Staycation* di Grand Kanaya Baturraden

Bismillahirrahmanirrahim

post-1

Sebagai anak rumahan, kami jarang banget pelesir. Bahkan yang dekat sekalipun. Bahkan yang kalau orang jauh-jauh rela datang, kami yang sepelemparan batu pun jarang. Nah, ayah memutuskan mudik karena akan bepergian jauh dan mungkin belum punya agenda untuk pulang sampai akhir tahun. Jadi ayah memutuskan pulang di awal bulan.

Kami berencana berlibur. Karena ayah yang mudik dari ujung Sumatra itu cuma punya 2 malam untuk bersama dengan bunda dan Ichi. Tidak jauh, hanya ke dataran tinggi di kaki gunung Slamet yang jaraknya hanya kurang lebih 30 menit.

Sabtu, 5 Nov 2016.

Semalam ayah sampai. Ichi yang sudah tidur, kebangun sambil senyum malu. Gitu terus, sampai tidur lagi. Ayah masuk angin. Akumulasi kehujanan belakangan ini, bangun kepagian karena harus ke bandara, dan sampe rumah dikasih kopi hehe. Vomit, mules. Muka udah lemes aja. “Yah, kalau gini nggak usah aja besok.” “Jangan dong, udah dibayar.” Jadi buni kerokin aja sama kasih teh pahit. Katanya ini pertama kalinya dikerokin, mengaduh sampai gaduh. Idih ayah, waktu hamil Ichi buni gini juga kalii ampe kirain mau brojol. Ampe pasien lagi periksa divomitin juga. Bolak-balik moncor atas bawah, taunya sembuhnya abis dikerokin (hadeh). Udah, abis kerokan sembuh deh.

Sepanjang hari buni kerja. Ayah benerin pompa sumur. Bunda kondangan ke tempat besties (My Dije Bude Sude) yang selama anggota Chortle nikah selalu hadiroh, maaf banget ya De kami nggak datang lengkap, nggak datang bareng, nggak datang akad. Maafffin dulu padahal sampe bela-belain datang ke nikahanku dan nolak kerjaan keluar kota.

Sorenya kami sekeluarga berangkat ke Baturraden. Mampir dulu ke Pringsewu makan bareng. Seneng banget si Ichi mainan sedotan dan disuapin kentang. Selesai makan, check in di Grand Kanaya Baturraden, hotel baru yang ngehits banget karena pool-nya. Oya kami nggak pake aplikasi, langsung nelpon dan transfer. Untuk biaya menginap per malam 300K weekday, 400K weekend.

Setelah ganti pospak, ganti baju (sibayi risih pake lengan panjang) kami nonton teve dan kruntelan. Seneng banget si kecil itu liat teve yang guedee hihi. Udah selesai, nagih ng-asi dan langsung tepar.

Ahad, 6 November 2016

post-4

post-2

Paginya bayi bangun seperti biasa, jam 6. Jam 7 udah dimandiin padahal biasanya mandi paling cepet jam 8 hihi. Mandi pake shower hangat, udah asal cepet dan nggak pake keramas takut kedinginan. Sebenernya cuaca nggak dingin amat sih. Kamar hotel emang nggak pakai ac karena di dataran tinggi.

post-5

Medang disit ben gak edy*n

7.30 kami sudah siap breakfast. Menu : nasi goreng, nasi + lauk, omelet, bubur manis, susu murni, teh, kopi, buah, roti tawar. Karena lokasi breakfast di samping pool, kami sambil nonton yang pada berenang. Ichi nggak mau kalah, ngiterin tuh kolam tapi nggak pake berenang. Foto-foto aja hhihi.

Niatnya sih mau langsung berangkat ke lokawisata karena ayahnya pengen mengenang masa pacaran (halal) dulu. Tapi Ichi ngantuk akhirnya bobo dulu. Sekalian check out kami nitip koper dan dengan pede jalan menuju lokawisata. Sekadar bayangan, jalanan sepanjang hotel – lokawisata itu sekitar 30 derajat kalau nggak salah kira ya. Jadi ya kalo paham pasti ngojek atau naik angkot dari terminal (kami nggak bawa mobil) haha.

post-3

Ayah gendong bayi belasan kilo, bunda bawa ransel ama lemak. Kaki udah kayak digandulin ama gajah. Berkali-kali berhenti buat minum. Angkot udah nggak mau berhenti, angkot aja susah mau ngerem-nya, gimana kita… Jadi ya sampe lokawisata bercucur keringat dan berkonde semua betisnya. Di sana langsung nongkrongin tukang pecel ama mendoan. Yang sampe mendung menggelayut nggak juga dikirim, akhirnya dibatalin dan memutuskan pulang daripada bayi keujanan repot. (Ini sebenernya pengen dokumentasiin tapi apa daya, ngeluarin hape pun tangan lunglai rasanya *lebay emang)

Turun naik angkot. Pesen taksi buat pulang. Mampir beli makanan. Alhamdulillah sampe rumah juga. Sibayi nempel sama ayahnya, sampe waktunya ayah berangkat lagi ke rantau.

