Rekreasi : Jalan-jalan ke Purbasari Riverworld

Bismillahirrahmanirrahim

PicsArt_07-13-09.12.34-01

Siapa ibu yang paling males jalan, lebih seneng ngendon di rumah? Aku yang paling duluan angkat tangan. Karena sebagai Ikatan Anak Rumahan Indonesia, aku paling males jalan-jalan terutama kalau hari libur hehe.

Rencana ini sudah lama banget dipikirkan. Bahkan tadinya mau janjian double date tapi kendala kendaraan belom ada. Qadarullah hari ini ada odong-odong yang nganggur dan bisa dibawa jalan. Ada yang rela nemenin pula, karena berdua aja ke tempat begini oh aku tak sanggup.

Pertama kali aku ke tempat ini adalah saat SD dulu, naik angkot sekelas haha. Bhayangkhan sudah lama banget kan. Nah karena konon sudah jauh lebih besar dan berbeda, jadi aku pengen mengenalkan keanekaragaman hayati pada anak. Kasihan dia jarang main kecuali ibunya free day.

Kami berangkat agak kesiangan, jam setengah sebelas setelah kusiapin segala bekal yang mungkin dibutuhkan. Sampai sana seperti biasa si anak mengkirut, gak mau turun dari gendongan. Tipikal anak ini, agak lama ‘manasinnya’. Kami masuk, mulai ke aquarium yang tentu sudah lebih baik daripada dulu. Banyak ikan-ikan sungai yang fantastis. Piranha ada juga lho. Serem banget lewat depan mereka, semua menghadap ke kami. Baris kayak mau nerkam, hihi.

IMG_20170713_110334-01.jpeg

Selain itu bintangnya adalah Arapaima Gigas yang dulu cuma sebiji doang, sekarang udah kayak kumpulan ikan mas di kolam. Banyak dan gedhaayy. Eh lupa ngasih tahu kalau di sana tadi ramai banget karena banyak yang wisata. Pupus sudah bayanganku wisata-pribadi karena kupikir anak-anak sudah pada sekolah (bhay).

Setelah lihat ikan dan burung, mampir main ayunan sambil nyuapin anak dulu. Kami nggak beli jajan atau minum. Sudah bawa air putih dari rumah. Buat anak, sudah bawa makan, buah, jajan, minum. Komplit. Setelah itu barulah si anak kecil ini mau diajak jalan.

Lihat perahu aku iseng nanya, “Ich mau naik perahu?” “Au.” Wow, dia mau. Okaylah. Kami beli tiketnya yang murah, cuma 3000 per orang buat keliling kolam naik perahu. Mau ngetes si anak juga, dia takut gak, ternyata enggak, masih tetep makan jagung keju meski ga senyum sedikitpun.

Abis itu si anak lebih aktif main naik tangga, dan jalan-jalan sendiri. Eh tapi malah udah waktunya pulang karena pintu keluar sudah di depan, hehe. Pas lihat pelampung bebek dia nunjuk-nunjuk sambil bilang “Bebe Bebe.” Mungkin dia minta, tapi nggak kukasih lah.

Sekian channel travelling with baby kali ini. Hihi. Semoga next bisa bikin judul Berlibur di Malang, dan main ke Batu Secret Zoo 🙂 ciao~

Gamis by @hayalabelle

 

 

Advertisements

#MomenPertama Pergi ke Pasar Berdua

Bismillahirrahmanirrahim

1499740395318.jpg

Cie… ke pasar aja dibikin blog. Ya kaya ga tau aja blogger, hal yang ga penting bisa dijadiin penting. Setuju? Hihi.

Kali ini Buni mau cerita tentang #MomenPertama. Jadi ceritanya si bayi lagi dalam proses penyapihan dari gadget. Ini murni kesalahan emak-nya. Pas sebelum lebaran bayi sakit, jadi biar dia diem di kasur dikasihlah tontonan. Sebelumnya anaknya aktif dan eksis, dia cuma mau nongkrongin hape sebentar aja, atau pas mau tidur (ini karena emaknya pengen dia berhenti main dan segera ngantuk).

