herstory

Financial Planning

Bismillahirrahmanirrahim

Yaah. Nyapu-nyapu dulu nyah. Sayanya. 😀

Jadi belakangan ini saya baru baca buku Prita Ghozie. Sungguh aku menyesal tidak membacanya dari awal. Aku sudah lama tahu. Tapi memilih buku finansial lain yang menurutku lebih menarik. Beruntung dapat pinjaman dari Mimom baik hati.

Ini dia buku yang aku baca : (Percaya gak ini aku mulai males nulisnya dan mau close aja, huhuhu)

11 (1)

Di buku ini, Mbak Prita memaparkan bagaimana pentingnya berinvestasi. Investasi bukan cuma saham ya. Ternyata banyak sekali yang dinamakan investasi. Dan… di buku ini saya baru ngeh dengan yang namanya Reksa Dana. Bum! Katro ya.

Dan mulai belajar lalu mencari tahu. Beruntungnya teman-teman di AIMI beberapa merupakan pemain yang sudah lumayan berpengalaman. Ah, hari ini kami sharing lagi. Bicara lagi mengenai finplan. Sejujurnya saya sendiri juga masih belajar mengatur arus kas. Yang secara tidak saya sadari sudah hampir menjurus ke gaya hidup hedon.

Mm dan bahagianya lagi saya punya teman-teman yang meskipun di atas rata-rata namun gaya hidup mereka bersahaja. Meski sebagian yang lain, tidak hehe. Untuk itu saya belajar lagi mengerem. Ada banyak tips baru yang saya dapat di buku ini maupun sharing teman. Tapi akan saya ceritakan lain kali ya.

Kamu sendiri termasuk yang sudah melek financial belum? Atau masih dalam tahap ‘renovasi’ pengaturan kas ? Hihi. Kalau mau belajar lebih banyak, tulis komen ya. Oya silahkan berkunjung di instagram saya. Sekarang hanya untuk perempuan saja. Di sana saya share tentang montessori, gaya hidup / finplan, kesehatan. Hanya supaya ada keseimbangan di sana. Tidak melulu tentang hidup seseorang yang belum tentu berguna untuk orang lain. Hihi.

IG : @fillyulfa

Advertisements
herstory

Papsmear Pertama

Bismillahirrahmanirrahim

Enak banget ternyata nggak naruh aplikasi FB di hape. Ternyata nggak lihat FB pun hidupku nggak berubah, malah lebih tenang dan banyak melakukan hal yang lebih baik. Ahahahay. Sesekali pas buka laptop lihat FB malah pusing sendiri. Ya sudah.

Sudah lama pengen nulis blog, tapi setelah seminar kemarin, belum sempat cerita-cerita. Nanti deh kapan-kapan aku tulis.

Jadi mungkin hampir semua sudah tahu papsmear itu apa. Pap smear adalah suatu tindakan skrining untuk penyakit kanker serviks. Kanker serviks ini merupakan kanker terbanyak di Indonesia selain kanker payudara. Makanya digalakkan program preventif-nya. Coba siapa di sini yang sudah menikah dan sudah pernah pap smear?

Yeap. Untuk yang sudah aktif secara seksual memang diharuskan melakukan pap smear. Beberapa wanita ngeri untuk melakukan ini. Mendengar yang katanya sakit. Karena memang miss V kita akan dibuka dengan alat bernama cocor bebek, lalu rahim kita ‘dijepit’ dan dengan sikat kecil akan diambil contoh cairannya untuk di swab dan nanti akan dioles di kaca preparat dan dibaca oleh Spesialis Patologi Anatomi.

Aku sendiri sudah menikah selama 3 tahun, hihi. Tapi baru berani pap smear. Padahal tahun lalu ada program gratis kerjasama BPJS. Cuma aku baru siap kemarin. Setelah menyiapkan waktunya, saat sedang tidak menstruasi, dan tidak berhubungan dengan suami sebelumnya, aku pergi ke Sp. OG

Awalnya tegang. “Jangan tegang, rileks, biar nggak sakit.” Tahu sih, tapi antara malu sama grogi. Tapi beneran aku pengen biar nggak sakit, jadi ya dirileks-in. Beneran loh, nggak lama udah selesai dan nggak sakit. Baik itu saat dimasukkan alatnya, dijepit, dan dioles.

