Kado si Kecil

Bismillahirrahmanirrahim

Awalnya, pernikahan ini akan dilaksanakan Agustus 2014. Keluarga Mas Ib juga sudah setuju. Aku yang minta. Alasannya? Adikku satu-satunya belum bisa pulang sebelum Juli, dari Tiongkok (Cina). Biaya untuk pulang terlalu mahal. Waktu libur pun tidak ada.

Tapi setelah dipikir ulang, menyegerakan ibadah lebih baik. Ibu juga nggak mau mikir lebih lama lagi. Menikahkan anak (pertama, lagi) cukup menguras pikiran, tenaga, dll kalau lebih lama, bisa makin nambah ubannya, hehehe. Akhirnya diputuskanlah Mei sebagai bulannya, 17 sebagai tanggalnya (sama dengan tanggal pernikahan orangtua).

Adikku? Ngomel, iya. Siapa sih yang nggak pengen kumpul keluarga besar? Di hari bahagia kakaknya? Kalo dibilang sedih, ya iya. Tapi karena orangtua juga ikhlas nggak mengikutkan adik di pernikahan, ya sudah…

Itu di awal, sih. Lama-kelamaan dia udah nggak terlalu mengumbar perasaan sedih dan ingin ikutnya (alasan pertama sih dia pengen nyicip semua makanannya). Nah, suatu saat dia pergi ke Harbin, masih di Tiongkok tapi sudah perbatasan Rusia, main salju. Posting foto instagram tulisan mandarin di atas bangku yang tertutup salju. Aku bilang aku pengen. Hahaha. Rikues kan, apa itu? Ini..

Harbin, Tiongkok by Zee

Harbin, Tiongkok by Zee

Katanya, jari-jarinya sampai beku gegara nulis itu. Hihi. Ya nggak papa deh, itung-itung kado yaaa… Sayang kamu, :*

Advertisements

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s