Abis dia sakit, giliran emaknya sakit. Bolak-balik dia minta gendong emak yang lagi sempoyongan demam, minta ‘ana’ ‘mimi madu’ dll. Jadi demi kesembuhan segera, anaknya dikasi gadget biar emak bisa tidur. Niatnya kalau sudah sembuh, puasa gadget lagi.

Eh.. abis emak sembuh. Emak sakit lagi seminggu setelah lebaran. Nempel lagi sama gadget, dan dia jadi fasih bilang ‘awat n tadi’ alias pesawat yang tadi. ‘eta n tadi’ alias kereta yang tadi. Dan dia milih kalau mau nonton, ga bisa dikasi yang ga suka. Pasti rewel dan nangis.

Abis emak mendingan, anaknya sakit lagi >,< Pokoknya berat banget deh kemaren, eh ga juga sih. Alhamdulillah hehe. Saking abis Vomit dan Diare seharian, besoknya si anak ikutan Vomit. Buni ga minum obat, lupa. Lupa ngisi perut tepat waktu juga. Pas masuk kerja sekaki-kaki semua kesemutan, hampir mati rasa, dan aneh aja.

Pusing si biasa aja. Tapi bersyukur di hari yang biasanya pasien banyak, hari itu sedikit. Ditensi ternyata 80/60. Jadi pulangnya dengan kaki kebas itu pergi ke sate kambing, 😀 Udah cukup setrong belum sih sebagai makhluk LDM?

Back to the topic. Jadi karena pagi ini setelah mainan semua ditumpahin dan bayi bosen, dia mulai nyari gadget. Sementara dia belum mau makan, dan comfort food dia yaitu OATMEAL BUAH kehabisan stok oatmeal. Jadi, kuajak aja dia ke mini market. Kami gak mandi, ngapain mandi? Haha. Mungkin ini biasa bagi sebagian orang, tapi bepergian gak mandi biasanya BIG NO buatku.

Bayi senang diajak jalan naik mobil. Kami masuk ke mini market 24 jam. Ichi kukasi keranjang merah, tapi dia mau yang biru. Dia jalan, masukin barang-barang yang menurutnya menarik tapi kutaro lagi saat dia ga tau. Aku ajak dia cari oatmeal dan beberapa barang. Terakhir kuajak ke mini market dia nongkrong di depan rak susu dan gak mau pergi. Oya, dia minta wafer, lapar.

Alhamdulillah kali ini dia nurut untuk beli yang dibutuhkan aja dan pergi ke kasir. Karena tenaga masih full. Sekalian aja kuajak dia ke PASAR MANIS. Info aja PASAR MANIS ini Pasar yang belum lama diresmikan oleh Presiden. Awalnya berupa Gedung Kesenian, tapi disulap jadi Pasar Modern.

Tempatnya nggak terlalu besar, seruangan itu isinya sudah pepek (e dibaca seperti beras) artinya lengkap. Ruang utama berisi sayuran, buah-buahan, jajanan, lauk, bumbu-bumbu, daging. Naik ke tingkat 2 ada sembako. Turun ke basement ada aneka ikan. Pasarnya cenderung bersih, nggak becek. Kecuali bagian ikan ada lah basahnya tapi masih ditolerir.

Ngomong-ngomong ini kali kedua aku ke pasar ini. Karena bawa bayi, aku belanja yang aku paling butuh aja. Di pasar ini bisa pembayaran non tunai, dan sebetulnya ada troli belanja. Aku sombong banget berangkat ga bawa gendongan karena kupikir bayi udah bisa jalan inih. Dan ternyata zonk.

Begitu masuk tempat baru dan ramai, bayi nggak mau turun dan harus digendong. Jadi, tips pertama adalah BAWA GENDONGAN. Ini penting banget kalau kamu pergi berdua doang. Padahal ga penting banget tips-nya alias geje wkwk.

