Kunjungan Pertama ke DSOG

Bismillahirrahmanirrahim

#throwback

Setelah cek tespek positif, pasti para ibu akan memastikan apakah benar ia hamil? Makanya pertama kali yang kupikirkan adalah ke dokter mana? Ada beberapa pertimbangan. Kalau dokter-dokter yang ngajar waktu koas dulu sih udah tahu karakternya udah gitu suka kasih diskon sejawat, tapi laki semua. Suami menyarankan untuk ke dokter kandungan perempuan. Di kota ini baru ada 2 dokter kandungan perempuan, keduanya belum pernah kutemui (ralat: udah nambah 2 dokter lagi, yeay).

Aku memilih ke dr Y, Sp.OG karena ibuku juga beberapa kali papsmear dengan beliau. Kalau tanya teman, kebanyakan mereka memilih dokter lain. Memang ada beberapa dokter yang terkenal di kota ini, karena ramah terutama, asyik diajak konsultasi, dll. Kalau galak, jutek, cuek, siap-siap ditinggalkan. Nah sayangnya dokter yang asyik ini penggemarnya bejibun dan antriannya super. Kalau nggak punya koneksi ya siap aja sampai jam 12 malem lebih.

Aku nggak suka antri. Apalagi suami jauh di pulau seberang. Jadi aku memutuskan ke dr Y di RS swasta tempat praktek utamanya. Tadinya mau ditemenin ibu, tapi ribet aja secara jadwal kerja kami gak klop. Akhirnya daripada ribet aku berangkat sendiri. Pagi sebelum ke klinik, nulis antrian dulu di depan poli Obsgin di RS. Jam 7 aja udah banyak yang nulis namanya. Terus jam 12 selesai klinik aku langsung ke ATM dan segera meluncur ke RS sampai lupa harus hati-hati bawa motor.

Sampai di sana langsung tensi dan timbang. Lalu daftar, dapat kartu, bayar administrasi dan biaya dokter, lalu menunggu dengan cemas.

Menunggu sendirian, dalam kondisi seperti itu cukup menyedihkan, meski nggak cuma aku sendiri yang tidak ditemani suami. Hehe. Grogi abis deh pokoknya, harap-harap cemas karena aku mengharapkan hasilnya betulan hamil dan kondisinya baik.

Setelah dipanggil,

dr. Y : Gimana? Ada apa?

Aku : Ini… saya sudah terlambat haid.. berapa hari ya….

dr.Y : Ooooo, hamiil?? Yang keberapa?

A : Pertama dok

dr. Y : HPHT ?

A : menyebutkan Hari Pertama Haid Terakhir

dr. Y : Sudah jelas kan tespeknya? Nggak samar? Yuk tiduran di sana. Ini masih 4 mingguan, masih kecil buangeet. Semoga kelihatan ya. (Aku udah serem kalau disuruh tranvaginal USG)

Setelah dr. Y entri data, transducer USG diarahkan ke perut. Tarik napas, hap! Capture.

dr. Y : Tuh, keciiilll.

IMG_20150220_175008

Selesai. Aku senyum-senyum sendiri. Alhamdulillah akhirnya aku bisa lihat kamu.

dr. Y : Umur segini masih rentan keguguran. Nggak boleh kelelahan. Kuku dipotongi. Jangan makanan mentah, pengawet, dll.

Lalu aku cerita kalau dulu iGg toxo pernah +, tapi keputusan cek lagi terserah aku saja katanya. Mau diresepin folavit, aku bilang baru beli untuk 1 bulan, jadi nggak jadi dikasih resep. Ditanya kerjanya apa sambil beliau liat Rekam Medik, “Oalah, dokter to, kok nggak cerita.” Dapet free USG.

Aku senyum aja. Ya, kunjungan pertama cukup menyenangkan. Pulang dari RS aku naik motor pelan-pelan kayak naik keong. Udah gitu memutuskan nggak mau naik motor dulu di TM1. Dan sekarang lagi di rumah aja sementara keluarga lainnya kondangan ke pernikahan sepupu cantikku yang kusayang.

NB: postingan ini draft yang baru keluar, rencananya akan disatukan di ‘menu’ supaya rapi

Advertisements

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s