Museum BRI (Again)

Bismillahirrahmanirrahim

DSC_0176

Selama di Yogyakarta, entah yang kepikiran malah kuliner Purwokerto. Nggak bisa move on. Selalu ngebandingin.. ah kalo di sana ini udah dapet macem-macem. Ya wajar lah soalnya makannya di sekitaran Malioboro dan Mall. Jadi, pagi tadi langsung nge mie ayam pajak yang katanya enak. Nggak aku foto ya, soalnya ni mi ayam beneran ngemper dan ga ada mejanya. Kalo kesiangan dikit udah keabisan. Es jeruknya enak bingit, manis. Dan pake 4 bungkus pangsit. 24 ribu ya semuanya. Kenyang banget… Padahal masih pengen batagor depan SMA 5, batagornya yang dibungkus pake kulit pangsit, enakan ini daripada yang pake tahu beneran haha. Akhirnya main dulu ke Gramedia, terus karena isi perut belum turun juga aku dan temenku memutuskan main ke Museum. Wisata apa lagi sih di kota kecil ini? Dulu udah pernah ke museum ini, sayangnya hari Sabtu dan itu… TUTUP. Ini cerita di blog lama-ku.

Nah, masuk ke museum ini nggak bayar, cuma ngisi buku tamu aja. Kenapa ada museum BRI di kota ini? Karena eh karenaa…

BRI was founded in 1895, during the Dutch colonial period as “De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden”, by Raden Aria Wirjaatmadja in Purwokerto, Central Java. It then underwent its first (of many) name changes to “Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren” (tr. Aid and Savings Bank for Local Civil Servants). Wikipedia.com

Uang VOC

Uang VOC

Karena foundernya, Raden Aria W ini adalah orang Purwokerto, dan merintis bisnis Bank ini. Begitulah kira-kira ceritanya. Nah keliling di museum ini asiknya nggak ditemenin sama penjaganya, karena bisa ngikik dan foto sepuasnya. Di bagian atas banyak diorama tentang perbankan zaman dulu, uang zaman dulu, baju-baju Raden Aria, brankas, dll. Kalo di bawah, isinya mesin-mesin kas, mesin hitung yang ukurannya segede gaban. Di bagian belakang juga ada miniatur BRI zaman dulu.

This slideshow requires JavaScript.

Maap yah kalo narsisongnya banyak banget, hahaha.. Kalo ada akunya berarti yang motoin temen aku. Ini modal #kamerahapetemenguwe see yaah.. Tapi ini membuktikan, selama 25 tahun aku di kota ini baru pernah mampir ke Museum yang satu ini. Sementara museum di tempat lain sudah pernah dikunjungi. Lagipula, bahagia itu sederhana. Nggak perlu ke luar negeri, mari telusuri budaya sendiri (pedaeh ra nduwe duit nggo plesir haha).

Advertisements

7 thoughts on “Museum BRI (Again)

  1. Pingback: Visit Purwokerto | Our Cosmic

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s