insidious Killer. Buku yang bagus untuk medis maupun awam. Buku penting untuk manusia milenial yang menenggak banyak gula dan karbohidrat.

Selain pengaturan makan. Workout itu wajib. Apalagi aku lebih banyak duduk daripada bergerak. Hiks. Untuk ini aku merasa paling tidak ada waktu untuk bergerak di 1 harinya. Pembagian waktu lumayan susah untuk ibu-ibu, sudah menyisihkan waktu praktek untuk stay di rumah tapi belum tentu si anak mau ditinggal workout. Biasanya sih aku melakukannya pagi. Dengan panduan youtube.

Favourite-ku untuk low-impact workout adalah :

Kalau lagi senggang boleh nambah walk 2 miles atau bahkan 3 miles. Lumayan keringetan kok. Kalau kamu, apa yang suka kamu lakukan supaya berkeringat? Makasih ya sudah mampir dan komen. 

Make Up Haul 

Bismillahirrahmanirrahim..

Gaya banget kan judulnya? Sebenernya aku suka dandan ga sih? Awalnya aku tu nglombrot abis. Sampai kuliah selesai, bahkan koas aku jarang banget dandan perawatan bla bla. Bedakan aja sukur alhamdulillah. Sampai ibuku suka diceramahin, anak cewek kan ‘jualan’ kok ga didandanin, dandan jangan buat sendiri aja. Haha.

Walau begitu aku tetap kukuh males dandan. Sampai satu per satu teman menikah, dan aku harus kondangan. Mulai belajar make up. Ngumpulin lenongan yang dipakai kalau kondangan doang. Top lah. Hahaha.

Kalau make up sehari-hari (biasanya pakai make up kalau berangkat kerja pagi aja, kalau sore pake lipstik doang 😀 soalnya kan ga ada matahari). Biasanya aku pakai foundation Wardah, bedak Marks atau Ultima (nebeng), lipstik purbasari/viva/wardah. Berkali-kali beli bedak Wardah ga cuco (tapi tetep beli).

Make up itu udah mayan buatku. Kadang kalo lagi hype ya pakai blush on (oriflame atau make over). Kalau sekarang pakai blush cream Emina. Eye liner juarang karena kalau wudhu aku ga suka bleberannya.

Back to headline. Aku kesirian Mineral Botanica dari Beauty Vlog yang aku tonton. Sebetulnya pengen Shu Uemura sampel tapi mahal. Hahaha. Jadi.. Aku memutuskan membeli ini semua… Taraaaaa….

Sebetulnya aku sudah punya sebelumnya, yang mini. Tapi dimainin anak. Dan pada mental semua entah dimana. Udah kupakai. Ini sintetik, dan ga lemessss banget gitu. Tapi gapapa, masih okay.

Udah lama aku pengen beginian. Sebetulnya, sebelum make up pakai es batu aja digosok ke wajah (ini dapet dari penata rias waktu nikah). Biar pori-pori tertutup gitu katanya. Buat, setelah dipakai aromanya terlalu wangi buatku. Aku kalau wangi ga cocok suka pusing 😂 jadi ya gatau deh dipakai atau enggak.

Ini adalah skin protector. Karena si BB cushion yang aku beli ga ada uv protectionnya, jadi aku beli yang katanya oke. Skin Aqua. Dan kukira agak gedean ternyata dia mini 😅. Tapi emang bener enak, lite, konsistensinya cukupan ga terlalu creamy atau encer. I love it.

Ini yang baru dari Wardah. Eh baru ga sih. Jadi aku udah lama mupeng concealer. Tapi mahal dan gatau halal nya juga kan. Akhirnya beli ini berdasarkan review. Not bad, cuma masih belum bisa ngeblend nya. Pengen pakai bikin alis, dan alisku kan mlarah-mlarah gitu. Hihi. Jadi harusnya pakai concealer.

I have to say. Ini oke! Kerasa lembabnya di wajah. Tapi nggak berat. Aku suka risih kalau pakai bedak yang berat di wajah. But ini enggak. Mirip Ultima malah kalo ku rasain. Kalau bedak War*ah aku masih belum bisa cocok. Kadang warna yang aku beli terlalu putih, rasanya terlalu tebal, dan berat.