Alhamdulillah, dalam seminggu tinggal nunggu hasil. Alhamdulillah hasilnya nggak mengkhawatirkan. Ayo segera ke Sp. OG pilihan kalau belum pernah pap smear 🙂

dapoer HN, herstory

Bikin Donat Susah-Susah Gampang, Ternyata

Bismillahirrahmanirrahim…

Selama ini aku lebih suka beli donat daripada harus bikin. Aku bukan sweet tooth, bukan pula orang yang suka baking atau bikin roti. Pengalamanku lebih sering gagal karena suka nggak ngikutin resep haha. 

Udah gitu kalau mau bikin sesuatu kue, bahan-bahan sisanya akan nganggur karena nggak suka bikin kue. Ruginya lagi, sekeluarga ku semua bukan tipe pemakan roti, kalau dapat banyak lebih sering dikasih ke art atau kalau kelupaan membeku di kulkas. Makin males bikin.

Tapi ada bocah kecil yang setengah terobsesi sama donat. Kadang dia bisa berkali-kali makan donat. Tapi lebih suka kuenya, toppingnya biasanya dia buang. Udah lama pengen bikin berdua boscil. Akhirnya kamis kemarin aku eksekusi karena ga sengaja liat tepung kentang. 

Aku sampai ke 3 toko untuk mencari kelengkapan resep. Setelah sampai, langsung pengen ngajak anak bikin sambil nyuapin doi. Ternyata bikin donat bareng boscil tidak sesuai ekspektasi. Dia akhirnya kukasi tepung sendiri, dan berhasil mengguyur boneka Tayo barunya dengan tepung, membuang hampir separo tepung cakra, membuang hampir sampai habis baking powder. 

Karena terburu-buru aku lupa kalau ragi harus dipastikan ‘hidup’. Aku lama nggak pakai ragi instan. Dan bisa dipastikan aku mencampur adonan ragi yang belum berbuih. Akhirnya ku tambah kan BP. Well seperti dugaan donatku tidak mengembang. Aku pikir selain ragi, kesalahanku yang lain adalah tidak mengencerkan tepung kentang terlebih dahulu. Ngek. 

Donatku nggak proofing. Aku menyerah. Tetap menggorengnya walaupun bantat. Memberinya coklat dan bubuk gula halus. Boscil mencomot dengan semangat dan berkata, “Enak Bunda.”

Biasanya kalau aku merasa aku bisa tapi gagal, aku akan melakukannya terus sampai berhasil. Dan besoknya aku coba lagi. Dengan resep tanpa menguleni, asik kan?

Lagi-lagi aku nggak paten ama resep. 350 gr tepung cakra yang seharusnya dipakai, aku ganti dengan tepung kentang sebagian. Well akhirnya aku menyadari, untuk adonan tanpa diuleni tentu tepung kentang terlalu lembek. Padahal aku belain beli tepung tambahan ke Indomaret jam setengah 6 pagi bro. Hahaha. Yang ada adonannya terisi minyak semua. Pardon. But, anak kecil itu makan dengan suka ria. Hiks. Aku makin penasaran. 

Hari ini aku bikin donat lagi dengan resep berbeda, yang lebih simpel dan tanpa telur. Sayang telurnya bisa buat lauk xixi. Aku pakai resep ini. Sesuai resep semua. Tapi lago-lagi adonan donatku tidak mengembang 2 x lipat. Hanya mengembang sedikit. Sejauh ini dugaan ku karena baskom yang kupakai dingin. Entahlah. 

Kesalahan kedua adalah aku terlalu malas mencetak dan kemampuan membentuk donat manualku belum excellent. Jadi donat nya berbentuk tidak mulus. Meskipun saat digoreng ia mengembang. Donat ini mengingatkanku pada ibu donat. Penjual donat dll yang keliling Rumah Sakit untuk menjajakan jajanannya saat kami koas. Kehadirannya selalu ditunggu oleh para koas kelaparan. 

