Gaun Akad & Walimah

Bismillahirrahmanirrahim

Menentukan model baju yang akan dipakai itu malesin, soalnya ribet, hehe. Udah cari berbagai model, masih aja belum nemu yang sreg. Yang pertama dicari adalah model baju akad. Berdasarkan petunjuk tetua Unyut, hihi, ada tempat jahit yang lumayan dan harga juga nggak mahal. Waktu nikahannya temenku, dia juga bikin di sana dan puas. Harga miring.

Akhirnya berbekal model seadanya, kami ke sana. Bu Mei namanya. Nunggu lama banget sambil lihat-lihat model di majalah, akhirnya sudah memutuskan model. Brokat yang kubeli warnanya putih memplak, bukan putih tulang. Sementara aku belum beli dalemannya, jadi setelah diukur, disuruh beli lagi bahan satin dan tile buat bikin veil.

Kami ke toko Laris Manis, nyari satin yang bagus, bahannya jatuh dan halus, nggak sumuk juga kalau dipakai. Eh.. nggak ada yang warna putih memplak. Akhirnya beli warna putih tulang. Tile dapet yang bagus juga, nggak kasar, tapi lembut, warna putih.

Setelah kubawa lagi, ternyata warnanya bagus juga perpaduannya. Tinggal tunggu jadi 🙂 Semoga memuaskan.

Untuk baju saat walimah. Aku dan ibu beli bahan belakangan. Menentukan model, pengen yang simpel aja. Tadinya pengen bikin sewa perdana, di mana kita jahit di tukang riasnya, bayarnya sekitar 60% dengan model yang kita mau tapi hasil akhir nanti setelah kita pakai, bajunya buat dia. Setelah dipikir lagi, kalau bikin sendiri dengan harga yang sama malah bisa buat sendiri. Makanya bikin yang nggak heboh. Modelnya mirip punya OSD tapi beda warna, dan modif model.

Warnanya dari awal pengen ada sentuhan ungu. Jadi aku beli brokat ungu, sifon ungu, satin abu-abu. Nggak semuanya kualitas pertama kok, cuma nyari yang di tangan rasanya enak, bahannya jatuh, itu aja. Ukurannya juga nggak maksimal. Brokat, kita cari nggak full 3 meter, cuma ambil tepiannya buat ditempel aja di satin abu-abunya.

Setelah tanya-tanya, kami dapat rekomendasi Desain dan Rumah Jahit Bhyandha. Di sana ketemu sama Mba Ida. Untuk range harga jahit 1 juta ke atas, sesuai budget bisa, menyesuaikan bahan manik dan batu-batuan yang bakal dipakai. Kami cari yang pertengahan aja. Setelah digambar sketsa baju, mulai diukur. Ditawari bikin selop juga, dengan harga sekitar 250 ribu. Berhubung belum punya, dan agak malas nyari juga, akhirnya ngukur kaki buat bikin selop dengan heels 7 cm. Nggak terlalu tinggi, supaya nggak ngalahin Masnyah 😀

Buat Mas Ibnu, model jasko. Kami beli bahan warna abu-abu yang dekat sama warnaku. Sebelumnya Mas Ibnu diukur sama penjahit langganan dekat rumah, yang garapannya rapi dan pakem. Ngukurnya waktu khitbah, hehe. Soalnya kerjanya jauuh sih. Nah, setelah beli bahan yang pas untuk jasko dan dalemannya, kami tinggal naruh di penjahit Lestari, langganan kami.

14 April 2014

Akhirnya baju akad selesai juga. Sebelumnya sudah pernah fitting. Bukan superoke, tapi cukup bagus, dengan harga wajar.

25 Juni 2014

The photos

This slideshow requires JavaScript.

Simpel banget kan gaun akadnya. Sebenernya di bagian pinggang ada variasinya, tapi nggak kelihatan jelas. Untuk cape pake punya salon, sebenernya payetnya ga matching banget tapi karena masih sama-sama putih jadi kelihatan pas. Apalagi ditambah aksesori bros di dada. Kain tile untuk veil juga beli di toko kain lalu dibordir dan payet. Mayetnya yang agak lama deh.

Para penggemar OSD pasti tahu gaun nikahnya yang dibikin by Irna La Perle untuk walimah utama, warna merah marun yang sederhana tapi bagus. Waktu nonton doi nikah, suka aja ngeliatnya, tanpa kepikiran sebentar lagi juga akan melangsungkan hal serupa. Gaun dalaman lengan kutung dari bahan sifon ungu, jubah dari satin abu diberi ceplok kebaya ungu, di dada ditutup selempang ungu yang dipeniti di bahu, veil abu plisir ungu. Meski jadi di waktu yang sangat mepet dan nggak sesuai janji, tapi hasilnya SUKA banget. Alhamdulillah 😀

Kalau jasko Mas Ib termasuk agak gagal nih, karena dibuatnya nggak sesuai harapan. Harusnya semacam jas, diberi kain kaku di dalamnya tapi ini enggak, jadi terlalu lemas. Karena sudah terlanjur dijahitkan di penjahit biasa, akhirnya dibawa ke desainer dan rumah mode yang bikin bajuku juga untuk dipayet, ditambah kancing yang sesuai juga. Hasilnya kurang oke, karena bagian kerah lupa dikasih kancing sama penjahitnya, jadi kesannya kurang rapi dan kurang gagah rrr.. Haha. Dan salah satu penyebabnya juga karena gak fitting. Padahal jas hitam yang untuk akad itu jahit di penjahit yang sama lhoo. Tapi mungkin karena nggak biasa jahit jasko, jadi hasilnya kurang sip. Harusnya dari awal ditaro di desainer aja kali yaa.

Advertisements

12 thoughts on “Gaun Akad & Walimah

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s