 

And yees. Ini lipen Mica pertamaku dan aku sssooookaaa banget. Dia ga kering, malah cenderung lembab. Dan hasilnya matte. Stay nya lama. Packaging oke dan kokoh. Purchased? Yeas(・∀・)(⌒▽⌒)absolutely. Tapi kayaknya sih bakal lama habis, karena banyak (asal nggak dirusak aja)

Yes itu review ku, aku masih harus belajar makeup yang natural tapi gak medok. Secara total aku suka produk yang aku baru pernah cobain ini. Cumaaa BB cushion-nya terlalu putih di wajahku, kayaknya bakal balik ke foundie Wardah lagi dan pakai BB cushionnya di tempat tertentu. Semoga review kecil ini bermanfaat yaaa. Bhay.

Semua ini belanja di Shopee dengan free ongkir. Karena Mica di sini belum ada >,<

Menjelang 1 Bulan Hemidetoks Digital

Bismillahirrahmanirrahim

Hai. Selamat mengganti tahun yang baru di setiap tulisan dan pekerjaan kalian 🙂 Jangan salah tulis lagi ya, besok.

Sejak awal bulan lalu, saya sempat menutup media sosial yang akun personal. Berhasilkah?

Well ya, kalau dibilang 100% berhasil ternyata tidak juga. Instagram masih tetap buka untuk posting bisnis, follow customer, promo. FB lumayan lama nggak buka, tapi sejak harus posting tentang acara yang akan AIMI Purwokerto adakan, aku buka FB lagi untuk share lebih banyak.

Instagram personalku juga. Beberapa hari kemarin aku buka, untuk share info Seminar Kesehatan yang akan kami adakan.

Setelah scroll FB, agak merasa beruntung sih sempat mencoba lepas. Karena ternyata suasana di sana ya tetap seperti itu. 😀 Masih tentang hal yang sama, hal baru tapi serupa.

Apa yang berubah sejak Hemidetoks Digital (kenapa Hemi? Karena aku masih belum bisa lepas total, makanya kunamakan Separuh)

  1. Bisa mengaji lebih sering, meski nggak banyak dalam sehari
  2. Bisa membaca lebih banyak dari sebelumnya (sudah habis beberapa buku)
  3. Mulai bisa mengontrol “aku harus foto ini dan posting.” meski kadang masih suka posting di WA, tapi udah nggak yang ribet banget moto-moto cuma untuk posting

Asyik juga nih kalau dilanjutkan. Oya, resolusi Desember kemarin aku juga bikin “Lebih banyak membaca, jangan download Kdrama lagi.” Sempat bosan sih, dan tergoda untuk nonton download-an teman, tapi gak bertahan lama jadi nggak lanjut lagi. Semoga nggak ada godaan lagi.

Ini malah barusan download Chicago Med, lagi pengen nonton yang ada manfaatnya dikit lah. Haha. Tapi tetap, buku nomor 1. Karena kemarin habis borong di 12.12 nya Gramedia. Ada yang ngeborong juga? Sudah sampai belum bukunya? Hehe.

 

Halo, 2018

Bismillahirrahmanirrahim

240_f_166806253_no19wjrhrbfp0d2xfinzsyehtjrwwgr9

Apakah 2018 adalah gerbang waktu? Atau ia hanya lintasan-lintasan yang kita lalui seperti biasa. Apakah ia berarti, atau hanya seperti lembaran-lembaran tahun yang berganti seperti biasa.

Dari setiap awal tahun yang dimulai dengan resolusi. Seberapa besar ia mengubahmu? Atau hanya sepintas lalu, sekejap kembang api lalu padam.

Ada sebuah resolusi yang masih harus dilanjutkan.

Sehat Jiwa dan Raga

Menurutku, dunia berawal dari sana. Karena harta, tidak akan ada artinya tanpa kesehatan. Dan kesehatan raga, tidak ada artinya tanpa kesehatan jiwa.

Apakah kesehatan jiwa? Bagi sebagian orang, hal ini tidak akan ada artinya. Tapi bagi sebagian orang, kecemasan dan ketakutan adalah sebuah bom waktu. Kadang otak punya kapasitas untuk mereduksi tekanan, jadi kita harus merawatnya dengan baik.

