Kontrol Bulan 2

Bismillahirrahmanirrahim

Sabtu 14.3.15

Paginya minta tolong Bapak nulis antrian di depan poli kandungan di RS Elizabeth Purwokerto. Udah antrian ke 18 padahal bapak datang setengah 7 pagi. Curiga tu antrian udah disiapin dari semalem, besok-besok nulis malam aja kali ya.

Karena perkiraan masih lama, kami baru ke RS setengah 11 eh ternyata nggak semua yang nulis antrian di atasku udah datang. Jadi nggak perlu nunggu lama pake banget (lama doang) aku udah dipanggil. Kasian yang udah datang dari jam 8 mereka nggak juga dipanggil karena nomor antriannya masih jauh. Untung dulu aku searching dulu dan nanya temen-temen gimana kalau periksa di dr. Y Sp.OG ini.

Aku masuk sama adikku. Niatnya sih pengen dia ngerekam video suara denyut baby, eh dianya anteng ga ngeluarin hape. Alhasil dr Y ngeburu-buru suruh direkam begitu beliau memperdengarkan suara ajaib itu lagi. Ya, di UK 8w1d, kalau usia di USG 8w0d baby sudah ngasih info kalau dia ada di sana. Alhamdulillah usianya sesuai, juga denyut normal.

Oya, aku juga konsul hasil laborat. Sebelum nikah, hasil laboratku semua negatif (Rubella IgG, IgM. CMV IgG IgM, dan Toxo IgM) kecuali Toxo IgG ku pernah positif. Ini berarti aku pernah terpapar virus toxoplasma entah darimana (aku dulu kadang main kucing meski nggak pernah pelihara, suka sayuran mentah, sate, dan waktu koas juga berhubungan dengan bayi dengan toksoplasma). Aviditas Toksoplasmaku high, artinya aku sudah terpapar lama sekali.

Nah karena punya riwayat itu aku kembali cek lab lagi. Hasilnya cukup mengejutkan. Toxo IgG nggak heran masih + karena memang dia nggak bisa hilang, karena sudah menjadi kekebalan. Tapi sekarang CMV ku IgG nya juga +. Aku stres. Kuingat lagi, aku memang pernah kontak dengan baby nuborn yang waktu itu diduga kejang. Observasi di Puskesmas nggak kejang, lalu dibawa ke RS dan hasilnya CMV +. Sedih banget aku… 😦

Malamnya aku langsung demam menggigil. Iya memang karena telat makan sama kena gerimis juga. Padahal biasanya mah yang kayak gitu ga bakal bikin demam. Makin cemas aja aku, karena ketahanan tubuhku menurun. Tapi pas konsul dr. Prita, Sp.OG via sms aku agak tenang, karena kalau beliau termasuk yang nggak ngasih terapi dengan hasil lab yang seperti di atas. Tapi kalau cemas boleh minum suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Waktu konsul ke dr. Y, Sp.OG beliau juga menganggap ini bukan hal yang mengkhawatirkan. Nilainya masih kecil juga. Jadi tidak perlu obat. Tapi memang harus jaga kondisi, nggak boleh drop.

Untuk cek TORCH (minus Herpes Virus) dan cek Hb di Medico Labora Purwokerto, dikenai biaya Rp. 1.017.000  ini menurutku lebih murah dibanding lab lain. Apalagi karena ada kerjasama klinik, diberi diskon juga. Alhamdulillah.

Semoga pengalaman kali ini bermanfaat 🙂

Advertisements

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s