SPD atau Skoliosis?

Bismillahirrahmanirrahim

Sejak kamis 11 Juni 2015 aku merasa daerah lipat paha kananku nyeri. Nyerinya tidak menjalar, tapi sangat nyeri kalau sedang kumat. Kumatnya sering, meski kadang hilang. Kalau sedang berjalan, tiba-tiba kumat, maka aku nggak berani lanjut jalan karena sangat nyeri, mau duduk pun kalau berubah posisi pasti nyeri. Kadang aku gabrukin aja tubuhku di lantai, huhu. Kalau waktunya shalat dan pas lagi kumat, ughh.

Hari berikutnya masih sama. Sampai aku nggak bisa kemana-mana, mobilitas menurun, nggak berani keluar rumah takut kumat. Aku mulai mencari tahu. Dari beberapa pengalaman dan jurnal yang ada, ada yang dinamakan dengan SPD (Symphisis Pubis Dysfunction). Beberapa gejala, penyebab, sangat mirip dengan yang aku alami. Penyebab paling seringnya adalah hormon relaxin yang release terlalu cepat, sehingga ligamen di pelvis/panggul melonggar untuk persiapan melahirkan. Hal ini banyak dialami pada TM 3 tapi kadang sudah muncul di TM2.

Penyebab yang lain adalah peningkatan BB yang cukup signifikan (yes, aku mengalaminya, sudah 9-10 kilo di bulan ke – 5) juga BB bayi, aktivitas yang terlalu tinggi, dll. Aku merasa pede menegakkan diagnosis ini, dan mulai mencari tatalaksana-nya. Dulu aku sama sekali nggak pernah dengar, dan katanya memang tidak semua DSOG mengetahui hal ini ini secara detail (wallahu a’lam).

Tapi di luar itu, aku coba konsulkan pada dr.Prita,Sp.OG (DSOG JIH aktivis BSMI) via sms (makasi sekali dok atas waktunya… huhu) Kalau menurut dr. Prita, ini bisa jadi skoliosis, atau flat foot, dll, justru arah ke SPD tidak ada. Berhubung suami dr. Prita adalah dr. ortopedi (dr. Basuki, Sp.OT) jadi dikonsulkan sekalian ke beliau, hihi. Karena katanya ada beberapa pasien dr. Prita yang sepertiku, setelah refer ke Ortopedi malah hasilnya skoliosis.

Saat diminta foto punggung untuk melihat simetris tidaknya bahu, aku mengirim foto menggunakan manset. Harapannya sih supaya skapula atau tulang belikat terlihat, karena kalau betul skolio antara kanan-kiri ada perbedaan. Tapi apa daya isinya lemak semua. Tapi setelah dilihat dr. Basuki, Sp.OT memang ada perbandingan di bahu kanan dan kiri. Jadi intinya aku skoliosis, meski kalau untuk derajat harus dilihat rontgent tapi aku yakin derajatnya ringan sekali.

Disarankannya adalah pencegahan ke arah yang lebih buruk, jadi rajin renang (ga bisa renang padahal), tidak angkat berat (bayiku mau digendong siapa nanti, huhu), tidak naik motor (kalau ke klinik pagi nggak ada mobil nganggur), tidur di kasur yang rata. Tapi aku akan berusaha melakukan pencegahan. Selain itu aku juga melakukan tatalaksana untuk SPD yaitu menggunakan maternity belt  (tadinya aku cari merk sorex tapi nggak nemu, ada yang serupa dan harganya juga nggak lebih dari 50 ribu) untuk menopang perut, juga beli ice pack /ice gel untuk digunakan kalau nyeri (dibekukan dulu) seharga 24 ribu (bisa untuk ASIP juga nanti). Selain itu aku juga melakukan exercise untuk SPD. Selain itu juga perlakukan dengan baik tulang panggul, hehe, seperti cara naik tangga dengan benar, tidak terlalu banyak berdiri atau berjalan, naik mobil dengan mengangkat 2 kaki secara bersamaan, dll.

Di hari ke-empat, kambuhnya hanya di pagi hari kalau bangun tidur. Semoga nggak akan kambuh lagi atau makin parah.

Alhamdulillah makin tua berangsur hilang. Pas habis lahiran udah hilang. Sempat takut pas lahiran kambuh, ternyata enggak.

Kalau butuh bacaan, silahkan dibaca-baca:

SPD Pregmed

Jurnal SPD NCBI

Self Care for SPD (video) 

Pengalaman SPD

Advertisements

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s