Abis itu beli barang di tempat yang paling lengkap. Tujuanku adalah beli sayur, itu yang utama. Karena nggak mau ribet, aku cari di 1 kios yang hampir mencakup semua yang aku mau. Sayuran apa sih, sayuran yang jarang ada di warung. Rontak-rantek (sejenis rumput dan krokotan) yang mungkin kalau kalian lihat kayak makanan kambing hihi, kembang turi (aku suka banget, kemarin beli yang putih dan mupeng sama yang pink), daun pepaya jepang (ini ga pahit sama sekali, enakk). Karena banyak, aku titipin dulu di penjualnya sementara aku cari bumbu. Ini tips kedua : TITIPIN BARANG BIAR GA BERAT.

Bumbu juga cuma bawang merah ama putih, mayan harga lagi turun, hihi. Udah kelar, cuma beli itu doang. Tapi berat lho sodara-sodara. Bayi udah agak mau turun pas disuruh ambil jeruk sambal yang dikasi penjualnya buat mainan, abis itu dia ga mau lagi jalan, takut liat pedagang lain. Padahal kalo ditanyain penjualnya juga nyaut si. Tips ketiga : BELI YANG PALING PENTING, JANGAN LAPAR MATA, BERAT NDAN!

Pas mau balik, udah ambil titipan, mau dibawain sekalian karena liat kerempongan paripurna emak yang jalan ke pasar ama anaknya tapi gak mandi. Tapi aku nolak karena parkir mayan di seberang, kesian. Jadi selain gendong anak 11 kilo, aku bawa 2 keresek belanjaan. Eh ada jajan, mampir. Beli yang dipilih sama anak. Jadi tips nomer empat : GA USAH BEKEL, BELI AJA BANYAK KALI, hehe.

Sekeluarnya dari pasar, liat tukang ikan hias aku iseng tanya ke anak kicik. “Mau ikan?” “Au.” Wow kemajuan, biasanya nggak ada tertarik-tertariknya sama ikan. Jadilah kubeli dengan niatan bisa menarik si anak kecil supaya gampang mandi, lupa gadget, dan latihan motorik halus (nangkap ikan).

Akhirnya kami pulang. Di jalan as always dia minta kode rahasia para bayi, aku bilang, “Sebentar lagi sampai ya….” Dia ketiduran di jok sebelah 😛

Bagi yang penasaran nasib ikan di atas. Dengan sangat menyesal, anak bayi lagi suka nuang cairan dari 1 benda ke benda lain. Jadi toples isi air ikan itu dituang ke wadah yang lebih besar ama dia, dikobok dan ditangkapin ikannya. Entah ikannya terlalu lemah, atau anaknya tangannya lihai… akhirnya si ikan dipijit ama dia… huhu. Demi menyelamatkan teman-temannya, ikannya dilepas di selokan kolam ikan depan rumah.

 

THE END

 

Ada yang suka belanja ke pasar berdua anak aja? Share yuk 🙂

Terima Kasih Car Seat dan Tragedi Sapu

Bismillahirrahmanirrahim

Car seat. Beberapa ibu pasti memasukkan wish list ini ke persiapan melahirkan. So do I.  Mupeng lah sama car seat dan stroller. Tapi untung diingatkan kalau barang itu tidak akan lama dipakai. Padahal emak baru ini udah siap menghamburkan uang yang tak seberapa. Penyewaan barang bayi menolongku!

Awalnya pajang status BBM : Pinjem bouncer di mana yaa?

<< Bouncer ini sengaja ga beli, siapa tau ada yang kasih tapi ternyata dikasi pas mas bayi sudah gede hihi.

Beberapa teman menjawab Rafa Rental solusinya. Tapi berhubung pengen pinjem bouncer yang ala-ala arteiisss ternyata sedang out lama ga balik-balik akhirnya pake bouncer gendong dewek alias gendong aja sendiri.  Jadi beberapa kali di kemudian hari aku lebih suka pinjem daripada beli barang dan mainan.

Urutan pinjeman untuk mas bayi: stroller, jumperoo, pagar mainan, evamat, push walker. Alhamdulillah semua tepat guna dan tepat waktu. Biasanya kalau mainannya Buni (panggilanku sendiri untukku) angkut ke mobil, mas bayi ngerang minta dibalikin. Begitu juga kalau mainannya dipakai teman sebayanya, dia akan ngejar dan berminat gaplok si pemakai.