Adakah resolusi baru yang kawan cantumkan? Kamu termasuk #teambikinresolusi atau #teambiarkanairmengalir

Proses Mendaftar Haji 2017

Bismillahirrahmanirrahim

alur20pendaftaran20haji20reguler202017_0
Hampir semua orang Indonesia tahu bagaimana lamanya mengantri kuota haji. Di Banyumas sendiri, tahun bergerak sangat cepat. Jika mendaftar sekarang, 21 tahun lagi kita akan berangkat. Bisa lebih dan bisa kurang di tempat lain.

Saya akan menceritakan prosesnya ya. Supaya teman-teman bisa sekali jalan saja.

Pertama berbekal info google, saya ke Bank yang saya ingin gunakan untuk membuka Rekening Haji. Rupanya syarat yang saya bawa masih kurang banyak. Apa saja syarat Bank untuk mendapatkan Nomor Validasi?

  1. KTP Asli dan FC 3 lembar
  2. NPWP asli dan fotokopi 1 lembar (jika ada)
  3. KK asli dan FC 2 lembar
  4. Surat menikah / Akta Kelahiran / Ijazah (salah satu) dan FC 2 lembar
  5. Meterai 6.000 2 lembar
  6. Pas foto terbaru 3×4 sebanyak 5 lembar dengan ketentuan :
    1. Pas foto berwarna dengan latar belakang warna putih
    2. Tampak wajah minimal 80%
    3. Tidak boleh menggunakan kacamata
    4. Tidak boleh mengenakan pakaian dinas
    5. Untuk jamaah haji pria tidak boleh mengenakan kopiyah/peci
    6. Untuk jamaah haji wanita wajib mengenakan busana muslim

Saat ini dana penyetoran minimal adalah Rp 25.500.000

Saat saya datang pertama kali, karena syarat belum terpenuhi jadi saya kembali lain hari setelah menabungkan dana yang sudah dibawa. Hari berikutnya saya sudah siap dengan syarat seperti di atas. Hanya tinggal mengikuti prosedur saja. Pilih hari yang tidak sibuk. 1,5 jam sekitar, kami sudah mendapatkan Nomor Validasi.

Meski dhuhur kami lanjut ke Departemen Agama. Jam istirahat diisi dengan ishoma. Menyiapkan berkas yang diminta. Oya, setelah mendapat Nomor Validasi, maksimal 5 hari kerja sudah harus melapor ke Kantor Kementerian Agama, karena kalau tidak bisa diblokir.

Setelah mengantri, giliran kami dipanggil. Hanya cek kelengkapan, tandatangan berkas, foto, cap jari. Dan akhirnya kami mendapat Nomor Porsi Haji. Alhamdulillah.

Oya, ini syarat untuk melapor ke DepAg.

  1. FC KTP (berjajar muka belakang) 6 lembar
  2. FC Rekening Tabungan Mabrur 3 lembar
  3. FC Kartu Keluarga 3 lembar
  4. FC Surat Nikah/Akta Kelahiran/Ijazah (Salah satu) 3 lembar
  5. FC Bukti setoran awal BPIH 3 lembar

Syarat ini nanti dimasukkan ke dalam Map yang diberikan oleh Pegawai Bank.

Oya, sebetulnya di Depag sendiri sudah ada pelayanan 1 atap. Jadi ada Bank yang ditunjuk yang berada di lingkungan Pendaftaran Haji. Kalau mau simpel, boleh saja langsung pergi ke Depag dan menyelesaikan pendaftaran di 1 tempat yang sama.

Semoga Allah senantiasa meridoi langkah kita semua. Salam.

 

 

Free time – Berkunjung ke Perpusda

Bismillahirrahmanirrahim

Setiap kamis, buni bikin free jadwal praktek. Tujuannya adalah menyelesaikan urusan yang belum selesai selama 1 minggu, dan mengajak anak jalan-jalan dan berpetualang. Kakak ini anaknya jago kandang, di rumah bisa begaya ‘seporete’ ngebanyol, joget, kacau lah. Tapi di luar dia cool. Kaya.. mm.. ayahnya, hahaha. Jadi harus sering dibawa main biar terbiasa ketemu orang banyak.

