Hidroponik Bertingkat ala Rumahan

Bismillahirrahmanirrahim

Suatu kali bapak beli buku hidroponik, kupikir kayak biasa aja cuma buat bacaan eh ternyata sedikit-sedikit ngumpulin kebutuhan buat bikin di depan rumah. Karena masih kerja, jadi bikinnya biasanya sore atau weekend. Pas sayurnya belum gede sih aku masih belum bisa posting, takutnya gagal. Eh ternyata akhirnya gede meski belum masa panen (45 hari) jadi aku posting di IG dan DP BBM cukup banyak yang antusias, makanya aku tulis di sini terutama buat dr Prita dan mba Deny.

Hidroponik Bertingkat

Hidroponik Bertingkat

Tapiii tetep ya, penjelasanku cuma ngerangkum dari ‘wawancara singkat’ sama bapak yang belajarnya juga dari buku dan internet aja, xixi. Kalau ada yang lebih tahu, share dan perbaiki juga boleh.

Rumahku ini di perumahan kecil, asli kecil. Taman cuma ada di depan, itupun udah penuh karena apa aja pengen ditanam dan ngerawatnya malas. Kebun sih ada, tapi karena nggak nempel rumah jadi difungsikannya buat tanaman gede aja macam mangga, jambu, pepaya, dll. Jadi mungkin itu yang bikin penasaran Pak Bos buat bikin hidroponik ini.

Tipe-tipenya macam-macam. Yang diambil kali ini adalah hidroponik bertingkat metode NFT (Nutrition Film Technique), untuk ditaruh di pagar rumah.

  1. Bapak pesan dudukan pipa untuk dipasang di pagar, terbuat dari besi. Pesannya di tetangga aja sih.
  2. Pipa paralon (PVC) dengan ukuran yang disesuaikan panjangnya, dilubangi (menggunakan gergaji bundar) dengan jarak antar lubang sekitar 20 cm dan diameter 6 cm. Di ujungnya diberi tutup yang dilubangi untuk aliran air nutrisi. Paling atas kerannya yang mengalirkan nutrisi dari bak nutrisi, lalu turun ke tingkat bawahnya, sampai pipa paling akhir dan nantinya masuk lagi ke ember nutrisi. Kita gunakan pompa untuk menaikkan air nutrisi ke tingkat pipa paling atas.
  3. Nutrisi : Ada yang dinamakan AB mix. Jadi kita nggak pakai pupuk ya, tapi pakai nutrisi. Ada yang bungkusan besar dan kecil. Ada caranya sih di kemasan. Misal yang kecil : Untuk buat Stok kita encerken nutrisi A dengan 500 ml air dan B dengan 500 ml air dalam wadah terpisah. Belum boleh dicampur ya, ini namanya Stok. Untuk nutrisi siap pakai (yang dialirkan ke pipa dari ember nutrisi) kita buat lagi dengan perbandingan nutrisi A 5 ml dan nutrisi B 5 ml untuk diencerkan di 1 liter air.
  4. Lalu kita kan punya benih, benih ini disemai dulu di rockwool (seperti busa bentuknya). Rockwool ini harus basah, bisa dengan air atau dengan nutrisi. Lihat fotonya ya, seperti itu cara pembenihannya. Lalu benih yang sudah tumbuh dipindahkan ke netpot bersama dengan rockwoolnya sekalian untuk dipasang di lubang pipa. Netpot nya tentu disesuakan ukurannya dengan lubang pipa. Netpot boleh diganti pakai benda lain yang mirip, yang penting tebal supaya awet.
  5. Nah setelah dipindahkan ke pipa, akar-akar sayuran akan menjangkau air nutrisi yang mengalir di pipa itu yang bikin dia cepat besar.

Selamat mencoba yaa, sekarang banyak grup tentang hidroponik kok.. nggak susah. Dan kalau baca buku juga masih bisa diaplikasikan, pilih saja yang paling mudah dan murah.

Advertisements

8 thoughts on “Hidroponik Bertingkat ala Rumahan

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s