Lebaran Pertama Sibayi

Bismillahirrahmanirrahim

Akhirnya bisa colongan di klinik ni posting biar gak buluk amat. Mau cerita tentang lebaran pertama sibayi. Mulai dari kebingungan apakah emaknya bisa shalat sementara ada bayi 8 bulan yang masih histeris sama orang banyak asing. Berserah aja akhirnya. Kalau ada stroller mungkin bisa jadi pilihan ya, karena aku rencana nyewa tapi nggak ada yang ready jadi nggak pakai.

Pagi jam 5 sibayi udah kumandiin. Infonya sih jam 7 mulainya dan ternyata salah pemirsa. Jam setengah 7! Dan kami sampai parkiran di saat shalat kurang 5 menit. Lelarian, buru-buru gelar tiker dan dudukin sibayi di depan samping. Dikasih mainan, eh ternyata dia milih mainan tas emaknya. Alhamdulillah sampai selesai dia nggak ngerengek sama sekali.

Pas dengerin khotbah sambil dikasih cemilan, pas mau selesai baru deh dia ngerasa ngantuk dan makin lapar. Siangnya kami mudik ke rumah suami. Drama pun dimulai. Di rumah mbahnya lagi ada acara kumpul keluarga besar. Sibayi yang nggak familiar sama mbahnya, sama rumahnya, denger suara speaker, ketemu orang baru yang menyapa dia, langsung kejer dan nggak mau lepas dari emaknya.

Yang biasanya kalau emaknya ngapa-ngapain dia mau digendong dan mainan sama ayahnya, ini sama sekali. Bahkan ke wc, mandi, shalat, harus ngikut. Malamnya nangis lagi sampai keluar keringet buanyak, nafasnya pendek-pendek, mingsek-mingsek kesian banget. Tidurnya nggak nyenyak karena panas, maklum daerah pantai.

Besoknya udah bisa senyum-senyum, mandi mood oke. Begitu ditinggal emaknya mandi, nangis lagi. Bahkan denger suara motor, suara kembang api, speaker masjid, dia jadi histeris (dan ini kebawa sampai beberapa hari kemudian). Karena emaknya gak kuat akhirnya minta pulang haha. Di jalan kalau mobil jalan, bayi enak bobo. Begitu macet, dan itu panjaaang dan lama. Bayi bangun, mainan, makan, lama-lama bosen dan mau mulai rewel. Alhamdulillah udah mau kelar macetnya, mobil jalan dia bobo lagi. Entahlah, dia kalo posisi gak enak nggak mau ngasi.

Sampai di rumah, ketemu lagi sama Mimo Piponya tapi masih gampang banget nangis. Bobo kecapekan. Besoknya baru kembali seperti sedia kala. Haha bayii bayii…

Ada cerita menarik tentang mudik?

Mohon maaf lahir batin ya teman.

Foto Terapi

Bismillahirrahmanirrahim

Waktu koas dulu, ada 1 stase anak yang di dalamnya harus menginap 2 minggu tanpa pulang di NICU. Salah satu ruangannya adalah ruang foto terapi, di mana bayi silih berganti harus disinar biru karena bilirubin tinggi. Tapi, nggak nyangka akan mengalaminya sendiri.

PD sebelum melahirkan nggak rembes dan nggak ‘isi’, ga pake pijat karena khawatir merangsang kontraksi (yang mana seharusnya mulai dirawat, kalau usia kehamilan aterm nggak terlalu masalah). Sampai melahirkan, sampai breast care, hanya sedikit colostrum (ya memang harusnya keluar sedikit sudah cukup) itu pun harus dipijat ekstra. Di mana ada ibu lain yang belum melahirkan sudah rembes, dan begitu melahirkan bayinya gampang nangkap karena nipple yang mudah ditangkap, itu nggak terjadi.

Kelihatan ya, kalau di tempat terang ikterik/kuningnya lebih jelas. Jaman BB turun, masih bayi merah kurus banget. ASI yang masih seiprit-iprit.

