Dry Socket (Nyeri yang Belum Berakhir)

Bismillahirrahmanirrahim

dry socket

Untuk yang sudah baca postingan sebelum ini, cerita kemarin masih berlanjut. H + 5 odontektomi geraham 3 dan cabut gigi geraham 2 gigiku terasa linu. Awalnya di gigi seri bawah, lama-lama bekas cabutan terasa juga. Karena baru pernah mencabut gigi yang kelihatannya masih baik-baik saja, rasanya odontektomi kali ini lebih parah. Nyerinya belum hilang juga.

Sabtu karena parno, kontrol gigi ke Spesialis Bedah Mulut. Pulang praktek seharian, bau kecut, masuk ruangan langsung aff hecting alias ambil benang jahitan. Laporan nyerinya, katanya ga mungkin berhubungan sama odon. Mungkin karena bengkaknya jadi merembet di saraf.

Hari berlalu sampai H+10 masih belum ada perubahan, malah makin nyeri.  Pas kulihat sendiri seperti ada lubang menganga yang dalam. Akhirnya kontrol ke sejawat, ruangannya sebelahan. Bener aja ada sesuatu. Dry socket. Sebelum kontrol, sudah googling dan ketemu 2 suku kata ini kok agak mirip kasusnya denganku. Tapi karena bukan dokter gigi, aku harus menyerahkan pada ahlinya.

Dry socket adalah  kondisi peradangan yang dialami bagian tulang rahang pada tiga atau empat hari pasca pencabutan gigi permanen. Komplikasi yang terjadi setelah pencabutan gigi ini menyerang 2-3 persen pasien, dan 20 persen dari mereka terpaksa mencabut gigi geraham bungsu (wisdom teeth) bawah. Want to know more about dry socket?

Akhirnya gigiku dikuret jaringan nekrosis-nya, alias jaringan yang mati sampai bersih. Lalu dibuat perdarahan dengan sengaja supaya membentuk gumpalan bekuan darah yang akan melindungi saraf. Setelah setengah jam menggigit kapas, aku makan dan segera minum obat karena cenut-cenutnya sudah lumayan. Kata drg biasanya dry socket ini bikin nggreges, alhamdulillah aku ga ngalamin. Cuma giginya memang senut-senut banget sampai gigi depan, kalau leher sakit entah memang karena si dry socket atau karena salah tidur >,<

Obatnya minum lagi, analgetik, antibiotik, dan NSAID. Sebaiknya kontrol rutin untuk membersihkan gusi, supaya jaringan baru cepat tumbuh. Butuh waktu 7-10 hari sampai pulih. Yah… mungkin makannya harus dijaga dulu ya, jangan nggragas hihi.

Salam sehat. Jangan lupa gosok gigi dengan baik minimal 2 x sehari ya. Dan periksakan gigimu tiap 6 bulan, meski tanpa keluhan. :*

Advertisements

My Second Odontectomy

Bismillah

catsblog

 

Ada yang sudah familiar dengan kata ‘odontektomi’? Odontektomi merupakan tindakan bedah untuk mengambil gigi. Biasa dilakukan apabila Molar 3 alias gigi geraham bungsu (kenapa bungsu, karena dia tumbuh di usia 20-an awal) tidak tumbuh sempurna. Ada beberapa grade, nah M3 ku kalau kata dokter gigi adalah yang paling tinggi grade-nya. Horizontal Class III. Karena si gigi sama sekali nggak muncul di permukaan gusi. Yang artinya dia tiduran, mendesak gigi depannya.

impaksigigi

Operasi pertama dilakukan tahun 2014, oleh drg Helmi, Sp. BM (Bedah Mulut). Seingatku operasi saat itu cukup lama, 1 jam mungkin. Paska operasinya baik, nggak sampai 2 jam darah berhenti, kalau nggak salah ingat ya. Dan nyerinya cukup pakai 1 asam mefenamat sang analgetik andalan karena dulu belum menyusui.

Beberapa hari terakhir kepalaku sering migrain, Tension Type Headache, dan semua daerah gigi bungsu senut-senut. Penyebab primer sakit kepala ada beberapa hal, salah satu yang harus disingkirkan adalah area gigi. Karena pakai kacamata sudah, kok tetap sakit kepala. Nah, akhirnya mulailah ikhtiar.

