Bayi Opname

Bismillahirrahmanirrahim

PicsArt_03-28-11.11.10.png

Adalah hari Selasa. Badan tiba-tiba berasa flu dalam sekali jeglek dan merinding-rinding naga-naganya berasa mau sakit (dalam artian sakit beneran). Menamatkan praktek siang itu sambil meriang, dan pulangnya melawan hujan. Sampai rumah udah memutuskan gak akan mandi, karena badanku tidak seperti dulu (Ceila). Sebenernya karena sakit ‘agak’ parah sebelumnya rasanya sama kayak gini, dan diperparah karena maksa mandi. Gak mau mengulangi.

Bener aja sorenya menggigil disko, suhu naik. 38 derajat C. Langsung minum obat dan meringkuk, jadwal jaga sore dialihkan. Nggak berakhir seperti sakit yang biasanya, malamnya masih demam. Adumak… sakit beneran. Kepala nyut-nyutan. Bayi nemplok kayak perangko. Malem masi meringkuk sambil gigil-gigil sedap. Nafsu makan masih bisa dipaksakan.

Ehla kok besokannya, magrib si bayi semlenget anget. Maunya bobooooo. Jam 9 malam ditengok demam, cek suhu 40 derajat. Dibangunin kasi paracetamol oral, dimuntahin. Buru-buru pesan Dumin supp. Dikasi paracetamol dari dub** turunnya cuma 38, naik lagi 40. Nggak mau nyusu, nggak bersuara, tiduuurr aja.

Sebetulnya demam baru 1 hari biasanya sih masih observasi ya, cuma karena anaknya lemes banget dan nggak mau nyusu jadi meski perih diputuskan untuk infus saja. Dikuat-kuatin denger tangisannya. Sampai malam berikutnya setelah masuk paracetamol oral dan injeksi demam masih di kisaran 39 derajat. Ada ptekie (bintik merah) di dada.

PicsArt_03-28-11.19.20.png

Hasil lab alhamdulillah normal, jadi DSA minta urinalisis untuk cari tahu penyebab infeksi. Buat dapetin urin agak susah ya, coba ditatur anaknya nangis. Akhirnya pakai plastik dipakein di dalam pampers, nangiiisss lah gak nyaman, dan berkali-kali nggak dapat juga, sampai sore baru diakumulasiin sampai peras-peras tu plastik 😀

Malam pertama anaknya susah tidur, jadi yang nungguin juga nggak tidur. Secara tengah malam infus macet dan diobok-obok hampir 1 jam untuk cari posisi, yang ternyata 3 jam kemudian tangan bengkak, cairan gak masuk pembuluh darah tapi ke jaringan sekitarnya.

PicsArt_03-28-11.20.20.png

Paginya infus dicopot sambil berdoa demamnya gak naik lagi supaya gak perlu pakai infus. Tapi ternyata demam lagi 38 derajat, tapi masukin Dumin saja dari bawah. Abis itu subfebris saja, anget-anget. Semalam aman. Paginya DSA visit, karena sudah gak demam dan hasil lab serta urinalisis bagus jadi BLPL (boleh pulang).. Yeay!!! Meski sampe sekarang masi males makan dan lemes. Semangat kakak!!

Ada yang punya pengalaman serupa? Pelukan yuk.

Advertisements

8 thoughts on “Bayi Opname

Kamu kayak lagi baca koran deh, di read doang. Komen dooonggg ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s