Yogyakarta, Berdua

Bismillahirrahmanirrahim

 

Logawa

 

Yogya? Lagi? Haha.. kota ini sudah seperti kampung kedua saking seringnya kukunjungi. Kali ini aku pergi besamo suami. Perjalanan ke Yogya sudah sering dibincangkan, beberapa kali. Tapi selalu gagal. Kali ini harus berhasil. Setelah 2 hari istirahat di rumah, pada Senin tanggal 26 kami berangkat setelah sebelumnya beli tiket PP naik Logawa.

“Logawa kereta apa?”

“Ekonomi.”

“Yah, hadap-hadapan dong?”

“Iya.”

Karena berdua, pengennya suami pake yang eksekutif. Tapi demi menghemat, lagian cuma 2,5 jam aja nggak masalah lah sempit-sempitan. Akhirnya dengan tiket berangkat sebesar 105K (sebelumnya cuma separonya lho 😦 malah sempet ngalami tiket 6500 waktu SD!) dan tiket pulang seharga 65K akhirnya kami berangkat. Alhamdulillah di hari senin itu longgar, jadi kami cuma dapat teman duduk waktu dari Kutoarjo, sebelumnya cuma berdua aja 🙂

Sampai di Yogya, kami langsung cari becak buat cari penginapan. Aku memang nggak booking penginapan sebelumnya, karena mau langsung cari di daerah Sosrokusuman (kalau backpacking selalu nginap di sini). Bayanganku, mau cari hotel dengan harga 200K an saja, yang penting bersih, dekat Malioboro, murah kan. Tapi ternyata suami nggak mau, jadi kami cari dengan harga sedikit di atasnya.

Tukang becak di sini agak maksa ya. Jadi begitu kami naik, kami ditunjukin 2 hotel seharga 200an, katanya. Dekat dengan Malioboro, katanya. Tapi, karena aku sudah sering ke sana, ‘dekat’ kata pak becak itu terlalu jauh lah. Hotel yang lebih tampak seperti motel.

Di kali pertama. “Ini mba, bagus hotelnya.”

“Nggak mau pak, saya mau Sosrokusuman saja.” Orang mau cari yang deket Mall (biar gampang kemana-mana, karena kami ga ada kendaraan, malah ditaro di ujung entah di mana).

“Ini bagus kok, dicoba dulu.”

“ENGGAK.”

Kali kedua, bukannya ke Sosrokusuman (FYI, gang ini ada persis di samping Mal Malioboro) malah ditunjukin di hotel lain yang katanya, “Ini tinggal lurus, nanti belok kiri, deket banget ke Malioboro.”

“Deket gimana, Pak. Ini jauh. Saya nggak mau, ke Sosrokusuman saja.”

“Lah, udah capek gini.” Keluhnya. Aku tahu pak becak ini bisa dapat komisi dari hotel yang ditunjukkannya. Pengalaman lalu, dulu saya ditunjukin hotel sama tukang becak jelek dan kotor lumutan gitu. Ga mau lah.

“Kan tadi saya bilang ke Sosrokusuman. Gimana sih Pak.”

“Sudah, turuti saja Pak.” Suami bilang.

Genjoooott lagi. Dan ternyata bener masih jauh dari Malioboro Mal.

Bukan ke Sosrokusuman, kami kembali dipaksa ke Jl. Dagen. Oke gapapa, karena jalannya lebih luas dan letaknya cuma di seberang Sosrokusuman. Pas lihat hotel Whiz yang mentereng, 2 kali kami minta berhenti tapi becak terus melaju. “Di sana, Kumbokarno, bagus itu.”

Dan kami salah. Karena sudah males cari hotel, dan khawatir hotel penuh karena liburan mahasiswa. Kami terima hotel ini, dengan harga kepala 3 tapi bikin merana. Nggak asik. Pak becak minta tambahan 5K, aku kasih 10K mau ga dibalikin, ogah.

Dari hotel, kami langsung menuju toko buku taman pintar. Jalan kaki dong. Dan di sana, suami begitu bersemangat. Karena tempat ini lebih banyak di isi buku pendidikan yang murah, maka dengan gencar dia meneliti satu demi satu buku yang ada. Aku bosyaaan.

