1 Minggu Setelah Melahirkan

Bismillahirrahmanirrahim

Selama koas obsgyn (kandungan kebidanan) aku udah banyak menemukan berbagai macam tipe ibu yang akan melahirkan, tanpa pernah tahu bagaimana rasanya. Teriakan sahut-sahutan, ngakunya ga hamil (tapi udah mau lahir aja), nyesal bikin karena ngeluarinnya sakit (biasanya ini nona), sampai yang santai banget et causa kelahiran anak ke 5 dst.

Dan well, setiap aku cerita tentang melahirkan ke teman yang akan melahirkan, nggak bisa dipungkiri aku cerita kalau.. ya itu sakit, meskipun semua akan hilang kalau si anak lahir dengan selamat.

Aku pro IMD, pro ASI, rooming in, bedding in. Tapi, nyatanya saat IMD (Insisiasi Menyusu Dini) bayiku merintih di dadaku, meski waktu lahir dia nangis keras. AC menurutku nggak terlalu dingin. Tapi ya, si bayi harus dibawa ke ruang lain. Aku ditinggal, dijahit, semua keluarga mengawal si bayi. Selama masa koas bagian anak, banyak nyawa dijemput salah satunya dengan cara… lahir biru, asfiksia, menangis merintih. Tangis keras itu sehat. Sambil nyeri dijahit, aku nggak tahu apa kabar bayiku di sana.

Datang-datang suami, pas kutanya gimana si bayi. Dengan wajah datar dia bilang, “Iya udah nggak nangis.” “HAH, maksudnya apa? Nggak nangis gimana?” “Iya, udah nggak nangis, kamu kok panik? Udah tidur.”

Entah banyak nonton sinetron atau terngiang cara menyampaikan berita buruk. Bayangin aja kalau ibu-ibu yang berharap anaknya nangis kenceng, dibilangin kalau anaknya udah nggak nangis suka parno hehe. Setelah kupastikan, ternyata memang sehat. Cuma dia emang kedinginan, jadi selama di ruang bayi dia masuk inkubator dan diberi oksigen pakai head box. Bapak-ibu juga sempat cemas karena bayangan mereka bayi sehat nggak akan masuk inkubator.

Karena belum pulih, belum bisa pee, belum bisa duduk lama, aku dipindahkan ke kamar siang hari (melahirkan jam 6 pagi). Bayi masuk kamar sore hari setelah mandi. Perjuangan pertama menyusui. Aku masih pada keyakinan lambung bayi kecil, dan 3 hari masih ditolerir. ASI ku nggak banyak, bahkan mungkin nggak ada. Di saat ibu lain PD sudah terasa penuh, PD ku kosong. Tapi bayi merah belum protes, dia lebih suka tidur.

Bayi pulang dengan bilirubin 5. Ikterik, kuning wajar. Harus cek bilirubin 2 hari kemudian, jemur dan susui. Bayi pulang, hore! Besoknya bayi demam, masih skin to skin, turun sedikit. Di popok ada bercak merah oranye. Darah? Bukan, hal ini wajar pada bayi merah. Tapi di esok hari suster judge merah di popok itu karena dehidrasi, ibuku makin panik.

Hari berikutnya aku-suami-bayi, cek bilirubin di RS. Nilainya 16. Maximal 11. Dang. Suhu : 38 . Tunggu instruksi Sp. A dan ini indikasi rawat inap untuk foto terapi. Aku nangis seketika itu juga. Telepon ibu sambil nahan tangis. Ibu langsung pulang kerja. Dari situ… judge makin parah : salah ibunya nggak mau ngasih sufor, dokter tapi kok nggak tahu. Mungkin di situlah aku mulai masuk baby blues tapi aku nggak sadar kalau aku stres… ke depannya selama seminggu aku betul-betul ‘biru’ pucat.

Cerita nginap di RS selama 3 hari sambil nungguin fototerapi, besok lagi deh belum edit fotonya ^^ .

