Terima Kasih Car Seat dan Tragedi Sapu

Bismillahirrahmanirrahim

Car seat. Beberapa ibu pasti memasukkan wish list ini ke persiapan melahirkan. So do I.  Mupeng lah sama car seat dan stroller. Tapi untung diingatkan kalau barang itu tidak akan lama dipakai. Padahal emak baru ini udah siap menghamburkan uang yang tak seberapa. Penyewaan barang bayi menolongku!

Awalnya pajang status BBM : Pinjem bouncer di mana yaa?

<< Bouncer ini sengaja ga beli, siapa tau ada yang kasih tapi ternyata dikasi pas mas bayi sudah gede hihi.

Beberapa teman menjawab Rafa Rental solusinya. Tapi berhubung pengen pinjem bouncer yang ala-ala arteiisss ternyata sedang out lama ga balik-balik akhirnya pake bouncer gendong dewek alias gendong aja sendiri.  Jadi beberapa kali di kemudian hari aku lebih suka pinjem daripada beli barang dan mainan.

Urutan pinjeman untuk mas bayi: stroller, jumperoo, pagar mainan, evamat, push walker. Alhamdulillah semua tepat guna dan tepat waktu. Biasanya kalau mainannya Buni (panggilanku sendiri untukku) angkut ke mobil, mas bayi ngerang minta dibalikin. Begitu juga kalau mainannya dipakai teman sebayanya, dia akan ngejar dan berminat gaplok si pemakai.

Balik ke judul. Jadi aku pengen lebih mandiri dari sebelumnya, kaliii, kali aja suatu saat pindah ke Luar Negeri kan siapa tahu udah bisa tanpa bantuan. Jadi pinjemlah car seat ini buat bepergian berdua. Selama ini kalau belanja mas bayi ditinggal aja di rumah. Gak ada yang bisa direpotin mangku bayi buat pergi. Pilihan gendong bayi naik motor sementara blacklist karena ga ada ijin resmi dari tetua.

Untungnya dulu ga kebawa nafsu beli car seat karena nggak semua anak nurut duduk di sana dengan anteng. Ketar-ketir juga duit 70 ribu melayang percuma. Alhamdulillah pas dicoba duduk, dia antusias pengen segera jalanin mobil. Meski mukanya begitu nemplok di car seat itu muka nglesa banget, bersandar di belakang dan anteeeng banget.

Dia duduk dengan pemandangan ibunya lewat spion tengah. Percobaan pertama ajak pergi ke gramedia, tante-nya duduk di sebelahnya. Yang mana menurutnya malah gangguin karena si Tante pengennya bersandar di paha montoknya. Alhamdulillah lancar. Tes kedua dijalankan.

Hari ini ada acara AIMI. Sebagai anak baru aku pengen banget datang. Hari ahad adalah hari tanpa ART. Pipo Mimo – Kakek Nenek adalah orang yang jarang banget mau jalan, karena sepanjang weekday kerja. Jadi aku berangkat berdua bayi. Yang aku takutkan kalau di jalan dia reang (yang mana artinya adalah ribut) secara dulu-dulu dia suka begitu. Alhamdulillah lancar mulus, emaknya yang malah tegang di depan.

Eh tragedi belom diceritain. Jadi bayi ini adalah fans berat sapu. Setiap ada sapu dia terobsesi. Tadi dia minta main sapu. Aku cenderung ngebolehin barang yang dia pengen pegang. Jadi aku jagain aja. Eh dia bikin gerakan mendadak dan tiba-tiba nangis sampe ga ada suara lamaa ga bersuara-suara. Aku panik. Kubawa dia ke luar main semprotan. Berhenti tapi nangis lagi. Pipo langsung agak garang, ajak gendong bayi, tapi kuajak lagi dengan dalih mimik. Biasanya dia emang suka kalo nangis gini terus mimik, secara dari tadi kulihat emang dia ngantuk. Sambil mimik kulihatin apa yang bikin dia nangis kok nggak kelihatan apa-apa. Ternyata pas bangun matanya merah 😦 Seharian ini moodnya ga bagus.

Tapi alhamdulillah di acara AIMI dia oke aja. Begitu sampe, kusuapin pisang sama roti tawar karena jam jajan dia ketimpa bobo. Pas kukasih maksi jadi males deh. Jajan sore kutiadakan, akhirnya malem makan lahap banget pake oseng buncis-tahu-ayam-wortel-telor puyuh.

Semakin siang di lokasi, bayi yang bolak-balik minta main keran air akhirnya bosen dan nangis. Jadilah aku pamitan dulu sebelum mendung menggayut berubah menjadi hujan deras. Alhamdulillah bayi mau dan nurut dan senang duduk sendirian di car seat-nya, lalu dia tidur di ayun mobil yang bergoyang.

Sekian. Salam dari kopi, kacang goreng, dan minyak angin.

PS : Mohon maaf bagi para pengurus AIMI Purwokerto yang tadi mau digigit bayi karena menyapa dia yang sedang kesal kebosenan, dia mah gitu.. >,<

Advertisements

2 thoughts on “Terima Kasih Car Seat dan Tragedi Sapu

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s