See u soon Pap. Jalan-jalan lagi yaaa.

Plus Minus Hotel Grand Kanaya Baturraden

  1. Dari gerbang ke lobi jauh ya. Kalau jalan lumayan, ga ada transport lain.
  2. Gak ada lift, jadi kalau dapet lantai 3 nggak usah bolak-balik turun.
  3. Gak ada AC dan kulkas. Mungkin karena dataran tinggi ya, meski kemaren nggak dingin-dingin amat, kulkas masih ok sih kalau ada ūüėÄ
  4. Breakfast kurang yummy kalau dibandingkan hotel yang tarifnya serupa.
  5. Pemandangan dari kolam renang baguss. Kalau dari kamar sih cuma kelihatan bagian belakang hotel yang lagi dibangun.
  6. Ada taman bermain, ayunan dan jungkat-jungkit. Mayaan buat main sama anak.
  7. Pool-nya, yang jelas, ok banget. Bisa dipakai sama pengunjung luar hotel juga.
  8. Kamarnya bagus bersih rapi. Kamar mandi jugak. Kelengkapan cuma handuk 2 biji, keset, sabun sampo, air mineral, pemanas air, teh kopi gula. Sandal sebenernya butuh banget itu.. dingiiin.

*Artinya liburan tetapi tinggal di rumah atau kita berlibur ke tempat yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal. Bisa itu dilakukan di dalam kota atau sedikit ke pinggiran. (Nationalgeographic.co.id)

Tips staycation bawa bayi 1 tahun.

  1. Bawa baju ganti, celana, pospak, kaos kaki, sandal, sabun + sampo (2 in 1), minyak telon, jajan, mainan, gendongan, tisu basah, tisu kering. Handuk sih pakai yang di hotel aja.
  2. Briefing dulu sebelum bepergian
  3. Rencanakan akan makan apa bayi saat bepergian dan stay di hotel
  4. Siap-siap kalau si anak minta titah.

Ada yang mau menambahkan?

Ada yang punya pengalaman serupa?

Visit Purwokerto

Bismillahirrahmanirrahim..

Iseng-iseng, siapa tahu ada yang punya tujuan Purwokerto dan sama sekali nggak punya gambaran kota ini. Bahkan mungkin ada yang menyangka Purwokerto sama dengan Purwakarta. Atau menyangka letaknya di Jawa Timur.

Sejak umur 1 tahun – 25 tahun aku hanya berkutat di kota ini, meski begitu nggak tahu-tahu amat juga karena aku arum (anak rumahan). Dulu pas sekolah, mentok-mentok mainnya ke toko buku dan alat tulis, belanja alat tulis lucu tuh bahagia aja. Hahaha. Kalo engga main ke rumah temen, seringnya sih rumahnya di-main-in karena nggak jauh-jauh amat dari rumah. Jadi, tulisan di bawah ini buat yang buta banget soal Purwokerto.

Cerita tentang Purwokerto.

Bisa naik apa saja ke sini? Ada banyak kereta yang sepertinya selalu lewat sini, terutama Jakarta-Jawa Timur. Jadi kamu dari Jakarta, Semarang, Cirebon, Surabaya, Madiun, Solo, Tegal, Yogyakarta, dll bisa naik kereta untuk pilihan awal. Stasiun kereta ini termasuk besar, dan ada di tengah kota. Bus sudah pasti, apalagi Terminal yang sudah lebih tertata daripada dahulu. Naik pesawat, bisa, tapi bandara (kecil)nya di Kota sebelah, jadi masih tetap harus jalan darat ke sini.

Penginapan. Banyak sekali penginapan di kota ini, karena aku anak sini jadi untuk rate memang kurang paham. Dari sekian banyak, kalian bisa pilih hotel di kota atau di Baturraden (di kaki gunung Slamet) atau dekat dengan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe B Margono Soekarjo. Karena kota ini kecil, simpel aja kalau mau kemana-mana kok. Homestay ada, vila ada, guest house juga ada. Hotel paling bagus di sini : Aston (pusat kota, dekat pusat kuliner, UNSOED, RS Elizabeth, RS Wijaya Kusuma), Horrison (dekat Aston), Santika (dekat Terminal, lebih jauh dari pusat kota), dengan harga rata-rata di atas 700K kurang lebih. Untuk hotel yang sedang, tapi pelayanan oke, bisa dicoba hotel Wisata Niaga, 1 kamar sekitar 250K. Di Baturraden lebih banyak lagi pilihan hotel dan homestay, tapi cukup jauh dari kota. Cek penginapan. 

