Foto Terapi

Bismillahirrahmanirrahim

Waktu koas dulu, ada 1 stase anak yang di dalamnya harus menginap 2 minggu tanpa pulang di NICU. Salah satu ruangannya adalah ruang foto terapi, di mana bayi silih berganti harus disinar biru karena bilirubin tinggi. Tapi, nggak nyangka akan mengalaminya sendiri.

PD sebelum melahirkan nggak rembes dan nggak ‘isi’, ga pake pijat karena khawatir merangsang kontraksi (yang mana seharusnya mulai dirawat, kalau usia kehamilan aterm nggak terlalu masalah). Sampai melahirkan, sampai breast care, hanya sedikit colostrum (ya memang harusnya keluar sedikit sudah cukup) itu pun harus dipijat ekstra. Di mana ada ibu lain yang belum melahirkan sudah rembes, dan begitu melahirkan bayinya gampang nangkap karena nipple yang mudah ditangkap, itu nggak terjadi.

Kelihatan ya, kalau di tempat terang ikterik/kuningnya lebih jelas. Jaman BB turun, masih bayi merah kurus banget. ASI yang masih seiprit-iprit.

Jadi pada hari-hari awal, terutama 3 hari pertama, bayi kurang asupan. Yang menurut teori, lambung bayi masih kecil dan meski ASI sedikit nggak masalah. Dan aku kekeuh di teori itu. Tapi qadarullah si bayi demam di hari 3, turun dengan skin to skin, dan naik lagi di hari 4. Mrengkel? Enggak, orang tepos. BAK + BAB -. Di hari ke-4 memang bayi suruh datang ke RS untuk cek bilirubin, karena saat pulang bilirubin bayi di angka 5. Di rumah, si bayi memang kuning. Tapi kadang menghilang. Setelah dicek di RS, bilirubin di angka 17 (seharusnya paling tidak di bawah 11) dan demam 38, harus foto terapi.

Maunya kekeuh ASI, tapi nggak mungkin lagi.. aku pompa cuma basahin pantat botol. Padahal bayi demam harusnya dapat asupan ASI yang banyak. Alat foto terapi pun antri, karena nggak cuma si bayi ku yang pakai. Apalagi alat baru, yang cuma butuh 6 jam sekali sesi sementara alat jadul butuh 12 jam. Aku nangis pas bayi dibawa untuk masuk kamar isolasi. Nelepon ibu yang langsung ijin pulang kantor.

Begitu masuk kamar bayi, judge pertama yang diberikan adalah “Duh kasihan, nggak nurut sih suruh kasih sufor. Asi mu (waktu latihan menyusui sebelum pulang) nggak ada!” Nenek si bayi sama juga, kenapa nggak nurut waktu suruh pake sufor, kekeuh aja sih kamu. Suster pun begitu, “dokter, kok nggak tahu ya?”

Fine… Berhubung nggak tega pulang, ambil kamar buat nungguin si bayi. Kamar isi 2 orang, yang alhamdulillah jadi buat kami (aku dan suami) aja karena penghuni sebelah nggak jadi ngisi. Di 5 jam pertama foto terapi di alat lama suhu badan bayi naik lagi. DSA visit, harus stop foto terapi sampai suhu di bawah 37,5. Observasi suhunya naik karena termostat nggak stabil atau memang ada infeksi. Cek laborat juga, ternyata leukosit nggak naik, berarti nggak ada tanda infeksi atau sedang menuju ke infeksi. Kalau nggak turun juga, masuk antibiotik Lapixime injeksi sekali aja. Kalau udah turun, baru boleh lanjut. Akhirnya setelah antibiotik masuk, jam 11 malam bisa mulai lagi dengan alat yang baru.

Setelah 3 hari dirawat akhirnya bayi boleh pulang. Alhamdulillah. Selama 1 minggu nggak napsu makan. Mompa asi keluarnya sedikit. Nangis mulu, baru ngerasain betapa sedihnya kalau anak sakit.