Sebenarnya pakai BPJS bisa gratis lho. Di Purwokerto ini, biasanya operasi odontektomi Impaksi Molar 3 dilakukan di RS Margono Soekarjo dengan dr. Pedro, Sp. BM. Biasanya, operasinya menggunakan bius total alias General Anestesi. Hmm.. buat orang sepenakut saya, untuk operasi gigi yang bisa dibius lokal ini, nggak mau lah sampai anestesi umum. Hiks. Seram.

Jadi meski harus dengan biaya sendiri, saya lebih pede untuk odontektomi di praktek pribadi dr. Helmi, Sp.BM di jalan Kalibener. Hari itu dengan berbekal budget perkiraan dana 2 juta untuk umum, harga sejawat ada perbedaan. Saya datang ke praktek-an setelah magrib. Jam praktek 4-8 malam. Alhamdulillah nggak menunggu lama, cuma 1 pasien sebelum saya.  Setelah dijelaskan macam-macam, ditawarkan mau tindakan kapan.

Oya, saya sudah berbekal foto panoramic 3 tahun lalu. Saya mau hari itu juga diambil. Okay. Begitu alat disiapkan, injeksi anestesi disuntikkan, dokter lihat M2 kiri bawah saya di depan M3 yang akan diambil, post tambalan. Sementara di rontgent belum ada. Hikkss. Tadinya si khawatir ga jadi. Masalahnya sudah dibius bro! Oya, masalah dibius lokal ini, melalui injeksi. Sakit sedikit, tapi masih lebih sakit sakit gigi ya. Hehe.

Dikasi pilihan M2 mau diambil duluan nggak. Karena sepertinya sudah jelek. Kalau M3 diambil, terus ternyata M2 jelek. Masalahnya jadi nambah panjang. Juga bisa jadi penyebabnya gigi M2 itu yang suka senut-senut dan bikin migrain. Setelah tanya bagaimana kelanjutan proses memamahbiakku kalau M2 hilang, yang artinya ketiadaan 1 gigi geraham itu ya punya arti banyak memang. Kalau dikonstruksi, gigi geraham agak susah. Tapi masih bisa sih ngunyah. Yasudah lah aku rela gigiku diambil. Dalam hati sih sedih. Tapi karena dari penampakan sudah jelek, dan ada kemungkinan M2 itu yang bikin suka migrain. Untuk kasus yang parah bisa timbul nanah dll lha… Kasusnya baru ada belakangan, ditangani juga sama dokternya. Ya akhirnya cabs deh.

Sesungguhnya odon kali ini lebih membuat agak trauma. Tapi masih wajar sih. Cuma lebih tegang aja karena yang diambil 2. Dan tahu nggak kalau tenaga super drg itu saat menarik gigi yang akarnya masih bagus, berasa rahang mau copot juga. Huhu. Ya merem-merem gimana gitu, bikin dokternya agak keki kayaknya karena ambang nyeriku rendah (dipijet aja ga mau keras-keras).

Setelah M2 diangkat, M3 lebih mudah diambil. Dipecah dulu dengan bor berbahan super-keras yang berkali lipat lebih kuat dari baja. Harganya mahal (katanya hihi). Bolak-balik drg bilang ini sulit sebenernya posisinya, kuasa Allah juga karena nggak kena syaraf. Dikit lagi kena ini di bawahnya. Untung M2 diambil dulu.

Oya… drg Helmi, Sp.BM lebih suka tindakan odontectomy impaksi ini diambil secara bius lokal. Pasien masih sadar, bisa diajak bicara, memudahkan saat operasi dan paska operasi yang harus menggigit kassa untuk dep perdarahan.

Sebelum operasi, drg sudah bilang kalau Impaksi M3 meski gigi semua sudah habis, dia akan selalu bikin masalah. Jadi memang harusnya diambil. Masalahnya bisa macam-macam yang jelas seram. Masalah gigi memang nggak bisa diabaikan. Bisa bernanah, infeksi, merambat kemana-mana, merusak gigi lain, dll.

Jadi, sebelum terlambat, ayo periksakan gigimu tiap 6 bulan. Kalau sudah ada indikasi odontektomi, jangan menunggu sering mendapat keluhan yaaa. Salam sehat. Jangan takut operasi gigi, masih lebih menyeramkan kalau anak nggak mau makan. Bhay!

Sumber foto 

Karotenemia : Kulit Menguning karena Wortel? 

Bismillah

Yuhuy.. Hari yang panas hari ini. Tapi tetap bersyukur, setidaknya kami sehat semua. 