Jadi pada hari-hari awal, terutama 3 hari pertama, bayi kurang asupan. Yang menurut teori, lambung bayi masih kecil dan meski ASI sedikit nggak masalah. Dan aku kekeuh di teori itu. Tapi qadarullah si bayi demam di hari 3, turun dengan skin to skin, dan naik lagi di hari 4. Mrengkel? Enggak, orang tepos. BAK + BAB -. Di hari ke-4 memang bayi suruh datang ke RS untuk cek bilirubin, karena saat pulang bilirubin bayi di angka 5. Di rumah, si bayi memang kuning. Tapi kadang menghilang. Setelah dicek di RS, bilirubin di angka 17 (seharusnya paling tidak di bawah 11) dan demam 38, harus foto terapi.

Maunya kekeuh ASI, tapi nggak mungkin lagi.. aku pompa cuma basahin pantat botol. Padahal bayi demam harusnya dapat asupan ASI yang banyak. Alat foto terapi pun antri, karena nggak cuma si bayi ku yang pakai. Apalagi alat baru, yang cuma butuh 6 jam sekali sesi sementara alat jadul butuh 12 jam. Aku nangis pas bayi dibawa untuk masuk kamar isolasi. Nelepon ibu yang langsung ijin pulang kantor.

Begitu masuk kamar bayi, judge pertama yang diberikan adalah “Duh kasihan, nggak nurut sih suruh kasih sufor. Asi mu (waktu latihan menyusui sebelum pulang) nggak ada!” Nenek si bayi sama juga, kenapa nggak nurut waktu suruh pake sufor, kekeuh aja sih kamu. Suster pun begitu, “dokter, kok nggak tahu ya?”

Fine… Berhubung nggak tega pulang, ambil kamar buat nungguin si bayi. Kamar isi 2 orang, yang alhamdulillah jadi buat kami (aku dan suami) aja karena penghuni sebelah nggak jadi ngisi. Di 5 jam pertama foto terapi di alat lama suhu badan bayi naik lagi. DSA visit, harus stop foto terapi sampai suhu di bawah 37,5. Observasi suhunya naik karena termostat nggak stabil atau memang ada infeksi. Cek laborat juga, ternyata leukosit nggak naik, berarti nggak ada tanda infeksi atau sedang menuju ke infeksi. Kalau nggak turun juga, masuk antibiotik Lapixime injeksi sekali aja. Kalau udah turun, baru boleh lanjut. Akhirnya setelah antibiotik masuk, jam 11 malam bisa mulai lagi dengan alat yang baru.

Setelah 3 hari dirawat akhirnya bayi boleh pulang. Alhamdulillah. Selama 1 minggu nggak napsu makan. Mompa asi keluarnya sedikit. Nangis mulu, baru ngerasain betapa sedihnya kalau anak sakit.

BB bayi yang pas masuk turun 3 ons, begitu keluar RS naik lagi 1 ons. Ikterik pun berkurang, tinggal bagian muka dan sklera mata. Tinggal jemur tiap pagi, minum banyak, dan kontrol 1 minggu kemudian. Kontrol oke, meski kuning di sklera belum hilang tapi tetap jemur lama-lama hilang.

Tiap pagi jam 7 an jemur cuma pakai pampers dan mata nggak kena matahari langsung. Dibalik supaya punggung juga kena. Ikterik/kuning pada bayi bisa merupakan fisiologis (normal) atau patologis (tidak normal). Selama ikterik di atas perut (wajah dan dada) insyaAllah masih di bawah angka 11. Tidak ada BAB pucat, mimi oke. Jemur aja insyaAllah hilang sendiri.

Makasi buat Pak Suami yang ngocol supaya istrinya nggak sedih lagi. Yang meski ke RS sambil bawa laptop buat bikin kerjaan, yang katanya molornya duluan sementara istrinya bolak-balik kebangun. Kita malah kaya nginep di hotel, berasa liburan…

Alhamdulillah sekarang si bayi sudah berhasil lepas susu formula dan pakai ASI, meski ibunya mbelani nggak banyak ambil jam praktek karena ASIP nya nggak sekulkas. Alhamdulillah. Dan meski anak kita ASIX, share pengetahuan, pengalaman, boleh bangettt! Tapi jangan ada kata bully please… karena semua ibu pengen anaknya ASIX, dan karena dampak kata-kata itu jadi baby blues, stres, berujung ASI mampet.