Ingin ke Baturraden? Baturraden ini tempat wisata di kaki gunung Slamet, jaraknya sekitar 15 km dari kota Purwokerto. Hanya lurus ke arah utara, bisa langsung ketemu gerbangnya. Naik angkutan kota, taksi, bisa. Isinya? Hutan, jelas. Air terjun, Pancuran, Air belerang, Mandi belerang/air panas, Telaga, Peternakan sapi, dll. Pilihlah waktu selain musim hujan, karena kurang asyik kalau harus pakai payung jalan-jalannya. Baturraden Adventure Forest untuk yang tertantang main flying fox dll. Paintball di jalan raya Baturraden). Makanan di tempat wisata ini macam-macam, untuk di lingkungan wisata, nikmatilah Pecel + Mendoan hangat + Sate ayam/kelinci + Susu sapi murni. Harga masih wajar. Cek Baturraden.

 

Museum. Museum BRI (dekat stasiun). Museum Jenderal Soedirman. Suka sejarah? Ingin tahu uang kuno, brankas kuno, di sini tempatnya. Tepat di seberang BRI. Di dekat sini ada soto legendaris, soto jalan Bank, soto Sungeb. Nikmati soto ayam dengan kuah khas soto Sokaraja.

Mau makan di mana? Ada lokasi strategis untuk wisata kuliner. Daerah GOR Satria. Pagi hari banyak warung tenda aneka makanan, dari bubur ayam, opor, soto lamongan, empal gentong, serabi khas Purwokerto, gudeg banyumas, dll. Banyak pula resto, mulai dari Sop Ayam Pak Min, Bebek H. Slamet, Nasi uduk Jakarta, Es Duren Legendaris, Ramen, Donat Eigo, Donat Madu, Omah Kerang. Malamnya pun banyak lapak, mulai dari seafood, nasi goreng, canai, teh tarik, roti maryam, jagung bakar, angkringan. Atau bisa ke daerah Kampus UNSOED, banyak pilihan makanan.

Bakso terkenal : Bakso Pekih, Bakso Cuangky dan Siomay Wahyuningsari, Bakso Kuningsari (Bakso bola tenis), Bakso Pak Kardi (Jl. Karang kobar)

Soto terkenal : Soto Sokaraja (Soto Lama, Soto Kecik), Soto Sutri (Dagingnya guede), Soto Jalan Bank, Soto Pak No (Semarangan)

Nasgor terkenal : Nasi goreng witosari, nasi goreng nylekito

Taman. Balai Kemambang, Andhang Pangrenan, Alun-alun Purwokerto.

Oleh-oleh. Pergi saja ke daerah Sawangan, di sana banyak pusat oleh-oleh. Bisa beli Mendoan baik matang maupun mentah, dengan tepung dan kecap khasnya. Getuk khas Sokaraja, keripik tempe, mino/nopia. Itu makanan khas kami. Ini yang dekat kota ya. Kalau yang sudah agak di pinggiran, untuk wisatawan yang ke arah Yogyakarta bisa beli di Sokaraja. Di sana ada pusat oleh-oleh terutama Getuk Asli H. Tohirin.

Angkutan kota di sini hanya sampai jam 5 sore, selebihnya bisa pakai becak atau taksi. Taksi yang mangkal di stasiun, taksi koprimka (kuning), Satria Mas . Menurutku pribadi, untuk taksi peringkat pertama dipegang taksi Kobata (Biru) kedua baru Koprimka (Kuning) dari segi pelayanan. Untuk tarif masing-masing sama-sama argo. Nomor telepon taksi : Kobata¬†(0281) 642440 ‚Äď 642441, Koprimka :¬†(0281)¬†622666, Satria Mas : (0281)¬†7668400.

Dekat pantai. Dekat gunung. Dekat sungai. 

Ingin sekalian ke pantai? Cilacap hanya 2 jam perjalanan, banyak pantai yang bisa didatangi. Ada benteng pendem, nusakambangan juga. Beberapa yang kukunjungi.

Ingin ke gunung? Negeri di atas awan, Dieng. Hanya 3 jam perjalanan untuk ke Wonosobo.

Ingin ke sungai? Arung jeram ada di Banjarnegara. Mengarungi Serayu dengan berbagai jarak. Hanya 2 jam perjalanan.

Waterboom? 1 jam ke Owabong, Purbalingga. 1 jam untuk menikmati Arapaima Gigas, ikan amazon di river world Purbasari. Kolam renang Walik, nikmati kesegaran air langsung dari gunung. Museum serangga. Semua di Purbalingga, 1 jam dari Purwokerto.

Backpacker Purwokerto

 

Photo by Kinjeng Aerialcam.