Yah, mungkin setelah ini aku vakum dulu dalam menguleni tepung. Karena donat-donat itu tidak jadi primadona, yang doyan cuma anakku sama aku doang. 😂 Pada ga demen kue-kue. Makanya aku males bebikinan. Apalagi aku juga sedang mengurangi tepung proses. Kalau liat donat imut dianggurin hasratku jadi goyah. Hahaha. 

Sharing dong resep donat apa yang pernah kamu coba. Apa saja si kesalahanku dalam membuat donat? Kamu lebih milih beli donat atau bikin? Share yaa 😘

herstory

Healthy Lifestyle on 2018

Bismillahirrahmanirrahim

Sejak pertengahan 2017 aku mulai memiliki ‘niat’ untuk hidup lebih sehat. Tapi sampai akhir 2017 naik-turun. Biasanya setelah rutin hidup lebih sehat, imunitas turun dan ambruk. Kalau common cold – flu datang aku sudah nggak milih makanan. Jadi semua makanan bergizi tinggi aku makan. Vitamin pun. Makanlah banyak-banyak, sehat lagi deh hehehe. Sejujurnya 2017 itu sering banget ambruk. Keluhan pun lumayan, makanya untuk 2018 mau nggak mau aku harus meng-istiqomahkan diri.

Keluhan apa saja di tahun 2017?

  1. Influenza (flu ini agak berbeda dengan common cold, lebih berat. Sebagai dokter yang sering terpapar penyakit airborne membuatku sadar aku harus lebih aware tentang APD (Alat Pelindung Diri). Masker. Sejak punya anak pun jadi wajib untuk 1 rumah pakai masker saat batpil, daripada anaknya ketularan.
  2. Nyeri lutut. Salah satu keluhan pada wanita yang overweight-obese adalah nyeri lutut. Apalagi kalau di atas 40 tahun. Nah saat itu aku merasa nyeri di lutut, aku syok. So, it might be a sign for me.
  3. Nyeri sendi kecil. Another shock moment. Ini baru belakangan kemarin. Nyeriii.. Langsung kebayang asam urat kan. Di klinik langsung cek Asam Urat daaan ternyata tinggi. Tapi itu setelah makan kubis, bawa bekal kangkung, jadi kupikir masih harus dipastikan lagi. Akhirnya setelah puasa 10 jam, cek di laboratorium ternyata normal. Alhamdulillah.
  4. Limfadenopati. Masalah ini aku sampai bolak-balik ke RS dan konsul ke dosenku Sp.PD(K)HOM. Sampai sekarang masih terasa besar, limfe di regio colli dan terasa makin besar kalau imunitas turun dan kalau makan nggak sehat. Well, another sign again. I need to change my habits.

Sudah merasa enakan, turun beberapa kilos dan longgar karena lingkar tubuh menurun (nggak banyak tapi merasa enakan). Tapi keistiqomahan itu benar-benar diuji dengan makanan enak. Apalagi scroll IG yang menampakkan makanan enak yang HQQ. Aku sampai bikin IG khusus untuk makanan sehat, tapi di luar semua itu kadang masih ‘jajan’ juga haha.

Aku mau share buku-buku yang sudah aku baca supaya kembali ke track yang benar.

gramedia_gramedia-diet-kenyang-dengan-cooking-hypnotherapy-by-dewi-hughes-buku-kesehatan_full02
source : blibli.com

Buku milik Hughes menurutku ok. Isinya banyak resep yang menarik. Cerita tentang Hughes bisa kembali bugar setelah sering diserang nyeri punggung yang kronis.

Meski diet tipe ini bukan tipe pengaturan makan yang aku ikuti tapi beberapa resep cukup oke untuk dicoba.

coming2bsoon
Blog Inge Tumiwa

Buku Inge Tumiwa yang benar-benar merubah whole lifestyle dia sekeluarga. Sejak anaknya dibilang micropenis karena obese. Keren banget ni buku. Sudah ada 2 buku dan akan segera hadir buku ketiga. Menurutku ini buku wajib untuk yang ingin hidup sehat. Meski aku belum total eat clean tapi ini bermanfaat sekali.