Balik ke judul. Jadi aku pengen lebih mandiri dari sebelumnya, kaliii, kali aja suatu saat pindah ke Luar Negeri kan siapa tahu udah bisa tanpa bantuan. Jadi pinjemlah car seat ini buat bepergian berdua. Selama ini kalau belanja mas bayi ditinggal aja di rumah. Gak ada yang bisa direpotin mangku bayi buat pergi. Pilihan gendong bayi naik motor sementara blacklist karena ga ada ijin resmi dari tetua.

Untungnya dulu ga kebawa nafsu beli car seat karena nggak semua anak nurut duduk di sana dengan anteng. Ketar-ketir juga duit 70 ribu melayang percuma. Alhamdulillah pas dicoba duduk, dia antusias pengen segera jalanin mobil. Meski mukanya begitu nemplok di car seat itu muka nglesa banget, bersandar di belakang dan anteeeng banget.

Dia duduk dengan pemandangan ibunya lewat spion tengah. Percobaan pertama ajak pergi ke gramedia, tante-nya duduk di sebelahnya. Yang mana menurutnya malah gangguin karena si Tante pengennya bersandar di paha montoknya. Alhamdulillah lancar. Tes kedua dijalankan.

Hari ini ada acara AIMI. Sebagai anak baru aku pengen banget datang. Hari ahad adalah hari tanpa ART. Pipo Mimo – Kakek Nenek adalah orang yang jarang banget mau jalan, karena sepanjang weekday kerja. Jadi aku berangkat berdua bayi. Yang aku takutkan kalau di jalan dia reang (yang mana artinya adalah ribut) secara dulu-dulu dia suka begitu. Alhamdulillah lancar mulus, emaknya yang malah tegang di depan.

Eh tragedi belom diceritain. Jadi bayi ini adalah fans berat sapu. Setiap ada sapu dia terobsesi. Tadi dia minta main sapu. Aku cenderung ngebolehin barang yang dia pengen pegang. Jadi aku jagain aja. Eh dia bikin gerakan mendadak dan tiba-tiba nangis sampe ga ada suara lamaa ga bersuara-suara. Aku panik. Kubawa dia ke luar main semprotan. Berhenti tapi nangis lagi. Pipo langsung agak garang, ajak gendong bayi, tapi kuajak lagi dengan dalih mimik. Biasanya dia emang suka kalo nangis gini terus mimik, secara dari tadi kulihat emang dia ngantuk. Sambil mimik kulihatin apa yang bikin dia nangis kok nggak kelihatan apa-apa. Ternyata pas bangun matanya merah 😦 Seharian ini moodnya ga bagus.

Tapi alhamdulillah di acara AIMI dia oke aja. Begitu sampe, kusuapin pisang sama roti tawar karena jam jajan dia ketimpa bobo. Pas kukasih maksi jadi males deh. Jajan sore kutiadakan, akhirnya malem makan lahap banget pake oseng buncis-tahu-ayam-wortel-telor puyuh.

Semakin siang di lokasi, bayi yang bolak-balik minta main keran air akhirnya bosen dan nangis. Jadilah aku pamitan dulu sebelum mendung menggayut berubah menjadi hujan deras. Alhamdulillah bayi mau dan nurut dan senang duduk sendirian di car seat-nya, lalu dia tidur di ayun mobil yang bergoyang.

Sekian. Salam dari kopi, kacang goreng, dan minyak angin.

PS : Mohon maaf bagi para pengurus AIMI Purwokerto yang tadi mau digigit bayi karena menyapa dia yang sedang kesal kebosenan, dia mah gitu.. >,<

Pertama Kali Pergi Berdua Krucil

Bismillahirrahmanirrahim..

Selama ini Ichi hanya main seputaran rumah saja. Warung, rumah tetangga. Haha. Paling jauh ke rumah nenek-neneknya. Hadeh. Emang emaknya anak rumahan, udah gitu mau main ke supermarket aja nggak boleh sama Pipo-Mimo- nya karena takut ketularan penyakit macem-macem. Maklum sampe umur hampir setahun udah 3 kali kena batpil.