Dari sana kami ke Togamas. Lama lagi, aku yang biasanya suka banyak pilih buku dan boros, nggak beli apapun. Yang aku cari memang nggak ada, jadi ya sudah, nggak maksa beli yang lain. Duduk aja di pinggir kolam sampai kelaperan.

Abis itu kami makan soto ayam di seberang Togamas, dan pulang. Oya, kami booking Whiz hotel (hotel yang kami lihat waktu naik becak itu) untuk malam berikutnya. Di hotel sampai abis maghrib karena sakit kepala kumat (kesel banget kan, ni penyakit emang suka nongkrong kalo kecapekan). Malamnya kami makan di sekitaran Dagen saja, lele goreng. Pengen banget ke oseng mercon tapi suami ga bisa makan pedess.

 

 

sarapan

Menu sarapan hotel. Atas : Kumbokarno, Bawah : Whiz

Besoknya, setelah sarapan cuma nongkrong di hotel. Siap checkout, langsung pindah hotel Whiz. Karena weekday, kami dapat harga promo (katanya). Kalo bisa sih booking di web aja, kayaknya lebih murah. Di sini semalam untuk double kami dapat harga 400K.

Abis masuk kamar. Kami keluar untuk makan, dan jalan. Ke mana? Suami nggak mau yang jauh-jauh. Ke tempat wisata juga gak niat. Apalagi ke mall. Maunya ke… Toko buku lagiii karena ada yang belum kebeli kemarin.

“Iya, mau. Tapi naik becak.”

Akhirnya kami naik becak ke Taman Pintar, karena panas lagi terik buanget. Di sana aku nagih jajanin buku, buat ongkos nungguin. Sempet lost contact, nyariin muter ga ketemu. Untung doi kalau di satu kios, lama banget.. jadi ketemu lagi deh.

Malamnya kami ke Mall Malioboro cari sepatu. Abis cari sepatu, minta ke Gramedia.

 

 

vredeburg

 

Whiz

Pemandangan dari hotel Whiz

 

whiz2

Kamar minimalis

becaks

Naik becak ke Taman Pintar

Toko buku

Udah mirip yang jual

Bakmi djowo di Yogyakarta ini selalu bikin kangen. Aku pengeeen. Cari info katanya yang deket ada di deket alun-alun, dari malioboro lurus aja ke alun-alun. Tapi karena hujan dan suami juga nggak mau jauh-jauh akhirnya ngemper aja. Nggak seenak waktu makan di depan kantor Hiperkes, yang kuahnya putih. Huwaaa. Tapi enak anget sih di hari hujan.

Bakmi Djowo

Bakmi Djowo

Nggak nyangka nemu gudeg cuma di samping hotel. Padahal aku udah pengen dari lama, penasaran sama gudegnya Yu Djum. Tadinya sih pengen nasgor seafood Solaria aja, tapi diajak ke sini. Minumnya es beras kencur. Ah endeus bang get !

Yu djum

Makan gudeg, di jl Dagen, sebelah hotel Whiz

Rabu, siang. Kami pulang. Paginya cuma ke Mal bentar beli titipan adek. Abis itu suami baca buku. Aku ngga jelas ngapain. Begitu jam 12 kami keluar hotel, naksi ke Lempuyangan, 35K ga mau pake argo! Arrrgh. Terus nunggu sampe jam 3 sore. Pulang dan sampe rumah dengan selamat, Alhamdulillah 🙂 Bawa belasan buku lhooo dari sana ckck. Kayak tukang jualan buku dah.

 

pulang

Pulang!

Lain kali kita ke sana lagi ya. Tapi ke tempat lain juga. Hihi.

 

 

Advertisements

32 thoughts on “Yogyakarta, Berdua

  1. kei belum kesampaian minum kopi joss T^T…pdhl pas k jogja ud diniatin….
    err… kudu siap tarik urat mba kl sama tukang becak d sana.. =___=” kei sama temen y sempat kyk mba juga…hedeh..

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s