Buku yang belakangan baru kubaca adalah Silent Insidious Killer. Buku yang bagus untuk medis maupun awam. Buku penting untuk manusia milenial yang menenggak banyak gula dan karbohidrat.

Selain pengaturan makan. Workout itu wajib. Apalagi aku lebih banyak duduk daripada bergerak. Hiks. Untuk ini aku merasa paling tidak ada waktu untuk bergerak di 1 harinya. Pembagian waktu lumayan susah untuk ibu-ibu, sudah menyisihkan waktu praktek untuk stay di rumah tapi belum tentu si anak mau ditinggal workout. Biasanya sih aku melakukannya pagi. Dengan panduan youtube.

Favourite-ku untuk low-impact workout adalah :

Kalau lagi senggang boleh nambah walk 2 miles atau bahkan 3 miles. Lumayan keringetan kok. Kalau kamu, apa yang suka kamu lakukan supaya berkeringat? Makasih ya sudah mampir dan komen. 

herstory

Make Up Haul 

Bismillahirrahmanirrahim..

Gaya banget kan judulnya? Sebenernya aku suka dandan ga sih? Awalnya aku tu nglombrot abis. Sampai kuliah selesai, bahkan koas aku jarang banget dandan perawatan bla bla. Bedakan aja sukur alhamdulillah. Sampai ibuku suka diceramahin, anak cewek kan ‘jualan’ kok ga didandanin, dandan jangan buat sendiri aja. Haha.

Walau begitu aku tetap kukuh males dandan. Sampai satu per satu teman menikah, dan aku harus kondangan. Mulai belajar make up. Ngumpulin lenongan yang dipakai kalau kondangan doang. Top lah. Hahaha.

Kalau make up sehari-hari (biasanya pakai make up kalau berangkat kerja pagi aja, kalau sore pake lipstik doang 😀 soalnya kan ga ada matahari). Biasanya aku pakai foundation Wardah, bedak Marks atau Ultima (nebeng), lipstik purbasari/viva/wardah. Berkali-kali beli bedak Wardah ga cuco (tapi tetep beli).

Make up itu udah mayan buatku. Kadang kalo lagi hype ya pakai blush on (oriflame atau make over). Kalau sekarang pakai blush cream Emina. Eye liner juarang karena kalau wudhu aku ga suka bleberannya.

Back to headline. Aku kesirian Mineral Botanica dari Beauty Vlog yang aku tonton. Sebetulnya pengen Shu Uemura sampel tapi mahal. Hahaha. Jadi.. Aku memutuskan membeli ini semua… Taraaaaa….

Sebetulnya aku sudah punya sebelumnya, yang mini. Tapi dimainin anak. Dan pada mental semua entah dimana. Udah kupakai. Ini sintetik, dan ga lemessss banget gitu. Tapi gapapa, masih okay.

Udah lama aku pengen beginian. Sebetulnya, sebelum make up pakai es batu aja digosok ke wajah (ini dapet dari penata rias waktu nikah). Biar pori-pori tertutup gitu katanya. Buat, setelah dipakai aromanya terlalu wangi buatku. Aku kalau wangi ga cocok suka pusing 😂 jadi ya gatau deh dipakai atau enggak.

Ini adalah skin protector. Karena si BB cushion yang aku beli ga ada uv protectionnya, jadi aku beli yang katanya oke. Skin Aqua. Dan kukira agak gedean ternyata dia mini 😅. Tapi emang bener enak, lite, konsistensinya cukupan ga terlalu creamy atau encer. I love it.

Ini yang baru dari Wardah. Eh baru ga sih. Jadi aku udah lama mupeng concealer. Tapi mahal dan gatau halal nya juga kan. Akhirnya beli ini berdasarkan review. Not bad, cuma masih belum bisa ngeblend nya. Pengen pakai bikin alis, dan alisku kan mlarah-mlarah gitu. Hihi. Jadi harusnya pakai concealer.

I have to say. Ini oke! Kerasa lembabnya di wajah. Tapi nggak berat. Aku suka risih kalau pakai bedak yang berat di wajah. But ini enggak. Mirip Ultima malah kalo ku rasain. Kalau bedak War*ah aku masih belum bisa cocok. Kadang warna yang aku beli terlalu putih, rasanya terlalu tebal, dan berat.

