When I Feeling Sad

Bismillahirrahmanirrahim

Setujukah kalian kalau wanita punya perasaan lebih halus dari para pria? Lebih perasa, sensitif, mudah menangis. Kemarin waktu lihat Kick Andy, Andy bertanya pada Antasari yang sepanjang acara tidak menampakkan raut sedih. “Pak Antasari, apakah Anda pernah menangis?”

“Ya, tentu. Setiap kali saya shalat (malam) saya teringat pada istri saya, anak, cucu, saya menangis.” (Redaksionalnya kurang tepat mungkin, agak lupa)

Lalu saat tayangan Fifi Aleyda Yahya mewawancarai Pilot Garuda yang terpaksa mendarat di Bengawan Solo 2002, meski tampangnya tegar tapi ketika harus mengingat masa di mana ia di ujung maut ia menangis berkaca dan terbata.

Laki-laki mungkin bisa menangis, sesekali. Tapi wanita lebih sering menangis, biasanya. Yang anti-mainstream juga ada sih. Hehe.

Menangis identik dengan kesedihan. Ada banyak faktor yang menjadi predisposisi kesedihan ini. Siapa manusia di dunia yang nggak pernah sedih? Berani angkat tangan? Lalu dengan apa kamu menetralkan hatimu yang sedang sedih?

Salah satunya selain curhat pada yang di atas, membaca buku La Tahzan yang sudah beberapa kali disebut. Membaca buku ini seperti membaca AL-Quran dan Hadits karena kebanyakan memang diambil dari sana.

Lalu ada lagi, sebuah kebiasaan entah sejak kapan. Kalau hatiku galau, gundah, sedih… Aku mulai meneriakkan bait-bait lirik dari My Favourite Things – OST The Sound of Music. Film klasik ini, siapa yang belum pernah nonton? Aku beberapa kali nonton, durasinya panjang. Pinjem CD nya di salah satu persewaan jadul di Metro Toko Buku. Ada 3 buah CD. Di dalam ceritanya, si Maria ini bilang kalau dia sedih dia nyanyi lagu itu dan dia ngajak anak-anak asuhannya buat nyanyi itu waktu lagi sedih.

Dan dengan tempo cepat, aku suka meneriakkan bait-bait kata yang memang agak belibet. Tapi setelah itu rasanya happy. Hehe. Sugesti mungkin. Mau coba? 😀

 

Advertisements

6 thoughts on “When I Feeling Sad

  1. dulunya aku cengeng tapi kesini-sini ngga lagi, kecuali hal-hal khusus yang menyentuh hatiku tertutama orang-orang yang kusayangi, tapi aku pernah menangis berdeari-derai menonton Oprah saat ada seorang gadis yang mukanya hancur karena ditabrak dan mobilnya terbakar tapi dia bertemu dengan penabraknya dan memaafkannya, masih Oprah juga aku menonton seorang ibu yang sakit parah menulis surat untuk gadis kecilnya yang akan dibaca bila ia sudah tiada kelak ia juga menyiapkan kado buat putri kecilnya yang hanya akan dibuka setelah dia tiada….aku langsung berderai-derai

  2. Klo dulu sedih biasa unplug dr kehidupan sekeliling dg nancepin headset trus nyetel jedag-jedug Phy..
    Alhamdulillah skrg udh bisa mengurangi jedag-jedugnya itu. Kalo nangis itu udah default buatku, buat ngeluarin emosi jg.

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s