Bumbu Bubuk Kering Penghuni Dapur

Bismillahirrahmanirrahim

SONY DSC

Terkait dengan postingan sebelumnya ala Makcemplung buat emak-emak yang jam kerjanya tinggi dan butuh masak cepat, mungkin bisa jadi masukan. Aku sendiri males lama-lama di dapur, jadi kalau bisa masak ya secepet-cepetnya meski nggak kayak kilat juga.

Kalau menurutku, bumbu penting di rumah adalah bumbu goreng. Bumbu goreng ini bisa buat goreng ikan, ayam, supaya cepat karena emak-emak butuh yang cepat kaaan. Bumbu ini bisa buat ungkep juga. Kalau yang rajin, kadang mereka bikin bumbu dasar merah, putih, kuning. Tapi karena dalam bentuk basah, aku juga gatau tahan berapa lama.

Bumbu dasar kuning / goreng ini turun temurun dari Eyangku. Jadi tiap kali mancing ikan di kolam eyang, tinggal oles, oles, goreng. Kalau mau ungkep ikan atau ayam, tinggal cemplung bumbunya dan siap direbus ayamnya lalu bisa buat stok seminggu.

Ibu biasanya nyiapin mulai dari bawang merah kupas, bawang putih kupas, irisan jahe sangrai, ketumbar sangrai, garam, kunyit sangrai. Sangrai ini gunanya untuk ngurangi kadar air. Garam juga bisa jadi pengawet. Bumbu ini biasanya dijual di dekat tukang-tukang ikan di pasar. Tapi setelah ada obrolan begini, ibu nggak mau beli di pasar lagi:

Suatu kali ibu pergi ke pasar beli bawang dkk. Bawang-bawang busuk dikupas, kata penjualnya buat dibikin bumbu ikan. Nanti busuk dong? Kan pakai pengawet (ya kita tahu sendiri pengawet menurut mereka jaman sekarang). Jadi bumbu yang warnanya bagus itu, pakai bahan busuk, dikasih pengawet pula, dan gatau mungkin dikasi pewarna (kebanyakan nonton investigasi di tipi).

Jadi ibu punya 1 toples besar isi bumbu di atas tadi yang udah ditumbuk, kalau males numbuk, di pasar ada jasa ngalusin tapi harus berangkat pagi banget sebelum alatnya dipakai.

Sejak suka turun di dapur, aku mulai ngumpulin bumbu halus alami kering yang banyak sedia di toko-toko (non msg) beda sama bumbu instan basah / kering merk tertentu yang udah dicampur msg biar makin gurih. Barisan di atas itu yang menurutku cukup dibutuhkan untuk memasak simpel dan cepat. Ada lagi yang ga ikut yaitu bawang putih bubuk.

Ada yang mau menambahkan?

Advertisements

14 thoughts on “Bumbu Bubuk Kering Penghuni Dapur

  1. tambah jinten, jahe, allspice, apalagi ya? selain bubuk, saya pake bumbu kering jg.
    kalo bumbu dasar yg udah digoreng sampe matang tuh bisa dibekukan ga sih? saat punya daun kunyit nanti, saya pengen nyetok bumbu rendang matang, tp dibekukan. bisa ga ya?

    • oiya, itu ada, jinten tapi asli bukan bubuk. ew, kalo digoreng matang nggak tau mba, biasanya malah basah gitu dimasukin kulkas. mungkin bisa dicoba sedikit dulu biar kalo gagal nggak sedih hihi

  2. Yg bkn bubuk yg selalu ada di dapurku: kayu manis, kapulaga, pekak (star anise), cengkih, black pepper, dan sisanya kyk stok kamu di foto itu. Ini br urutan masakan Indonesia, masakan bule bererot jg herbs nya :-))

  3. Yg harus ada di dapurku bubuk ketumbar dan yg masih biji, biasanya buat bumbu sate yg dicampur kecap manis sebelum daging dibakar dan satu lagi bubuk kencur walau jarang dipakai

  4. Didapurku yang sering kepake ya ketumbar bubuk. Secara sehari2 makan tahu tempe. Sisanya masih mengandalkan ulek mengulek aku. Maklum pengacara, pengangguran ga ada acara jadi banyak waktu buat ngulek haha. Kalau sudah kerja mungkin nanti mulai melengkapi bumbu bubuk

    • iya mbak, kalau lagi laper banget dan diburu waktu memang mudah banggetszzzz. Aku aja lagi jatuh cinta sama bawang putih bubuk, tapi kalo lagi sempet ngulek ya ngulek, tumis ya keprek aja.

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s