Sudah lama banget pengen main ke sini. Bahkan hari ini pun maju mundur karena nggak ada yang bisa nemenin. Jadi ya hanya berdua. Tapi kupikir oke lah karena jaraknya nggak jauh, kakak juga sudah makan, jam bangunnya juga belum lama banget. Jadi seperti biasa dengan bawa tas cangklong kecil isi baju ganti, pospak, dan handuk kecil. Serta air minum kemasan 1 biji, kami berangkat.

Kakak sudah bisa duduk sendiri, dengan sabuk pengaman cuma di bagian perut. Dia tipe yang sangat anteng duduk di kursi navigator. Bahkan cenderung bengong dan tanpa suara (kalau dia duduk sendirian dan hanya berdua saja dengan bundanya). Kami berangkat jam 10 pagi.

Hampir kebablasan, karena walaupun hampir setiap hari lewat situ tapi penampakan dari luar yang masih belum familiar membuatku kecele. Ngomong-ngomong sudah banyak motor di parkiran, begitu masuk, isinya sangat berbeda dengan terakhir kali aku ke sana jaman SMA (yakali). Terakhir kali aku ke Perpustakaan Daerah adalah saat SMA. Di mana yang kuharapkan adalah perpustakaan yang banyak koleksi buku bacaan anak SMA, ternyata hanya ada buku-buku teks yang tebal, berdebu, dan kusam. Arsip saja.

Begitu masuk, ada 2 monitor untuk mengisi buku tamu. Anggota dan Non Anggota. Kami masuk sebagai non-anggota, karena males bikin anggota karena belum punya fotokopi ktp, hehehe. Setelah itu langsung lah kami masuk dan woooowwwww. Seru sekali! Kami orang pertama yang datang.

Tempat main begini bikin anak jadi demen. Gak mau pulang. Dia cobain semua mainan. Sampai ada teman datang. Awalnya malu-malu. Biasa. Lama-lama main bareng dan ngobrol. Untuk bikin dia mau pulang, harus melalui berkali-kali dia balik ke perosotan. Diiming-imingi es teh, dia masih nggak mau juga. Ditinggal, baru deh ngikut. Kami ke ruang baca dulu lihat koleksi buku.

Meski tetap bukunya jadul, tapi not bad, ada buku yang pengen dibaca. Tapi untuk screening buku-buku apa saja juga nggak bisa karena si kakak ilang-ilangan muterin semua rak yang ramai pengunjung. Dan sedetik aja melengos dia sudah entah di rak keberapa.

Akhirnya dia merasa haus sendiri. “Mau eh teh.” Oke, kita beli es teh. Aku puterin agak lama menuju ke tempat beli es teh kesukaan kami. Belum sampai lokasi, dia laporan, “Puyang aja, mimi bunda.” “Oke, jadi kita pulang aja? Nggak jadi es teh?” “Mimi bunda aja.”

Dan dia nangis di kursinya. Minta bobo. Biasa deh… Tapi sekarang dia bertahan di sana, sampai kami sampai. Kalau dulu dia harus dipangku karena bener-bener berontak. Sampai di rumah, setelah tidur lama, dia cerita kalau dia habis main perosotan, terowongan kereta api, dan ada teman. Pst dia makan nggak pake susah lho setelah itu.

EH… sorenya dong temen bunda ada yang lagi main ke Mall. Karena ada keperluan ketemu, diajaklah lagi si kakak ini ke Dunia Anak di mall. Maeeen lageehh. Cuma karena banyak anak-anak, doi jadi super kalem. Mimpes. Nggak lama main, dia udah minta cabut. Kecapekan juga kali ya. Sampai di rumah, dia makan ga pake susah lagi ahaha. Bunda senang sekali.

