Honey, Moon

Bismillahirrahmanirrahim

Kamu hanimun ke mana?

Aku? Aku nggak hanimun. Dapet jatah libur 7 hari dari Puskesmas aja udah bersyukur banget. Dan selama 7 hari itu aku dan suami nggak boleh kemana-mana dengan alasan masih banyak tamu ke rumah. Ya ada sih yang ke rumah, tapi nggak banyak. Kadang lagi ileran di kamar, eeeh ada tamu hahaha. Isin!

Aku yang pada dasarnya arum alias anak rumahan, begitu punya suami aktif banget pengen kemana-mana yang tiap hari ngajakin ke Baturraden yuk ke Baturraden yuk ke Baturraden yuk akhirnya kami berdua naik motor berdua ke sana. Sebelum nikah boro-boro diijinin naik motor naik ke kaki gunung itu, tapi setelah nikah boleh deh.

Di sana sih nggak ngapa-ngapain berhubung aku males jalan, hihi. Ceritanya ada di LINK ini tuh.

Sebelum nikah aku baca buku perencanaan finansial, di sana ada kalimat yang menonjok aku. Bahwa pengantin baru biasanya pengen ngabisin duit buat hanimun dan plesir kemana-mana. Padahal uang itu bisa di – save untuk investasi ke depannya. Kemarin juga denger motivator seorang CEO busana yang lumayan booming, orang-orang yang berhasil itu kadang dia kelihatan nggak punya. Ya nggak kelihatan punya mobil, rumah, tapi ternyata dia punya usaha yang duitnya milyaran.

Ada yang memilih langsung kredit rumah, mobil, dan kendaraan lain. Tapi bagi para pakar investasi, hal ini bukan pilihan yang tepat. Mobil sebagai benda yang mudah habis dan turun harga kalau dipakai. Tentu pilihan membeli mobil bisa ditunda dulu, uang yang kita punya bisa kita berdayakan untuk menelurkan uang lagi.

Hal yang kayak gini sangat menginspirasi meski pada kenyataannya sangat susah direalisasikan, maka aku pun masih banyak belajar.

Kembali ke hanimun. Suatu kali aku iseng bilang ke suami pengen ke Bali. Dijawabnya dengan, “Mahal, cari yang dekat aja.” Jadi perjalanan terjauh kami adalah Yogyakarta, dengan makanan yang..

A : Pengen solaria di mall.

S : Mahal, ini aja gudeg.

Hehe. Aku sih nggak banyak protes, soalnya aku tahu suami punya pengalaman saving duit lebih tinggi. Dia pernah ngumpulin duit beasiswa supaya nggak banyak terpakai di sana. Makanya dulu dia kurus gitu, begitu nyampe Indonesia lagi melar dah. Haha.

Tapi kalo soal buku jangan ditanya deh. Aku pernah uring-uringan karena suami kalau beli buku tuh nggak diitung. Masak pulang dari Yogyakarta kaya tukang kulakan buku. Banyaaak banget. Cuma kata dia, buku-buku itu investasi. Dia beli dengan harga sekian, terus dia bikin penelitian dll seharga sekian ++ jadi uang bukunya balik. Dibilang gitu ya mingkem deh.

Aku punya banyak keinginan. Dan masih harus banyak berjuang. Jadi kalau jalan-jalan yang butuh duit cukup banyak, mari nelan ludah dulu. Hidup berumahtangga memang bagusnya dari 0 dan sengsara dulu. Selalu begitu kan. Dari yang aku denger dari para orangtua. Kayak gini aja udah harus disyukuri, meski tetap harus usaha ya.

Oya, dan ga boleh kebanyakan liatin rumput tetangga. Kita nggak tahu apa yang hilang dari mereka atas apa yang mereka dapat sekarang. Betul kan? Jadi kalau ada orang lain bahagia, punya mobil bagus, rumah bagus, keliatan jalan-jalan mulu, kita nggak boleh iri. Kita kan nggak tahu, rejeki orang kan beda-beda. Orang ngeliat aku dokter, dipikirnya duitnya banyak tinggal duduk kali… padahallll. Haha. Pertama niatkan baik, jangan melulu duit. Tapi kelolalah duit kita sebaik-baiknya meski tidak banyak, dan banyak bersyukur.

Note to my self bangeet.

Se ma ngat pompom! Yeyeye.

Advertisements

18 thoughts on “Honey, Moon

  1. hai mba salam kenal,

    waktu honeymoon aku terperangkap di jakarta dan males kemana mana 😀 sebagai pengantin baru dan masih mahasiswa aku merasakan rasanya berhemat ga bisa beli buku dan jalan-jalan T.T

  2. ga pernah mikirin honeymoon. mikir nabung buat mudik aja.
    iya betul, kalo ngeliat enaknya tetangga mulu, jadi lupa apa yg sudah kita dapatkan, jadi lupa bersyukur.

    • hahaha, nasib anak rantau. sama mbaa, suami juga uangnya habis buat nengok istri hihi.. alhamdulillaahh. iya, kadang kalau lagi mikir, apa ikhtiar kurang ya? tapi balik lagi bersyukur dan bersedekah, diingatkan lagi

  3. Ahahaha rumput tetangga emang bikin silau ya Mba. Harus banyak bersyukur… aku juga gitu, kalo liat si A,B,C kok idupnya enak ya jalan2 terus. Tapi terus keingat oh iya sih dia kerja keras. Atau oh iya sih jalan2 melulu enak, tp suaminya sang pendana orangnya controlling. Jadi inget kl idupku gak kurang suatu apa jg… kurang jalan2nya sih #eh makanya mesti rajin ngirit hehe. Suaminya lucuk banget beli buku borongan 😀

    • Hahaha, iya bener harus kayak gitu ya, mereka dpt yang kita g dapat tp juga sebaliknya.

      Haha iya tuh, klo sama buku keilmuan yg dia suka g ngerti deh nahannya 😂

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s