Hari Tanpa Kopi

Bismillahirrahmanirrahim

Entah sejak kapan aku mulai suka kopi. Sejak Bapak suka sama kopi hitam, aku pun mulai suka. Lama-kelamaan mulai suka sama yang namanya white coffee, beliin cappucino dll. Awalnya sih ngopi tubruk cuma kalau migrain kumat, lama-lama kalau nggak ngopi sehari aja rasanya ada yang kurang. Aduh.. memang ada batas konsumsi sih, sehari maksimal minum 2 gelas. Bahkan belakangan tiap kali bikin, cuma minum separonya. Kalau udah dingin, udah males minum.

Selain itu, seneng banget cappucino cincau.. sempet yang tiap seminggu pasti beli. Tapi makin ke sini, menyadari bahwa dalam 1 gelas CC itu ada 3 sendok makan gula pasir dan susu-susu kental manis, dan pengawet, dll terus mulai ngerem.

Soal cephalgia atau sakit kepala, belakangan ini udah nggak sering muncul. Period aja. Kalau lagi mau dapet, suka muncul migrain. Nah kemarin mungkin gegara drop 2 minggu badan dibawa aktif, sementara sayur kurang, akhirnya sakit kepala. Sebetulnya sih ini karena flu, yang aku kasih obat karena harus ikut kuliah kan. Pas pulang dari Yogya itu, yang nggak nahan. Padahal udah baikan, nggak meler lagi, nggak mampet, tapi kepala rasanya mau pecah (kayak tahu aja rasa kepala mau pecah). Kalau masih bisa ditahan, sebisa mungkin nggak minum obat.

Jadi, selama di kereta, oles-oles minyak, vicks, haha. Dan cukup dibayangkan, kondisi begitu, harus bawa barang turun nyari jemputan sambil cekot-cekot. Pas sampai di mobil malah diomelin Mak’ e gara-gara nunggunya kelamaan (kereta molor). Runtuhlah pertahananku, udahlah PMS, mewek deh.. (senggol dikit, gua mewek). Padahal ya aku juga nggak minta jemput, mau naik taksi aja, soalnya kalo yang jemput bukan Daddy Bear ya yang terjadi terjadilah.

Curhat sama Kangmas. Disuruh makan yang bener sama nggak boleh ngopi lagi. Minta dikirimin kopi ulee kareng Aceh, ditolak mentah-mentah. Jadi tadi pagi, aku beli jamu-jamu-an. Buatan UKM Purbalingga. Tulisannya sih bebas bahan kimia, semoga ya. Aku beli kunyit asam, beras kencur, jahe. Kalau bikin sendiri suka males kuningnya kena tangan. Terus beli rosela juga buat ngeteh. Setelah makan awur-awuran selama seminggu (katering isinya daging semua, fast food, MSG dll) pengen detox lagi semoga istiqomah. Minum jelas kurang banget nih, padahal badan udah suka teriak-teriak kehausan tapi masih suka dicuekin. Maafin aku ya badanku.

Flu kemarin alarm banget buat ngingetin jaga kondisi tubuh sendiri. But, STILL,  I like coffee. 

  1. Total Fat 0 g 0%
    Saturated fat 0 g 0%
    Polyunsaturated fat 0 g
    Monounsaturated fat 0 g
    Trans fat 0 g
    Cholesterol 0 mg 0%
    Sodium 2 mg 0%
    Potassium 49 mg 1%
    Total Carbohydrate 0 g 0%
    Dietary fiber 0 g 0%
    Sugar 0 g
    Protein 0.1 g 0%
    Caffeine 40 mg
    Vitamin A 0% Vitamin C 0%
    Calcium 0% Iron 0%
    Vitamin D 0% Vitamin B-6 0%
    Vitamin B-12 0% Magnesium 0%
    *Per cent Daily Values are based on a 2,000 calorie diet. Your daily values may be higher or lower depending on your calorie needs.
Feedback

Sources include: USDA

Advertisements

13 thoughts on “Hari Tanpa Kopi

  1. Migrain dapat diobati dengan kopi? wah saya setuju sih. Kebetulan saya penderita migrain dan obat satu-satunya adalah kopi hitam yang diseduh dengan air mendidih. Seruputan pertama bikin tenang, seruputan kedua bikin nikmat badan, seruputan ketiga migrain mulai terobati, dan seiring bertambahnya seruputan, migrain pun menghilang.

    Nice share 😀

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s