Sebetulnya kalau liat perpusda di kota besar bahkan di luar negeri, ya Allah mupeng banget. Semoga ke depan perpusda makin banyak koleksinya. Kalau kalian sudah pernah ke perpustakaan daerah kalian belum sih? Share ya 😊😊😊😑

Hemi-Detox Digital

Bismillahirrahmanirrahim…

yasmin-mogahed-don-t-get-attached-to-moments-islamic-quotes-001

Beberapa waktu lalu saya membaca lagi tentang kiamat, lalu membayangkannya. Setiap membaca tentang kiamat, ketakutan datang menghampiri. Sebagaimana kata hadits : ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata : hadits hasan)

Sumber: https://muslim.or.id/5598-ingat-mati.html

Lalu dalam satu waktu, saya ingin segera menutup personal akun di beberapa media sosial. Untuk saya sekarang ini, media sosial itu lumayan memberikan mudharat yang lebih dari manfaatnya. Ini opini personal, absolutely. Apa saja mudharat yang terjadi di sana.

  1. Kehilangan waktu spesial dengan anak. Mau tidak mau, sesekali saat bisa ‘duduk’ saya selalu tergoda untuk scrolling media sosial. Mau itu instagram, fb, atau wa.
  2. Selalu ingin posting. Terutama insta-story atau wa story. Tentu sharing yang penting dan bermakna, sama sekali dianjurkan. Tetapi kadang saya sendiri masih suka posting yang tidak penting. Apalagi kalau sampai posting nyinyir, na’udzubillah. Karena kita tidak berhak menghakimi.
  3. Ingin mengemukakan pendapat pro-kontra. Kadang saat melihat isi timeline fb, ada yang nggak cocok, pengen bikin status kontra. Nyindir-nyindir yang lain >,< Padahal, kalau dipikir sekarang, apa yang menurut kita tidak baik belum tentu demikian menurut Allah. Saya sudah tidak ingin menyakiti dan membaperi diri sendiri maupun orang lain. Tidak penting.
  4. Ini yang paling penting sebetulnya. Waktu produktif untuk menabung hari akhir menjadi berkurang. Ini murni menurut saya pribadi, karena manajemen waktu yang kurang. Karena kalau sedang tidak ada pasien, untuk menghilangkan bosan, sambil buka media sosial. Sekarang rasanya sudah bukan masanya untuk saya begitu lagi. Ada banyak PR yang lebih baik. Banyak ayat-ayat yang terlewat.
  5. Paling tidak dengan sementara menutup media sosial, saya belajar lagi bagaimana mengatur waktu yang lebih bermakna.  Belajar nyuekin hape. Ini masih belajar, kadang kalau bosan baca buku masih buka instagram juga karena masih jadi enterpreneur via instagram.
  6. Saya masih harus menghilangkan reflek untuk memosting sesuatu yang sebenarnya tidak ada perlunya. Ya.. ini agak susah, karena kadang ingin sharing hal-hal baik juga. Tapi kadang sharing itu menjadi bumerang, atau bahkan melukai seseorang. Hiks, na’udzubillah. Kalau membayangkan masa lalu tanpa media sosial, kayaknya hidup itu ya santai aja sih. Udah bahagia dengan mendekap buku Harry Potter di pojok kasur. Hihi.
  7. Saya beberapa kali jadi korban ‘status nyinyir’ dari teman sendiri. It’s okay kalau kami sedang ‘bermasalah’. Hal seperti ini sepertinya wajar saja. Biasanya kami butuh ruang untuk saling mengerti, berpikir, saling menghormati sampai nantinya kami bisa kembali seperti biasa. Tapi ada beberapa yang lebih suka menumpahkan rasa kecewanya kepada media sosial, bahkan sampai membawa-bawa masalah fisik. Kecewa berat. Tapi kami sudah sama-sama minta maaf. Hanya lubangnya masih belum bisa tertutup sempurna. Ada scar. Tapi bukan ini penyebab detox digital, itu masa lalu. Ini soal masa depan.

Untuk yang lupa, kalau hari kiamat itu pasti dan kita makin mendekatinya… Bersama Taqy Malik mari didengarkan dan dicermati 🙂

 

Dry Socket (Nyeri yang Belum Berakhir)

Bismillahirrahmanirrahim

dry socket

Untuk yang sudah baca postingan sebelum ini, cerita kemarin masih berlanjut. H + 5 odontektomi geraham 3 dan cabut gigi geraham 2 gigiku terasa linu. Awalnya di gigi seri bawah, lama-lama bekas cabutan terasa juga. Karena baru pernah mencabut gigi yang kelihatannya masih baik-baik saja, rasanya odontektomi kali ini lebih parah. Nyerinya belum hilang juga.