Tips ASI deras. Karena aku benar-benar merasakan dari PD rasanya nggak pernah penuh sampai sekarang cukup untuk diminum bayi berat 8 kilo usia 3 bulan jalan 4 bulan.

  1. Happy, yes. Tapi untuk menjadi happy saat stres dan kewalahan dari status single yang bisa kemana-mana menjadi tahanan rumah itu nggak gampang. Pertama, harus minta bantuan suami ya, terutama masalah popok karena sebaiknya bayi pakai popok kain. Malam hari, boleh pakai pampers untuk meningkatkan kualitas tidur bayi dan ibu. Minta bantuan suami untuk mengganti pospak tiap berapa jam sekali. Siapkan cokelat, makanan kesukaan, stok susu enak, dll. Banyak karbo dan protein (lupakan diet sementara ini, oke). Minum cukup. Setel lagu yang bikin nyaman/murattal. Sedia film/drama untuk penghibur kala bosan. Shopping, secara nggak bisa kemana-mana, juga bisa meningkatkan happymeter kita.
  2. Booster. Mulai dari suplemen, susu katuk, jamu uyup-uyup, dan terakhir teh fenugreek aku merasakan dampak yang lumayan di yang terakhir. Silahkan mencoba apa yang menurut ibu sekalian cocok yaa.
  3. Power pumping / manfaatkan growth spurt / rajin pumping dan menyusui. Sejak growth spurt yang (menurutku) kedua, PD jadi lebih berisi. Pumping terutama sebelum menyusui, karena ASI akan terus terproduksi. Kalau ASI dan PD lembek, usahakan sering susui saat bayi dalam kondisi mengantuk, meski nggak LDR dan nggak kenceng alirannya bayi akan tetap ngisap dan itu merangsang PD kita.

 

 

Perlengkapan Ibu Hamil – Menyusui – Bayi

Bismillahirrahmanirrahim

Pengalaman pertama selalu coba-coba. Betul nggak ya? Karena kita nggak tahu mana yang cocok mana yang enggak. Untuk kehamilan sekarang, aku belum banyak beli barang. Banyak yang menyarankan untuk beli di usia kehamilan 7 bulan saja. Ya.. aku setuju aja. Selain belum perlu, masih ngumpulin dana juga.

Selain baca-baca list kebutuhan, aku juga banyak minta saran dari yang sudah berpengalaman. Juga soal harga dan kenyamanan. Waktu dinas internship dulu, karena ada dua bumil yang kemudian jadi busui, aku juga mempelajari. Dulu aku memutuskan untuk banyak berhemat, lebih baik beli preloved saja toh masih bisa dipakai. Cuma sekarang belum tahu deh, kalau preloved dari kado masih oke ya, kalau sudah pernah dipakai tergantung barangnya juga sih.

Soal barang yang dijual dari kado yang terlalu banyak, biasanya harganya memang lebih murah. Cuma kebanyakan online, dan kalau barangnya besar sama aja biaya ongkir mahal. Sempet pengen beli di kota besar, tapi untuk transport dll kemungkinan nyedot biaya juga, lagian gatau sempat atau enggak.

Sampai hari ini 14 Juni 2015, barang yang menurutku dibutuhkan untuk kehamilan adalah :