Selasa minggu lalu tiba-tiba aku mengalami vomit, diare, dan demam. Sejak pagi, aku buru-buru kontak klinik karena mungkin nggak bisa praktek. Betul saja sampai siang makin parah. Masbayi yang kadang pengen mendekat diasuh ART dulu kecuali saat ng-asi dan bobo. Nrimo banget dia, pas lagi pengen dekat, mainan sendiri anteng, lalu ng-asi sebentar terus bobo siang. Malamnya juga. 

Besoknya sudah mendingan, tapi tetep nggak berangkat praktek. Selang sehari, masbayi vomit ini kali pertama lihat si kecil itu vomit. Lumayan sering ya, sehari ada 5 x kalo ga salah.. Kadang lagi tidur, mancur kaya air mancur taman. Jika sedih rasanya. Badan subfebris, anget aja. Minta minum terus. Berbekal ilmu yang dipunya cuma kukasi obat antimuntah karena biasanya muntah ini merupakan gejala saja bukan diagnosis. 

Hari kedua tambah gejala diare. Dia nggak sampe mules2 segala tapi langsung aja nge-sorrr.. Mulai males makan dan minum. Tapi siangnya aktif aja. Walaupun sudah beli oralit dan prebiotik, tapi karena Pipo Mimo nya khawatir akhirnya dibawa ke RS. Dikasih antidiare, antimuntah, antibiotik. Malemnya sambil tidur pun dia masih diare aja. Nggak rewel dan nggak bangun. Malah bikin cemas.

Besoknya ke DSA langganan karena BAK udah kurang, makan minum berkurang, lemes. Ngeri banget kan.. Kalo dehidrasi. Walauuu nggak ada tanda dehidrasi berat. Akhirnya ketemu dr Bas our fav pediatrician.. Ganti antibiotik. 

Yap. Pada dasarnya anak diare yang terpenting atasi dulu dehidrasi. Makanya penting untuk ngasih oralit, air apapun tajin, air sayur, air teh bahkan boleh. Justru dr Bas nggak ngebolehin minum air putih karena bikin kembung. Sepulang dari DSA masih diare. Tapi yang aku wajibin minum adalah zinc dan prebiotik selain air teh dll. 

Zinc memang pilar diare yang penting banget (meski di hari ke berapa mas bayi mau muntah karena minum zinc kemungkinan refluks karena konsumsi obat terlalu lama). Biasanya meski sudah tidak diare zinc disarankan untuk tetap diminum untuk menghindari kekambuhan. 

Di atas adalah 5 pilar diare menurut WHO, antibiotik diberikan sesuai anjuran (apabila memang benar-benar diperlukan). Oralit menurutku penting, meski pada kenyataannya mas bayi lebih suka minum yang lain ketimbang oralit.

Hari keempat meski masih lemes, tapi dia sudah nggak diare, subfebris masih. Sejak hari senin Pipo Mimo sudah bilang kalau tangan dan kakinya kuning. Hari selasa baru aku bener-bener cek dan ngeh kalau yep sibayi kuning. 

Agak syok yaa.. Secara dia baru sembuh mual muntah demam yang mana bikin parno. Setelah konsul via WA dengan pediatrician, dari fotonya mirip kaya warna kebanyakan wortel. Memang agak oranye gitu. Tapi tetep disarankan ke DSA untuk cek lebih lanjut. 

Perjuangan cari DSA di akhir tahun. Pagi itu agak panik karena aku mulai parno .. Mikir diferensial diagnosis yang mungkin. Aku nyari ganti jaga untukku supaya jam 12 bisa langsung ke DSA pembimbingku dulu, karena dr. Bas gak praktek. Sudah dapat, pas nelpon RS ternyata beliau keluar kota. Akhirnya tetep jaga dan pulang jaga langsung bebenah dan nyomot bayi yang belum mandi karena ngejar antrian.

Apotek yang dituju, DSA libur juga. Pindah RS berikutnya, poli tutup dan DSA yang dituju juga libur. Akhirnya ngejar ke yang masih praktek. Dr baru.

Awalnya DSA yakin ini kuning karena makanan, karena di sklera putih nggak kuning/ ikterik. Tapi lihat perut juga kuning, DSA ragu dan saran ambil lab. Emaknya jadi melas. Cuma, demi memastikan akhirnya bayi diambil darah untuk cek bilirubin dan enzim hati. 