Sabtu karena parno, kontrol gigi ke Spesialis Bedah Mulut. Pulang praktek seharian, bau kecut, masuk ruangan langsung aff hecting alias ambil benang jahitan. Laporan nyerinya, katanya ga mungkin berhubungan sama odon. Mungkin karena bengkaknya jadi merembet di saraf.

Hari berlalu sampai H+10 masih belum ada perubahan, malah makin nyeri.  Pas kulihat sendiri seperti ada lubang menganga yang dalam. Akhirnya kontrol ke sejawat, ruangannya sebelahan. Bener aja ada sesuatu. Dry socket. Sebelum kontrol, sudah googling dan ketemu 2 suku kata ini kok agak mirip kasusnya denganku. Tapi karena bukan dokter gigi, aku harus menyerahkan pada ahlinya.

Dry socket adalah  kondisi peradangan yang dialami bagian tulang rahang pada tiga atau empat hari pasca pencabutan gigi permanen. Komplikasi yang terjadi setelah pencabutan gigi ini menyerang 2-3 persen pasien, dan 20 persen dari mereka terpaksa mencabut gigi geraham bungsu (wisdom teeth) bawah. Want to know more about dry socket?

Akhirnya gigiku dikuret jaringan nekrosis-nya, alias jaringan yang mati sampai bersih. Lalu dibuat perdarahan dengan sengaja supaya membentuk gumpalan bekuan darah yang akan melindungi saraf. Setelah setengah jam menggigit kapas, aku makan dan segera minum obat karena cenut-cenutnya sudah lumayan. Kata drg biasanya dry socket ini bikin nggreges, alhamdulillah aku ga ngalamin. Cuma giginya memang senut-senut banget sampai gigi depan, kalau leher sakit entah memang karena si dry socket atau karena salah tidur >,<

Obatnya minum lagi, analgetik, antibiotik, dan NSAID. Sebaiknya kontrol rutin untuk membersihkan gusi, supaya jaringan baru cepat tumbuh. Butuh waktu 7-10 hari sampai pulih. Yah… mungkin makannya harus dijaga dulu ya, jangan nggragas hihi.

Salam sehat. Jangan lupa gosok gigi dengan baik minimal 2 x sehari ya. Dan periksakan gigimu tiap 6 bulan, meski tanpa keluhan. :*

My Second Odontectomy

Bismillah

catsblog

 

Ada yang sudah familiar dengan kata ‘odontektomi’? Odontektomi merupakan tindakan bedah untuk mengambil gigi. Biasa dilakukan apabila Molar 3 alias gigi geraham bungsu (kenapa bungsu, karena dia tumbuh di usia 20-an awal) tidak tumbuh sempurna. Ada beberapa grade, nah M3 ku kalau kata dokter gigi adalah yang paling tinggi grade-nya. Horizontal Class III. Karena si gigi sama sekali nggak muncul di permukaan gusi. Yang artinya dia tiduran, mendesak gigi depannya.

impaksigigi

Operasi pertama dilakukan tahun 2014, oleh drg Helmi, Sp. BM (Bedah Mulut). Seingatku operasi saat itu cukup lama, 1 jam mungkin. Paska operasinya baik, nggak sampai 2 jam darah berhenti, kalau nggak salah ingat ya. Dan nyerinya cukup pakai 1 asam mefenamat sang analgetik andalan karena dulu belum menyusui.

Beberapa hari terakhir kepalaku sering migrain, Tension Type Headache, dan semua daerah gigi bungsu senut-senut. Penyebab primer sakit kepala ada beberapa hal, salah satu yang harus disingkirkan adalah area gigi. Karena pakai kacamata sudah, kok tetap sakit kepala. Nah, akhirnya mulailah ikhtiar.