  1. Daster. Dulu mah males pakai daster, apalagi kalau daster batik ga dibolehin sama ibu karena ‘ngembarin’.. hehe. Setelah nikah punya piyama daster bahan kaos yang lengan lanjang, dan ini berguna banget. Jadi aku nambah beli lagi karena pas hamil enak banget pakai ini, kalau pakai celana panjang piyama udah ga muat. Harga 1 nya nggak sampai 100 ribu. Bisa dibeli di toko piyama atau Moro.
  2. Celana hamil. Kalau yang kerja pakai celana, wajib banget punya celana hamil St.Yves Mom bahannya enak, di perut melar banget. Karena aku cuma buat dipakai di rumah, jadi bukan bahan kain melainkan kaos. Nyaman banget. Belinya di Matahari.
  3. Baju hamil. Sebelum nikah pernah beli 1 biji karena enak dipake buat yang ukurannya jumbo, hihi. Bahannya katun rayon, adem meski mudah kusut. Makanya aku sekarang beli 2 biji yang motif supaya kusutnya nggak kerasa. Enak dan semriwing! St Yves Mom jugak. Tapi kehamilan besar udah pensiun karena aku ga punya rok yang cukup.
  4. CD hamil. Baru liat bentuk CD untuk hamil yang jumbooo bener, hihi. Tapi emang enak banget. Cuma sebiji harganya lumayan juga, 40 ribu kurang. Belinya di Moro, merk nggak terkenal sih. Dan kemudian nemu merk plum, harganya nggak sampe 15 lebih awet dan nyaman.
  5. Maternity Support Belt. Sehubungan dengan nyeri lipat paha ku, makanya aku beli ini barang. Kayanya emang makin dibutuhkan ke depannya sih. Awalnya mau beli sorex, harganya < 50 ribu katanya. Karena di Moro nggak ada, dan kalau beli di OLS mahal ongkir akhirnya beli merk Viveana, mirip-mirip Sorex ajah. Harganya mirip. Lumayan buat dipakai saat bermotor atau perjalanan jauh.
  6. Gamis. Berhubung beratku naik pesat, melembung dimana-mana. LD aku meningkat, perut membuncit, paling enak emang pakai gamis. Karena kelamaan rok aku jaman dulu udah ga muat lagi. Karena gamis yang cukup cuma dikit, aku memutuskan bikin dan beli jadi. Beli gamis ukuran se-aku dengan bahan yang nggak terlalu ngeplek agak susah. Kalau LD kekecilan takut kekencengan. Tapi nemu juga sih. Yang busui friendly dan karet belakang.

Perlengkapan bayi

  1. Kaos kaki. Ini lumayan penting, sampai umur 2 bulan masih dipake. Kaos tangan pakai pas masih nuborn aja biar ga garuk muka ama ga kedinginan abis mandi. Kusarankan kaos kakinya yang halus begini biar gak kenceng di pergelangan. Lentur. Sepatu ga usah banyak-banyak, apalagi kalo nuborn mah belum sering jalan-jalan.
  2. Waslap butuh agak banyak kalau tiap hari mau ganti, mandinya udah mulai 2 x sehari setelah sebulan. Slabber belum kepake banget kalau belum makan, ga usah banyakan biasanya dapat kado. Topi penting juga nih, tapi bagusan yang kayak kupluk biar fit di kepala ga kekecilan ga kegedean karena bisa mulur.
  3. Clodi. Bagusnya sih pasti yang import yaaa yang 400 an itu. Tapi yang made in Cina ya gapapa deh lumayan buat siang biar tidurnya agak lamaan, kalau popok kasihan ganti mulu mana si Ichi kalau pipis ga pake alarm jadi suka kebablasan basah lama ga ketauan. Nyucinya pakai ultraco, yang paling murah 25 ribu lagian pakenya dikit banget awet.
  4. Pospak, kassa, alkohol, kapas bulat. Kassa sama alkohol kadang dapat dari RS juga kalau swasta.
  5. Perlak. Perlak biasa untuk mandi yang plastik itu, sama perlak yang kaya di gambar itu gambar burung hantu, dia nggak tembus ke kasur tapi bagian atasnya kain biasa jadi nggak panas. Cuma kalau basah, ikutan basah juga. Aku dapat perlak kecil dari RS, guna banget buat ganti popok. Selimut 2 fleece carter, cinta banget deh, lembut dan hangat! beli 2, dapat 2 kado juga.
  6. Bedong, kusarankan bahan spandek. Mulur dan enak banget ademm.
  7. Baby wrap, ga perlu beli lah menurutku. Tetep jarit is the best. Pengen jalan ke luar tapi malu pake jarit? Bikin jarit sendiri, beli kain katun yang motifnya oke. 😀
  8. Perlengkapan mandi. Enak pakai 2 in 1, sampo sabun jadi 1. Blablabla terserah ya, hair lotion, telon. Baby cream dan cream diaper penting deh.. buat kalo suatu saat dia diaper rash. Kalo pas suka kecipirit, suka merah-merah di dubur.
  9. Sisir, gunting kuku, cotton bud (telinga ama hidung ama udel rajin dibersihin), anak laki2 smegma juga rutin dibersihin (lemak di ujung penis), detergen, sabun cuci
  10. Jumper beli jangan nuborn deh, paling ga usia 3 6 bulan. Itu juga kalo mau jadi anak gaul. Beli popok, baju kutung, baju panjang, baju pendek, celana pop, celana pendek. Untuk nuborn secukupnya aja, 2 bulan udah pakai yang buat 3-6 bulan soalnya haha.
  11. Baby crib, pilihan ya. Kalo aku ditaro di luar kamar, buat kalo pas bobo siang. Bisa ditinggal2. Dan ada pengaturan 3 posisi, mayan buat pas dia gede.