BB bayi yang pas masuk turun 3 ons, begitu keluar RS naik lagi 1 ons. Ikterik pun berkurang, tinggal bagian muka dan sklera mata. Tinggal jemur tiap pagi, minum banyak, dan kontrol 1 minggu kemudian. Kontrol oke, meski kuning di sklera belum hilang tapi tetap jemur lama-lama hilang.

Tiap pagi jam 7 an jemur cuma pakai pampers dan mata nggak kena matahari langsung. Dibalik supaya punggung juga kena. Ikterik/kuning pada bayi bisa merupakan fisiologis (normal) atau patologis (tidak normal). Selama ikterik di atas perut (wajah dan dada) insyaAllah masih di bawah angka 11. Tidak ada BAB pucat, mimi oke. Jemur aja insyaAllah hilang sendiri.

Makasi buat Pak Suami yang ngocol supaya istrinya nggak sedih lagi. Yang meski ke RS sambil bawa laptop buat bikin kerjaan, yang katanya molornya duluan sementara istrinya bolak-balik kebangun. Kita malah kaya nginep di hotel, berasa liburan…

Alhamdulillah sekarang si bayi sudah berhasil lepas susu formula dan pakai ASI, meski ibunya mbelani nggak banyak ambil jam praktek karena ASIP nya nggak sekulkas. Alhamdulillah. Dan meski anak kita ASIX, share pengetahuan, pengalaman, boleh bangettt! Tapi jangan ada kata bully please… karena semua ibu pengen anaknya ASIX, dan karena dampak kata-kata itu jadi baby blues, stres, berujung ASI mampet.

Tips ASI deras. Karena aku benar-benar merasakan dari PD rasanya nggak pernah penuh sampai sekarang cukup untuk diminum bayi berat 8 kilo usia 3 bulan jalan 4 bulan.

  1. Happy, yes. Tapi untuk menjadi happy saat stres dan kewalahan dari status single yang bisa kemana-mana menjadi tahanan rumah itu nggak gampang. Pertama, harus minta bantuan suami ya, terutama masalah popok karena sebaiknya bayi pakai popok kain. Malam hari, boleh pakai pampers untuk meningkatkan kualitas tidur bayi dan ibu. Minta bantuan suami untuk mengganti pospak tiap berapa jam sekali. Siapkan cokelat, makanan kesukaan, stok susu enak, dll. Banyak karbo dan protein (lupakan diet sementara ini, oke). Minum cukup. Setel lagu yang bikin nyaman/murattal. Sedia film/drama untuk penghibur kala bosan. Shopping, secara nggak bisa kemana-mana, juga bisa meningkatkan happymeter kita.
  2. Booster. Mulai dari suplemen, susu katuk, jamu uyup-uyup, dan terakhir teh fenugreek aku merasakan dampak yang lumayan di yang terakhir. Silahkan mencoba apa yang menurut ibu sekalian cocok yaa.
  3. Power pumping / manfaatkan growth spurt / rajin pumping dan menyusui. Sejak growth spurt yang (menurutku) kedua, PD jadi lebih berisi. Pumping terutama sebelum menyusui, karena ASI akan terus terproduksi. Kalau ASI dan PD lembek, usahakan sering susui saat bayi dalam kondisi mengantuk, meski nggak LDR dan nggak kenceng alirannya bayi akan tetap ngisap dan itu merangsang PD kita.

 

 

Advertisements

12 thoughts on “Foto Terapi

  1. anak2ku jg kuning. yg pertama jg sampe 17. langsung disuruh foto terapi. langsung lemes. lalu kami bawa ke rs lain, dokternya nyuruh kasih asi aja yg banyak. besoknya dicek lg udah turun jd 15. yg kedua jg gitu. sediiiih gitu bolak balik bawa bayi ke rs. ditambah kondisi emaknya jg belum pulih bener. mana ga bisa jemur kalo lahir musim dingin.
    setuju, ga perlu judging2an. setiap ibu dan bayi punya kondisi yg beda2.
    eh di sini kalo bayi kuning, disuruh pakein baju kuning ato dimandiin pake air yg direndemin emas semaleman. kalo yg pake baju kuning, anggap ajalah foto terapi versi sederhana hehe. kalo yg emas, tahu deh. apakah emas bisa mengubah ph air? ato apanya air? entah.

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s