Untungnya bayi masih dalam kondisi lemes, aku nahan sendirian saat diambil darah masih kuat. Nangisss kejer. Tapi setelah spuit dicabut dan dia digendong berhenti nangis. Dulu waktu koas sering lihat bayi bolak2 tusuk buat diinfus. Kasihan aja. Kalau anak sendiri apalagi, meskipun aku tahu susah buat ambil darah pada bayi dan aku ga boleh marah2 kalau ternyata itu kejadian. Alhamdulillah sekali ambil, selesai ambil darahnya. Setengah jam nunggu hasil agak takut hasilnya jelek. Hasil keluar, enzim hati naik sedikit tapi masih ok. Diagnosis yang aku simpulkan karena DSA dikonsul hasil lab aja, dan ngeresepin curcuma dan multivit : karotenemia. 

Ternyata beberapa temen ada yang mengalami hal serupa. Dan ehem aku pun pernah dapat pasien yang demikian. Dan.. Tentang karotenemia ini pun sudah pernah kubaca di buku MPASI lalu. Tapi berhubung ada riwayat GEA (Gastroenteritis Akut) jadi pikiran kemana-mana. 

Jadi apa sih Karotenemia? Itu adalah kelebihan betakaroten dalam darah. Kenapa? Karena terlalu banyak konsumsi makanan tinggi betakaroten. Siapa tersangkanya? Biasanya buah yang berwarna oranye dan sayur yang berwarna hijau pekat. Meski, beberapa juga di luar syarat itu. 

Masbayi sempet gtm nggak mau makan nasi, dan protein hewani. Jadi hampir tiap hari makan puding jagung telur susu, kadang tambah oatmeal. Sayuran kesukaannya buncis dan wortell. Buah yang liat aja udah minta ya.. Pepaya. Padahal wortel udah kubatasi, tapi aku lupa makanan yang lainnya. So.. Itulah yang terjadi. 

Sekarang dia lagi puasa wortel dan mengurangi betakaroten. Warna kuning khas karotenemia adalah warna kuning oranye di kulit. Sklera atau selaput putih mata tidak ikut kuning, ini yang paling penting. Dan nantinya warna itu akan hilang dengan stop konsumsi makanan tinggi betakaroten. Meski agak lama ya hilangnya. Hal ini tidak berbahaya. 

Ada yang pernah ngalami anak diare? Atau karotenemia? Share yaa.. 

5 Hal yang Jarang Diketahui Orang Awam tentang Penyakit ‘Jamur’

Bismillahirrahmanirrahim

SONY DSC

Jamur? Apaan tuh. Panu? Tahu dong panu ye kan. Ini penyakit jamur yang paling terkenal selain kadas, kurap, dll yang mana semua itu termasuk dalam penyakit jamur dalam ilmu kulit dan kelamin.

Sebagai penderita, kadang pasien sampai pusing dibuatnya karena sudah diobatin kok masih nggak sembuh juga… Iki piyeee tho. Katanya ini obatnya tapi kok nggak mandi alias nggak manjur.

Ada beberapa tips yang kadang orang awam belum ketahui. Kecuali dia ketemu dokter yang punya waktu luang banyak untuk menjelaskan, itu keberuntungan saudarah.. 🙂

Langsung saja ya…

  1. Dokter tidak selalu berpikiran ‘kamu jorok banget sampe punya jamur di seluruh tubuhmu’ .. Karena para dokter sering melihat yang lebih daripada itu. Jadi nggak perlu malu ke dokter. Itu kebutuhan dan kewajiban merawat dirimu yaaa. Karena kita memang hidup di negara tropis yang mana penyakit ini pasti sering dijumpai.
  2. Cara mengoleskan cream atau salep untuk penyakit jamur adalah dengan melebihkan sekitar 1,5 cm di luar lesi atau penyakit kulit itu sendiri. Jadi, nggak cuma yang putih aja kalau itu panu, yang kamu olesin krim jamur yhaaa.. lebihkan sedikit.
  3. Kelihatan sembuh? Ternyata belum. Nah, biasanya kami sarankan untuk menggunakan obat jamur 1 minggu lebih lama sejak penyakitmu kelihatan menyembuh, karena ternyata itu belum sepenuhnya sembuh… oo ..
  4. Sudah nggak gatal tapi kok masih putih aja nih panu. Nah, hipopigmentasi alias warna putih dari panu itu sulit hilang meski jamurnya sudah pergi. Kadang permanen dan sering menetap. Huhu… jadi? Tunggu regenerasi kulit dan sering berjemur ^^
  5. Jangan gegabah sembarang oles cream atau salep untuk gatal. Penyakit jamur ini obatnya ya anti jamur, bukan yang lain. Tapi kami sering mendapati pasien yang asal ngasih salep gatal. Padahaaalll ada cream / salep yang kontraindikasi sama penyakit jamur ini lhooo… ihhh kami aja para dokter harus hati-hati, jadii.. periksakan saja supaya yakin ya gaeess…