1 2

Menyusui

  1. Bantal menyusui. Kalau ini bikin sendiri. Pas liat di toko harganya di atas 100 ribu. Di OLS 130 untuk yang cover motif menyatu dengan insert. Sarungnya sendiri harganya 75 ribu. Mahal kan. Mending bikin sendiri deh, DIY Bantal Menyusui. Buat bayi nuborn enak banget kalau punya ini. Di minggu awal aku masih ngebungkuk ampe leher pegel, keringat bercucuran, karena menyusui ternyata nggak cuma teori belaka huhu.
  2. Ice gel. Sebiji harganya 24 ribu yang cukup gede. Di Wijaya Baby Shop. Yang lainnya dapat kado.
  3. Tas cooler. Dapat 2 dari kado, tapi berhubung kurang besar aku beli cooler bag Allegra karena tergoda motifnya.IMG_20151228_170523
  4. Breastpump ya. Karena dulu temenku kebanyakan pakai pigeon manual, yang standar aja aku beli itu. Tapi katanya medela manual juga enakeun, meski cocok2an tapi kayanya tarikannya enak deh, harganya yang tanpa calma juga ga beda kejauhan. Daaan.. sekarang aku beli spectra elektrik 9+ dengan harapan bisa makin rajin mompa karena pakai manual aku ga tahan lama ngengkol. Belum bisa kasih review, barangnya belum sampai tapi kata temen2 yang udah pakai enaakk.
  5. Serbet kecil yaa, buat ngelap gumoh karena bayi di bawah 8 bulan masih suka gumoh. Kalau ga pake serbet, siap2 ganti baju terus.
  6. Breast pad, aku saranin pakai yang kain aja. Irit dan gak melitut2 plus nempel sana-sini.
  7. Sterilan. Kalau rajin metode rebus boleh, atau metode kering (setauku bahan keringnya cukup mahal) Aku beli yang murah aja, metode uap dan bisa buat hangatin makanan dan susu sekalian.
  8. Dot. Aku nggak nyaranin dot yaa. Di rumah juga udah ada cup feeder sama botol sendok, tapi nggak telaten. Dot nya pakai tommee tippee sama avent natural, buatku ini oke banget karena anti kolik dan si bayi harus nyedot plus bisa berhenti ambil napas dan monyongnya mirip ama kalo nyedot PD ibuIMG_20151123_083816Apaan lagi yaaa?

 

Happy Father Happy Mother

throwback…

Bismillahirrahmanirrahim

Beberapa hari itu WA ku dijawab pendek-pendek aja. Biasanya emang lagi sibuk jadi nggak sempat ngobrol. Tapi kalau sibuk pun bilang lagi kemana atau ngapain. Aku juga udah tahu jadwal tugasnya. Labilnya memuncak waktu kakiku super pegel hari Rabu itu. Minta diperhatiin, mewek. Sesungguhnya aku nggak gampang mewek, nggak segampang sekarang pas lagi hamil. Udah berapa kali deh meweknya.

Pas mewek, ngadu betapa sulitnya hamil pas LDR. Apalagi liat gambar-gambar di bawah itu. Berasa banget. Pengen apa-apa nyari sendiri. Kontrol sendiri. Berangkat kerja sendiri. Bagusnya sih jadi nggak manja. Orangtua juga nggak manjain, soalnya pada kerja juga kan.