Yang jelas, selama 1 minggu itu aku bagaikan zombie. Jalan belum rapi, muka pucat berantakan, belum menemukan posisi menyusui yang pas dan nyaman menyebabkan migrain, nyeri tengkuk, keringat selalu bercucuran kayak hujan, mata kuyu, ditambah harus selalu tampil prima saat tamu datang, bayi sering nangis jerit karena kurang minum. Hahaha.

Tapi terimakasih untuk suami yang rela tidur di lantai, selalu bikin susu kedelai + katuk, pijat oksitosin, dan 1 bulan cuti sambil dinas luar 😀

Tips untuk ibu baru dariku…

  1. Usahakan IMD
  2. Perawatan PD sejak sebelum melahirkan
  3. Siapkan lagu relaksasi, movie, di hp untuk menemani begadang. Atau tv kalau ada di kamar, bagus juga.
  4. Bantal menyusui, untuk bayi kecil butuh juga.. enak karena sampai samping
  5. Siapkan susu, cemilan, buah, pokoknya harus banyak makan. Minum pun banyak. Suplemen terutama suplemen besi.
  6. Baju menyusui harus nyaman, latihan menyusui sambil tiduran ya, hehe. Dan kalau sambil tiduran, enaknya baju piyama kaos.
  7. Selama bayi tidur, ikutlah tidur. Jangan lupa bangunkan tiap 2 jam ya. Bagusnya pakai popok kain aja.
  8. Panggil tukang pijet/ke salon/spa massage
  9. Aku baru bisa pijet entah kapan deh itu, dan itu sakit banget dan aku nyesel dipijet dukun pijet ibu hamil karena pada dasarnya aku nggak kuat dipijet keras-keras. Tapi dukunnya berdalih, ini ototnya tegang jadi sakit, saya cuma ngelus doang kok.
  10. Ayah wajib mendukung, siapkan ayah untuk selalu membantu kebutuhan ibu dan bayi yaa. Ganti popok aja itu sangat membantuuu.
  11. Kalau belum berani mandiin, panggil suster (biasanya di RS sedia) untuk mandikan. Paling ga sebelum puput.
  12. Ada yang mau nambahin?

Banyak juga yaa.. mumpung bayi lagi anteng ^^ Oyaaa… masa-masa begadang masih akan berlanjut paling ga sampai 2 bulan, 3 bulan udah mulai agak tenang karena miminya bentar-bentar doang.

Advertisements

10 thoughts on “1 Minggu Setelah Melahirkan

  1. Semoga cerita ini dibaca oleh ibu ibu yg suka nge bully ibu ibu yang ngasi sufor. Pdhal aku tau pasti banyak ibu ibu yang berjuang keras untuk bisa ngasi ASI. Dan tidak sedikit yang gagal. Ponakan ku yg melahirkan bulan lalu dan ternyata ndak keluar asi nya, langsung nangis termehek mehek krn bayi nya sampe sore ndak pipis, langsung aku instruksi su for, ponakan ku berkeras mau nunggu ASI keluar. Tp akhirnya luluh begitu ngelihat si dedek lahap minum su for, hmmmm ternyata ngasi ASI tidak se gampang yang dibayangkan… bayangan bayi begitu ditempel di PD ibu langsung rakus ngisep, ternyata tidak terjadi pada semua bayi. So tetep harus appreciate ama ibu yg ngasi su fir krn ASI ndak keluar. Jangan di bully

  2. Tips tambaha:
    1.Sediakan breaspump. Menurutku itu membantu banget buat hari2 pertama. Karena bayi harus di mimi setiap 2 jam, padahal klo dia tidur susah banget banguninnya, salah satu cara ngakalinnya si ibu bisa pumping dan nanti asipnya di suapin ke si kecil pake sendok/cup feeder.
    2. Sebelum menyusui/pumping kompres PD dengan air hangat sambil di pijat2.
    3. Minum air putih minimal 3 liter dan jangan minum kopi/teh.

    Hmm.lebih lengkapnya nanti deh klo postinganku sudah terbit, masih belum kelar nulisnya hihihi…

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s