 

And yees. Ini lipen Mica pertamaku dan aku sssooookaaa banget. Dia ga kering, malah cenderung lembab. Dan hasilnya matte. Stay nya lama. Packaging oke dan kokoh. Purchased? Yeas(・∀・)(⌒▽⌒)absolutely. Tapi kayaknya sih bakal lama habis, karena banyak (asal nggak dirusak aja)

Yes itu review ku, aku masih harus belajar makeup yang natural tapi gak medok. Secara total aku suka produk yang aku baru pernah cobain ini. Cumaaa BB cushion-nya terlalu putih di wajahku, kayaknya bakal balik ke foundie Wardah lagi dan pakai BB cushionnya di tempat tertentu. Semoga review kecil ini bermanfaat yaaa. Bhay.

Semua ini belanja di Shopee dengan free ongkir. Karena Mica di sini belum ada >,<

herstory

Menjelang 1 Bulan Hemidetoks Digital

Bismillahirrahmanirrahim

Hai. Selamat mengganti tahun yang baru di setiap tulisan dan pekerjaan kalian 🙂 Jangan salah tulis lagi ya, besok.

Sejak awal bulan lalu, saya sempat menutup media sosial yang akun personal. Berhasilkah?

Well ya, kalau dibilang 100% berhasil ternyata tidak juga. Instagram masih tetap buka untuk posting bisnis, follow customer, promo. FB lumayan lama nggak buka, tapi sejak harus posting tentang acara yang akan AIMI Purwokerto adakan, aku buka FB lagi untuk share lebih banyak.

Instagram personalku juga. Beberapa hari kemarin aku buka, untuk share info Seminar Kesehatan yang akan kami adakan.

Setelah scroll FB, agak merasa beruntung sih sempat mencoba lepas. Karena ternyata suasana di sana ya tetap seperti itu. 😀 Masih tentang hal yang sama, hal baru tapi serupa.

Apa yang berubah sejak Hemidetoks Digital (kenapa Hemi? Karena aku masih belum bisa lepas total, makanya kunamakan Separuh)

  1. Bisa mengaji lebih sering, meski nggak banyak dalam sehari
  2. Bisa membaca lebih banyak dari sebelumnya (sudah habis beberapa buku)
  3. Mulai bisa mengontrol “aku harus foto ini dan posting.” meski kadang masih suka posting di WA, tapi udah nggak yang ribet banget moto-moto cuma untuk posting

Asyik juga nih kalau dilanjutkan. Oya, resolusi Desember kemarin aku juga bikin “Lebih banyak membaca, jangan download Kdrama lagi.” Sempat bosan sih, dan tergoda untuk nonton download-an teman, tapi gak bertahan lama jadi nggak lanjut lagi. Semoga nggak ada godaan lagi.

Ini malah barusan download Chicago Med, lagi pengen nonton yang ada manfaatnya dikit lah. Haha. Tapi tetap, buku nomor 1. Karena kemarin habis borong di 12.12 nya Gramedia. Ada yang ngeborong juga? Sudah sampai belum bukunya? Hehe.

 

herstory, review

Review Viva Matte Lipstick vs Purbasari Matte Lipstick

Hola. Halo. Assalamu’alaikum.

IMG-20170403-WA0016-02.jpeg

Siapa ibu-ibu yang ga suka lipstik? Eh ada sih, tapi sebagian besar pasti punya paling gak 1 lah meski ada yang awet banget ga pernah dioles xixi. Aku sendiri suka lipstik sejak kapan ya.. Mungkin waktu Profesi Dokter, itupun jarang banget makenya. Karena sebelumnya bedakan aja males banget.

Jajan lipstik sempat jadi keasyikan tersendiri buatku. Sempat beli 3 atau 4 lipstik dalam waktu yang sama, karena penisirin sama booming-nya. Tapi setelah nyoba sebiji lip cream, rupanya lipstik masih lebih cocok untukku yang males ribet.