Sebenarnya pakai BPJS bisa gratis lho. Di Purwokerto ini, biasanya operasi odontektomi Impaksi Molar 3 dilakukan di RS Margono Soekarjo dengan dr. Pedro, Sp. BM. Biasanya, operasinya menggunakan bius total alias General Anestesi. Hmm.. buat orang sepenakut saya, untuk operasi gigi yang bisa dibius lokal ini, nggak mau lah sampai anestesi umum. Hiks. Seram.

Jadi meski harus dengan biaya sendiri, saya lebih pede untuk odontektomi di praktek pribadi dr. Helmi, Sp.BM di jalan Kalibener. Hari itu dengan berbekal budget perkiraan dana 2 juta untuk umum, harga sejawat ada perbedaan. Saya datang ke praktek-an setelah magrib. Jam praktek 4-8 malam. Alhamdulillah nggak menunggu lama, cuma 1 pasien sebelum saya.  Setelah dijelaskan macam-macam, ditawarkan mau tindakan kapan.

Oya, saya sudah berbekal foto panoramic 3 tahun lalu. Saya mau hari itu juga diambil. Okay. Begitu alat disiapkan, injeksi anestesi disuntikkan, dokter lihat M2 kiri bawah saya di depan M3 yang akan diambil, post tambalan. Sementara di rontgent belum ada. Hikkss. Tadinya si khawatir ga jadi. Masalahnya sudah dibius bro! Oya, masalah dibius lokal ini, melalui injeksi. Sakit sedikit, tapi masih lebih sakit sakit gigi ya. Hehe.

Dikasi pilihan M2 mau diambil duluan nggak. Karena sepertinya sudah jelek. Kalau M3 diambil, terus ternyata M2 jelek. Masalahnya jadi nambah panjang. Juga bisa jadi penyebabnya gigi M2 itu yang suka senut-senut dan bikin migrain. Setelah tanya bagaimana kelanjutan proses memamahbiakku kalau M2 hilang, yang artinya ketiadaan 1 gigi geraham itu ya punya arti banyak memang. Kalau dikonstruksi, gigi geraham agak susah. Tapi masih bisa sih ngunyah. Yasudah lah aku rela gigiku diambil. Dalam hati sih sedih. Tapi karena dari penampakan sudah jelek, dan ada kemungkinan M2 itu yang bikin suka migrain. Untuk kasus yang parah bisa timbul nanah dll lha… Kasusnya baru ada belakangan, ditangani juga sama dokternya. Ya akhirnya cabs deh.

Sesungguhnya odon kali ini lebih membuat agak trauma. Tapi masih wajar sih. Cuma lebih tegang aja karena yang diambil 2. Dan tahu nggak kalau tenaga super drg itu saat menarik gigi yang akarnya masih bagus, berasa rahang mau copot juga. Huhu. Ya merem-merem gimana gitu, bikin dokternya agak keki kayaknya karena ambang nyeriku rendah (dipijet aja ga mau keras-keras).

Setelah M2 diangkat, M3 lebih mudah diambil. Dipecah dulu dengan bor berbahan super-keras yang berkali lipat lebih kuat dari baja. Harganya mahal (katanya hihi). Bolak-balik drg bilang ini sulit sebenernya posisinya, kuasa Allah juga karena nggak kena syaraf. Dikit lagi kena ini di bawahnya. Untung M2 diambil dulu.

Oya… drg Helmi, Sp.BM lebih suka tindakan odontectomy impaksi ini diambil secara bius lokal. Pasien masih sadar, bisa diajak bicara, memudahkan saat operasi dan paska operasi yang harus menggigit kassa untuk dep perdarahan.

Sebelum operasi, drg sudah bilang kalau Impaksi M3 meski gigi semua sudah habis, dia akan selalu bikin masalah. Jadi memang harusnya diambil. Masalahnya bisa macam-macam yang jelas seram. Masalah gigi memang nggak bisa diabaikan. Bisa bernanah, infeksi, merambat kemana-mana, merusak gigi lain, dll.

Jadi, sebelum terlambat, ayo periksakan gigimu tiap 6 bulan. Kalau sudah ada indikasi odontektomi, jangan menunggu sering mendapat keluhan yaaa. Salam sehat. Jangan takut operasi gigi, masih lebih menyeramkan kalau anak nggak mau makan. Bhay!

Sumber foto