Pada akhirnya emaknya udah ngebet bawa si anak ke supermarket, akhirnya dapat ijin. Eh malah dia seneng banget naik troli dan nggak mau berhenti. Malah dia dibeliin labu kabocha nggak boleh jauh-jauh, di samping dia terus sampe mau ditimbang nggak boleh. Nyapa mbak-mbak SPG. Nyapa kakak cewek yang main boneka, diajakin main.

Padahal, padahal yaa.. dia dulu tuh takut banget ketemu orang baru dan keramaian.

Ada metode namanya Briefing, ada di buku bunda Okina Fitriani. Seorang anak, kadang nggak terprediksi akan cocok dengan suatu tempat atau nggak. Betul nggak. Dia tahu-tahu diajak ke rumah mbah-nya di mana di sana ada speaker keras, ada orang berseliweran yang dia nggak kenal tapi selalu pengen nyapa. Alhasil dia berontak, dan bener-bener parahnya nggak mau sama siapa-siapa kecuali sama ibunya dan tidur karena capek aja. Kejer.

Briefing ini adalah cara kita untuk membantu si anak supaya dia menyiapkan dirinya untuk menghadapi sesuatu yang baru ini. Kita harus ngasih tahu anak, kalau kita mau ajak dia ke mana, mau ngapain, dengan siapa, nggak boleh ngapain.

Temen akrab pulang dari Jakarta dan ngajakin ketemuan di Foodcourt. Bayinya 5 bulan, aku belum pernah ketemuan lagi sejak dia lahiran. Otomatis pengen banget ikutan nongki. Sehari sebelumnya sudah sounding ke Ichi kalau akan dibawa ke foodcourt, ketemu sama temen bunda, Aisyah, Luna. Di sana mau makan. Nggak rewel ya. Blabla.

Bawa bayi itu persiapannya lumayan banyak. Pospak, baju ganti (penting!) kalau perlu baju ganti emaknya haha, tisu kering, tisu basah, cemilan, mainan, makan besar kalau lewat jam makan, gendongan. Setelah makan pagi, bobo, dan mandi akhirnya kami siap. Karena belum ada car seat, nggak bisa berangkat berdua aja tanpa bantuan taksi. Manggil taksi gak nongol juga sampe anaknya bosen.

Akhirnya naik taksi. Khawatir juga sih di dalam taksi bakal rewel. Tapi udah di-briefing. Kami duduk di belakang. Ichi nggak banyak tingkah, tapi nggak rewel dan mulai menikmati di akhir. Setelah turun, kami menuju foodcourt, dan amazingly Ichi enjoy. Dia ketawa-tawa, godain mas-mas waitress, maemnya mau, pengen nyolek (atau nyuwek) adek-adek ceweknya, blabla. Sampai negara es menyerang.

Ichi suka banget sama sedotan dan wadah minum. Kebetulan aku pesen es teh kemasan. Dia suka banget dan harus banget pegang. Pas aku meleng ambil makan, dia numpahin teh dan es es nya ke badan dia. Kejer, tegang, nangis. Aku angkat dari high cair, tapi kakinya ngejang, agak susah juga apalagi dia nangis. Langsung buka celana, berdiriin di bangku, dan dia… godain mas-mas lagi >,< haha. Inilah gunanya bawa baju ganti! Sempet saltum karena salah bawa baju tanpa lengan, aww. Pulangnya naik becak, karena aku pengen kasi pengalaman baru ke bayi gede ini. Dia nggak interest naik becaknya, dia suka lihat kendaraan, tapi tetep ke mainan yang dia baru beli (dibeliin emaknya karena nggak mau beranjak dari tempat mainan – kalau udah gede, kita bisa kasih pengertian ya kalau itu bukan tujuan dia ke sana).

Nah, itu pengalaman kami yang seru. Selanjutnya kami pergi ke tempat lain, berdua saja. Mungkin bagi sebagian mommy itu biasa, haha tapi buatku ini pengalaman baru. Dan akan terus dilakukan.