Mantai Berdua

Bismillahirrahmanirrahim

Seminggu ini suami cuti pulang ke Jawa nengokin istri. Berbagai rencana dirancang, salah satunya mau main ke Yogyakarta. Tapi menjelang rencana keberangkatan, karena sudah mulai hujan dan bapak juga lagi pergi ke Medan (di rumah cuma berdua kalau kami jadi pergi ke Yogya) akhirnya batal.

Di rabu sore akhirnya kami naik kereta (pengen naik kereta berdua, secara kami suka naik kereta) ke Kroya buat mudik ke kampung halaman suami. Gaya banget nggak sih dari Pwt – Kroya kok naik kereta? Naik motor, cape dan risiko kehujanan. Naik mobil, lagi agak trobel. Naik bis, males ribetnya dan lama. Kalau naik kereta, cuma setengah jam udah sampai, nanti di stasiun Kroya minta jemput Bapak Mertua, hihi.

Harganya 35 ribu, kami beli buat berangkatnya sementara tiket pulang kami beli di Kroya. Keesokan harinya, kami keliling. Biasa, kalau ke Cilacap ini, banyak yang harus dikunjungi. Selain keluarga si Mas, keluarga dari bapak saya juga banyak di kota ini.

Kami berangkat menuju pantai Jetis di Ds. Congot, setelah awalnya ditemani rintik hujan alhamdulillah cuma sebentar. Nah, di sana sepi banget, maklum bukan masa liburan. Seneng banget foto-foto. Mau main air males, akhirnya narsisong. Di sini akhirnya aku pakai tongsis pertama kalinya, hahaha. Pamer banget. Soalnya kalau mau foto berdua kalo ngga ada si tongtong ini ngga bisa. Ngambil kulit kerang buat kenang-kenangan, hihi.

Mampir ke Tempat Pelelangan Ikan, buat makan ikan di resto seafood di sana. Di perjalanan Mas-nyah nyangkut di proyek Tambak Udang Vanname yang sedang dikerjakan. Emang ya, kalau udah suka, istri suka kelupaan, hihi. Nah lanjut di resto kami pesan ikan kerapu bakar yang kata Mr. Ib nggak enak karena kurang matang, harus cobain ikan bakar di Aceh katanya.. yaya.

Dari sana, kami lanjut ke rumah Simbah saya dan Bude. Disambut ramai karena nggak ngabarin dulu, hihi. Main sama dedek Al juga yang makin lucu. Di rumah Simbah, ternyata beliau sedang bikin gula buat dijual 😀 Bantuin ngaduk sebentar aja udah panas bukan maiin.. pakai tungku soalnya.

Pulangnya, seperti biasa kami dioleh-olehi segala macam. Metik kecombrang kesukaanku. Dipetikin daun turi, daun so, dibawain telur asin (yang jatuh remuk pas nabrak jalan lubang). Lanjut ke rumah Simbahnya Mas. Karena mau hujan, kami nggak lama-lama. Di rumah Mr. Ib sore itu kami siap-siap pulang, Ibu mertua baru pulang kerja udah nyiapin semua yang bisa dibawa. Sayuran, singkong, pisang, bumbu pecel bikinan sendiri (bikin semalam dan sore sebelum kami pulang), lele panenan sendiri. Si Mas agak males bawa barang banyak-banyak, hihi.. katanya kami jadi kayak ringsung (orang gila yang bawa barang macem-macem) soalnya total kami bawa 3 kresek besar selain 2 ransel yang kami panggul masing-masing.

Magrib kami diantar ke stasiun, masuk ke kereta Serayu Pagi setelah shalat magrib. Dan kembali pulang ke rumah. Karena kepanasan-gerimis, sakit kepala deh. Tapi alhamdulillah setelah makan pecel (dari sayur oleh-oleh) dan telur asin, kerokan bawang merah, minum cokelat anget oleh-oleh Mas dari Aceh, sembuh :’)

Lalu jumat kami berangkat ke Banjarnegara karena sepupu ada yang nikah. Malamnya kami ikut seserahan, lalu terpaksa nginap di hotel karena rumah Eyang penuh sama keluarga yang lain. Esoknya kami kondangan, dan segera pulang karena Mas harus siap-siap untuk berangkat ke Jakarta. Ya.. waktunya pulang. Terimakasih untuk 1 minggu ke belakang 🙂 See u very soon.

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

6 thoughts on “Mantai Berdua

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s