Kali ini aku akan mengulas lipstik matte terbaru dari Viva. Viva itu merk jadul banget kan.. Siapa yang gatau ya kan.. Nah aku penasaran abis ama viva matte nya yang harganya setara ama Purbasari matte yang masih tetep eksis.

IMG_20170403_200318-01.jpeg
Berby jajan lipstik. Itu cuma viva aja punya aku. Jajannya di @ummuaishaart

Dari segi packaging oke sih, warnanya kuning gonjreng. Biasa aja info yang terkandung kayak yang lainnya ya. Simpel.

IMG-20170403-WA0019-01.jpeg

Lipstik yang aku beli ini warna Peach Nectar. Karena aku liatnya cuma di ig padahal mah tokonya dekeet dari tempat praktek. *takut borong yang lainnya hahaha. Jadi ini minta ambilin ama OB.

IMG-20170403-WA0016-01

Mari kita bandingkan dengan Purbasari yang aku punya sebelumnya… Sori ya Purbasari-nya sudah penyok-penyok. Emang karena sudah mau abis jadi aku beli baru lagi.

IMG-20170403-WA0023-01
Viva vs Purbasari
IMG-20170403-WA0011-01
Atas Viva 701, bawah Purbasari 90
IMG-20170403-WA0018-01
Viva Peach Nectar (701) 

Dipulas di bibir, biar coveringnya ok si Viva ini harus pulas berulang kali. Ini kalau bibir item kayak aku ya. Kalau bibir pink si sekali pulas udah cukup banget. Peach Nectar ini cenderung ke oranye (terrnyataa) aku suka sih, meski oranye nya agak dominan.

Dibanding Purbasari, Viva ini lebih light.. Karena kalau Purbasari rasanya cukup ‘nggedibel’ tebel di bibir. Viva gak seberat itu. Lebih lembab.

Warna, dibanding Viva 701 aku lebih suka Purbasari 90. Tapi belum coba shade lain yaaa.. Aku ga mau cuma koleksi shade, jadi penting beli yang dibutuhkan aja.

Purbasari itu cukup transferproof menurutku jadi ga gampang hilang kayak merk lain. Pas aku coba Viva juga sama, awet. Aku coba tempel di gelas, di tangan, ga banyak yang pindah. Mirip-mirip lah.

Minusnya. Purbasari kadang suka ada yang ngegumpal. Jadi kalau dapet yang begitu, potong aja sampai gumpalan terbuang. Viva belum tau si ada yang gumpal gak.

Masalah wadahnya aku lebih suka Viva, bulat dan lebih kokoh.

Repurchase? Yes. InsyaAllah. Baik Viva maupun Purbasari. Karena murah 😍

Ada yang sudah pernah coba ? Kamu lebih suka yang mana?

 

 

 

 

herstory

My ‘Piyik’ Label

Bismillahirrahmanirrahim

Lama ga nongkrong di mari. Lama ga mantengin reader. Eh ya ga lama-lama banget sih. Kadang ya disapu juga ini rumah.

Mau cerita tentang proyek terbaruku. Hmm.. sebenernya ini udah berbulan-bulan sih mikir dan nyiapinnya. Ternyata ga semudah nyeplok telor ya. Ada aja hambatannya. Apa sih hambatannya? Niat kayaknya deh. Abis ngurusin semuanya sendiri. Pesen apa sendiri. Beli apa sendiri. Jadi ya menyesuaikan waktu dan keadaan. Stok ASIP kejar tayang tertolong karena Ichi udah banyak makannya, jadi masih bisa dikasih yang lain dulu.

Pada dasarnya mungkin aku menikmati jualan. Kadang aku iseng jualan juga. Dulu waktu masih kecil aku inget masukin jajanan ke plastik panjang terus dilem pakai lilin buat dijual. Lain waktu minta tolong ART gorengin pisang buat aku jajakan. Aku jajakan tu pisgor baru aja sampe rumah sebelah udah diborong 1 nampan mungkin lebih karena kasihan atau geli. Hehehe.

Terakhir selain jualin barang preloved yang beberapa kali langsung sold begitu pajang di medsos, juga bantu jualin buku temen, eh jual novel sendiri termasuk nggak sih? Ya gitu deh, tapi jualan sebelumnya pasang-surut. Kadang aja pengen, nanti bosen ya udah stop dulu.

