dapoer HN

Tumis Cumi Petai

Bismillahirrahmanirrahim

SONY DSC

Sudah sejak kemarin, pengen banget tumis cumi asin campur tomat hijau. Aduh, netes-netes air liur. Apalagi kalau pakai nasi liwet. Argh. Apadaya tukang sayur udah 2 hari ga bawa tomat hijau. Akhirnya seadanya aja. Ini menu untuk buka nanti (kalau ga keabisan 😦 )

Kebetulan ibu kemarin dibawain petai sama temen kantor (pas banget, soalnya beli serantai 3500 an lho). Cumi asinnya dapat di tukang sayur, sebungkusnya 5000 perak. Yuk cek cara masaknya yang nggak butuh waktu 15 menit, sama ngupas-ngupas petainya.

SONY DSC

Cara membuat :

  1. Tumis bawang merah + putih + cabai hijau sampai mewangi sepanjang hari
  2. Cemplungin cumi asin yang sudah dicuci, dan petai yang sudah dikupas (ya masa sama kulitnya)
  3. Beri garam (boleh enggak kalau cuminya masih kerasa asin) sedikit aja, dan gula pasir
  4. Beri air sedikit, dan kecap sak encruuutt
  5. Tumis sampai matang
  6. Tambahkan paprika, tomat, cabai rawit utuh
  7. Taburi daun kemangi
  8. Angkat, selamatkan ke perut anda

Ingat, minum yang banyak, boleh kumur pakai kopi. Kunyah timun sebanyak-banyaknya. Bawa masker kalau perlu, hihi.

Advertisements

20 thoughts on “Tumis Cumi Petai”

  1. baru tau bs ditambahin prapika. coba ah kapan2
    btw itu pete menggiurkan sekali tp sayang suami saya kagak suka pete apalagi jengkol. makanya kalo masak gk pernah pake pete hiks

  2. Kalau aku menyebutnya sotong petai. Karena yang biasa kumasak cumi setengah kering asin yang direndam air hangat dulu sebelum ditumis. And how i love Pete sooo much. Suamiku kuajarin makan petai, suka2 aja dia hahaha
    Emang bener, masakan sederhana ini bisa ngabisin nasi sebakul hahaha

      1. Tapi dia lebih suka jengkol. Katanya rasanya seperti makan kentang hahaha. Kalo aku malah ga pernah makan jengkol. Lihat aja rasa2 ga doyan 😀

      2. disemur. Pas waktu ke Bandung makan di restoran apa gitu namanya warung something dekat gedung sate. Suamiku bisa lahap makan jengkol. Aku yang lihat jadi gimanaa gitu. Terharu ada bule makan jengkol hahaha

    1. nah, cumi asin itu ada yang kering bener, ada yang kaya gini. ini masih agak basah gitu mba jadi nggak perlu direbus. kalau yang kering itu biasanya direbus dulu karena agak alot. yang ini lebih mahal sedikit, tapi biasanya aku pake yang kering juga sih mba, seadanya

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s