Sekian info dari kami. Terima saran dan tambahan dari para master. Juga koreksi, karena sejujurnya kami ini manusia biasa… ceilah :*

Salam sehat

 

Bersih-bersih Karang di Gigi

Bismillahirrahmanirrahim

Tiba-tiba pengen nengok timeline wordpress. Sementara sibayi lagi mainan sama ayahnya. Postingan terbaru dari mba Lia, jadi inget cerita hari Sabtu kemarin.

Ayachi (ayahnya Ichi) udah lama nggak perawatan gigi. Pas aku cek giginya memang ada yang perlu dibersihkan. Karena nganter ke klinik, sekalian aja aku daftarin buat periksa dan bersih-bersih gigi. Ikutan masuk, ngobrol sebentar sama drg L. Pas dicek, dokternya heran karena M3 di kanan-kiri atas kok impaksi. Selama ini cuma 2 kali liat yang begitu. Jadi aku ‘pamer’ kalau aku semua Molar 3 nya impaksi. “Oh, jodoh kalau begitu, hehe.” Kata bu drg.

Setelah di-cek, tambalan ok. Cuma bersihin karang gigi. Sementara scaling dimulai, aku kembali ke ruangan buat pumping. Pas udah selesai, pak suami cus ke gramedia. Pulangnya laporan kalau tadi scaling-nya ga bayar, cuma administrasi anggota baru. Ehe! Doi jadi ketagihan, karena di Aceh habisnya sampai tus-tus.. >,<

Ayo scaling gigi, gigi bersih, nafas segar!

De quervain syndrome

Bismillahirrahmanirrahim

Beberapa hari yang lalu, cobaan bagi bunichi (panggilan untukku) hihi. Lebay. Setelah beberapa waktu yang lalu sendi bahu kiri yang nyeri (mungkin karena sering ketimpa badan sendiri pas nence-in–karena kalau sambil duduk, selain si bayi nggak fokus karena lagi suka main dan denger semua orang yang lewat, anteb gitu mangku anak 8 kilo).

Cobaan itu adalah nyeri di telapak tangan kanan, terutama untuk menekuk ke dalam, ke luar, menggenggam. Kalau dari ilmu yang pernah di dapat, kemungkinan ini adalah de quervain syndrome, seringkali diderita wanita. Apakah kausa-nya. Kupikir, gesekan tendon ibu jari kronis yang ku alami ini adalah karena terlalu sering main smartphone dengan layar yang cukup besar (pergerakan jempol makin berat karena layarnya lebar) dan makin terbebani setelah sering mengangkat bayi bocah 8 kilo. Overuse.

Dengan finkelstein (bukan frankenstein ya) kita bisa cek. Gegam jempol, tekuk pergelangan ke bagian bawah agak tekuk ke dalam. Kalau ada nyeri di bagian tendon ibu jari, ya mungkin saja Anda terkena de quervain syndrome.

pemeriksaan20de20quervain20tenosynovitiszqf9wx9e6e

Kalau ku telaah ini sih masih ringan. Temanku juga pernah kena, semoga diagnosis ini nggak salah ya. Aku nggak minum obat, hanya imobilisasi dengan bebat karena masih tetap harus mengangkat si bayi, dan mengurangi penggunaan jempol dan kasih yang hot-hot. Ponsel mode terbang, tidak (bisa) menyetir. Alhamdulillah 3 harian sembuh. Dan sekarang, mulai mengurangi kerja jempol.

3848-zoom-a

Ada yang pernah mengalami ? Mulai sekarang jagalah jempol Anda, karena tanpanya ternyata kita jadi kurang bisa mandiri (mandi sendiri? hehe) Mau meriksa tensi orang pun harus ganti jadi tangan kiri untuk mompa. Sehat-sehat semua sahabatku.

Salam dari bayi yang kalo nence pengennya masukin jempol kirinya… mungkin untuk penyedap.