Kali ini aku pengen mengenalkan ‘anak ayam’ku yang baru seumur biji jagung (umur berapa tuh) Untuk yang sedang butuh atau buat referensi dulu boleh difollow, di-like dan diintip.  Terima doa teman :))

4-punggawa

SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC
Kindly visit Haya La Belle 
herstory

Instagram

Bismillah

Bisa nulis di blog menurutku adalah anugerah juga. Setelah beberapa waktu lalu hanya posting di instagram, lagi-lagi kebosananku muncul. Bosenan, yes. Terakhir sih aku meninggalkan twitter yang entah jadi apa sekarang, setelah bosen isinya cuma retweet dan iklan. FB juga sesekali aja siapa tau bisa kepo suami, update seminar, dll karena masih banyak pemakainya. Dan instagram yang gampang banget tinggal jepret dan posting.

Lama-lama IG lumayan mempengaruhi. Sekali ngintip yang dagang fossil, di explore nongol semua fossil yang unyu. Sekali ngintip scandinavian house, langsung banyak rumah unyu scandi or shabby yang nongol. Sekali kepo gamis, keluar lagi gamis-gamis cantik lainnya.

Mau nggak mau, manfaat udah makin sedikit dibanding mudharat. Ada duit, liat barang cakep, pengen dibeli. Ada postingan keren, bikin berandai dan kadang lupa bersyukur. Hiks banget ya. Biasanya kalau udah gini mulai cek lagi apa aja yang difollow, dan unfollow yang kira-kira bikin kantong kering atau jiwa kering :p

Salah satu yang lumayan menyebalkan adalah selalu pengen posting kalau ada yang menarik. Candu. Meskipun IG IG gue IG IG lu terserah aja, tapi makjleb-jleb yang waktu nonton kajian.

Ibu-ibu ke taman bawa anaknya main sepeda. Posting status, -Lagi nemenin anak main sepeda.- “Kak, jagain adeknya main.” Si adek jatuh. “Aduh Kak, udah dibilang jagain adeknya.” Posting foto luka si adek. -Aduh, adek jatuh dari sepeda-

Nah. Mateng deh. Meski nggak memungkiri banyak ilmu juga yang bisa didapat kalau mau nyari, misal tentang ASI, MPASI, dll.

Jadi, ada yang anak gaul Instagram juga? Hihi..

 

 

 

herstory

Sad News

Bismillah

Hari ini setelah mengurus rujukan BPJS untuk proses membuat kacamata baru, aku mampir ke gramedia. Nggak bawa sibayi karena lagi bobo. Selesai muter gramedia, bawa gembolan, mau pulang, eeh ketemu Bu Lurah waktu KKN dulu. Bu Lurah ini alias Ibu Kepala Desa, asli beneran Kepala Desa bukan istri dari Pak Kepala Desa (dulu kocak banget pas nyari Kepala Desanya ternyata perempuan).

Ya ampun, nyerocos aja ngobrol sama beliau yang emang gaul banget karena masih muda. Dan baru tahu ada kabar duka, dan keluarga yang rumahnya kami tempati dulu waktu KKN. Biyunge alias Simbah yang dulu selalu masakin buat kami, meninggal bulan Mei lalu. Terbayang tempe goreng dan sambalnya. Pagi-pagi Simbah sudah masak di belakang, dan sampai sore adaa aja yang dikerjakan. Hiks. Ternyata bulan meninggalnya sama dengan meninggalnya eyang putri. Al Fatihah. Innalillahi…

Kabar lain adalah bapak kos yang kami tempatin. KKN itu menyenangkan sekali karena kami tinggal di rumah keluarga yang menyenangkan. Itulah kenapa saat selesai KKN aku menangis paling keras, hehe. Bapak kena serangan jantung, masuk ICU dan akhirnya pasang ring. Kabar ini bikin syok juga, secara aku lama nggak sowan tapi beritanya malah begini. Hiks. Sedihdih. Teringat lintasan bahagia kami saat KKN…

Kapan terakhir kalian kembali ke lokasi KKN kalian? 🙂