Suami bilang, “apa aku ke situ aja?” Aku tahu dia nggak ada dinas luar ke Jawa. Sejak lebaran, otomatis jadwal pulang adalah Oktober buat nemenin persalinan. Aku cuma bilang, kalo aku nggak minta dia pulang cuma pengen ngobrol. Abis minta maaf, besoknya suami WA.

Suami : Nanti tahajud ya jam 1, doa biar aku dinas ke jawa.. kan makbul

Istri : Aku baru tidur jam segitu, jam 3 aja biar lebih afdol

Suami : Enggak, jam 1 aja

Istri : Iya deh…

Agak malam, timeline fb status suami nongol. Ada percakapan aneh.

Teman Suami : Kapan ke Jakarta?

Suami : Udah kemaren

Teman : Udah ke UB?

Suami : Masih di Jawa

Teman : Kapan ke UB?

Suami : Minggu depan

Seperti ada yang aneh… UB? Universitas Brawijaya? Atau apa? Jakarta kemarin? Kemarin pas lebaran atau kapan?

Si istri segera WA suaminya : Kamu dimana sih?

Nggak dibalas, nggak dibaca.

Jam 1 malam udah nyalain alarm. Ada telepon WA. Suami nelepon, antara takjub dan heran. Aku cuekin dulu, eh dia kirim pesan WA : Aku di depan

Langsung aja kuusir adekku yang lagi molor di sebelah. Jadi ternyata suami udah beberapa hari di Jawa ada dinas, tapi nggak bilang sama sekali. Sengaja. Ini 2 kali dia ngasi surprise gitu. Hepiiii lah, kan dikira bakal ketemunya masih lama. Paling enggak ada beberapa hari buat berdua.

11902306_1692205827681104_9034064143652474442_n

Makasih udah bikinin susu ibu hamil, beliin bubur, jajanin serabi sama kamir.

11900087_1692205797681107_5561486699765014291_n

Makasih udah ikut heboh kalau si bayi lagi senam di dalam perut.

11952041_1692205774347776_1436154027623845658_n

Makasih udah ngupasin mangga pas istrinya berasa flu.

11896040_1692205757681111_1625702683700450701_n

Makasih udah nerima kegembrotanku ya..

11953158_1692205731014447_7302990598560518342_n

Meskipun nggak bisa nyanyi, masih suka senandung, ngajiin, ngobrol.

11885139_1692205707681116_5701730609078091826_n

Makasiiih udah mijetin pas kakiku bengkak.

11880398_1692205691014451_3826036965213559682_n

Dan makasih udah dongengin pake nursery book seken yang aku beli. Meski kamu protes kok ini ceritanya tentang ‘nggak bisa tidur’ mulu.

Makasih juga tiap pagi udah nemenin jalan pagi terus…. 🙂

Tidak Ingin Hamil

Bismillahirrahmanirrahim

Kemarin liat path ada berita sekaligus foto mengenai anak perempuan berseragam SMA melahirkan di kebun. Di foto itu si anak perempuan dengan rok dan tangan bersimbah darah, dan ada bayi kecil mungil yang tali pusatnya belum terpotong digendong oleh seorang ibu. (Semoga fotonya memang asli dan pembuat berita memang bukan cuma bikin sensasi).

Antara mau nangis, sedih, miris, nyesek… Teganya, bayi kecil suci itu diperlakukan seperti bi*****g oleh ibunya sendiri.

Beberapa waktu lalu aku sedang memeriksa pasien hamil besar, yang sebelumnya dioperasi SC dan jaraknya dengan kehamilan ini memang jauh. Kebobolan.

Sang ibu ini berulangkali menyalahkan dirinya sendiri yang teledor. Sempat makan nanas, forsir aktivitas, dengan harapan… ya! Itu harapannya, harapan seorang ibu yang sedang mengandung anak yang secara tak langsung ‘tidak diharapkan’.

Aku cuma ngelus dada dalam hati. Mari berdoa supaya kita selalu mencintai karunia dan titipan Allah yang amat berharga itu…