#MomenPertama Pergi ke Pasar Berdua

Bismillahirrahmanirrahim

1499740395318.jpg

Cie… ke pasar aja dibikin blog. Ya kaya ga tau aja blogger, hal yang ga penting bisa dijadiin penting. Setuju? Hihi.

Kali ini Buni mau cerita tentang #MomenPertama. Jadi ceritanya si bayi lagi dalam proses penyapihan dari gadget. Ini murni kesalahan emak-nya. Pas sebelum lebaran bayi sakit, jadi biar dia diem di kasur dikasihlah tontonan. Sebelumnya anaknya aktif dan eksis, dia cuma mau nongkrongin hape sebentar aja, atau pas mau tidur (ini karena emaknya pengen dia berhenti main dan segera ngantuk).

Abis dia sakit, giliran emaknya sakit. Bolak-balik dia minta gendong emak yang lagi sempoyongan demam, minta ‘ana’ ‘mimi madu’ dll. Jadi demi kesembuhan segera, anaknya dikasi gadget biar emak bisa tidur. Niatnya kalau sudah sembuh, puasa gadget lagi.

Eh.. abis emak sembuh. Emak sakit lagi seminggu setelah lebaran. Nempel lagi sama gadget, dan dia jadi fasih bilang ‘awat n tadi’ alias pesawat yang tadi. ‘eta n tadi’ alias kereta yang tadi. Dan dia milih kalau mau nonton, ga bisa dikasi yang ga suka. Pasti rewel dan nangis.

Abis emak mendingan, anaknya sakit lagi >,< Pokoknya berat banget deh kemaren, eh ga juga sih. Alhamdulillah hehe. Saking abis Vomit dan Diare seharian, besoknya si anak ikutan Vomit. Buni ga minum obat, lupa. Lupa ngisi perut tepat waktu juga. Pas masuk kerja sekaki-kaki semua kesemutan, hampir mati rasa, dan aneh aja.

Pusing si biasa aja. Tapi bersyukur di hari yang biasanya pasien banyak, hari itu sedikit. Ditensi ternyata 80/60. Jadi pulangnya dengan kaki kebas itu pergi ke sate kambing, 😀 Udah cukup setrong belum sih sebagai makhluk LDM?

Back to the topic. Jadi karena pagi ini setelah mainan semua ditumpahin dan bayi bosen, dia mulai nyari gadget. Sementara dia belum mau makan, dan comfort food dia yaitu OATMEAL BUAH kehabisan stok oatmeal. Jadi, kuajak aja dia ke mini market. Kami gak mandi, ngapain mandi? Haha. Mungkin ini biasa bagi sebagian orang, tapi bepergian gak mandi biasanya BIG NO buatku.

Bayi senang diajak jalan naik mobil. Kami masuk ke mini market 24 jam. Ichi kukasi keranjang merah, tapi dia mau yang biru. Dia jalan, masukin barang-barang yang menurutnya menarik tapi kutaro lagi saat dia ga tau. Aku ajak dia cari oatmeal dan beberapa barang. Terakhir kuajak ke mini market dia nongkrong di depan rak susu dan gak mau pergi. Oya, dia minta wafer, lapar.

Alhamdulillah kali ini dia nurut untuk beli yang dibutuhkan aja dan pergi ke kasir. Karena tenaga masih full. Sekalian aja kuajak dia ke PASAR MANIS. Info aja PASAR MANIS ini Pasar yang belum lama diresmikan oleh Presiden. Awalnya berupa Gedung Kesenian, tapi disulap jadi Pasar Modern.

Tempatnya nggak terlalu besar, seruangan itu isinya sudah pepek (e dibaca seperti beras) artinya lengkap. Ruang utama berisi sayuran, buah-buahan, jajanan, lauk, bumbu-bumbu, daging. Naik ke tingkat 2 ada sembako. Turun ke basement ada aneka ikan. Pasarnya cenderung bersih, nggak becek. Kecuali bagian ikan ada lah basahnya tapi masih ditolerir.

Ngomong-ngomong ini kali kedua aku ke pasar ini. Karena bawa bayi, aku belanja yang aku paling butuh aja. Di pasar ini bisa pembayaran non tunai, dan sebetulnya ada troli belanja. Aku sombong banget berangkat ga bawa gendongan karena kupikir bayi udah bisa jalan inih. Dan ternyata zonk.

Begitu masuk tempat baru dan ramai, bayi nggak mau turun dan harus digendong. Jadi, tips pertama adalah BAWA GENDONGAN. Ini penting banget kalau kamu pergi berdua doang. Padahal ga penting banget tips-nya alias geje wkwk.

Abis itu beli barang di tempat yang paling lengkap. Tujuanku adalah beli sayur, itu yang utama. Karena nggak mau ribet, aku cari di 1 kios yang hampir mencakup semua yang aku mau. Sayuran apa sih, sayuran yang jarang ada di warung. Rontak-rantek (sejenis rumput dan krokotan) yang mungkin kalau kalian lihat kayak makanan kambing hihi, kembang turi (aku suka banget, kemarin beli yang putih dan mupeng sama yang pink), daun pepaya jepang (ini ga pahit sama sekali, enakk). Karena banyak, aku titipin dulu di penjualnya sementara aku cari bumbu. Ini tips kedua : TITIPIN BARANG BIAR GA BERAT.

Bumbu juga cuma bawang merah ama putih, mayan harga lagi turun, hihi. Udah kelar, cuma beli itu doang. Tapi berat lho sodara-sodara. Bayi udah agak mau turun pas disuruh ambil jeruk sambal yang dikasi penjualnya buat mainan, abis itu dia ga mau lagi jalan, takut liat pedagang lain. Padahal kalo ditanyain penjualnya juga nyaut si. Tips ketiga : BELI YANG PALING PENTING, JANGAN LAPAR MATA, BERAT NDAN!

Pas mau balik, udah ambil titipan, mau dibawain sekalian karena liat kerempongan paripurna emak yang jalan ke pasar ama anaknya tapi gak mandi. Tapi aku nolak karena parkir mayan di seberang, kesian. Jadi selain gendong anak 11 kilo, aku bawa 2 keresek belanjaan. Eh ada jajan, mampir. Beli yang dipilih sama anak. Jadi tips nomer empat : GA USAH BEKEL, BELI AJA BANYAK KALI, hehe.

Sekeluarnya dari pasar, liat tukang ikan hias aku iseng tanya ke anak kicik. “Mau ikan?” “Au.” Wow kemajuan, biasanya nggak ada tertarik-tertariknya sama ikan. Jadilah kubeli dengan niatan bisa menarik si anak kecil supaya gampang mandi, lupa gadget, dan latihan motorik halus (nangkap ikan).

Akhirnya kami pulang. Di jalan as always dia minta kode rahasia para bayi, aku bilang, “Sebentar lagi sampai ya….” Dia ketiduran di jok sebelah 😛

Bagi yang penasaran nasib ikan di atas. Dengan sangat menyesal, anak bayi lagi suka nuang cairan dari 1 benda ke benda lain. Jadi toples isi air ikan itu dituang ke wadah yang lebih besar ama dia, dikobok dan ditangkapin ikannya. Entah ikannya terlalu lemah, atau anaknya tangannya lihai… akhirnya si ikan dipijit ama dia… huhu. Demi menyelamatkan teman-temannya, ikannya dilepas di selokan kolam ikan depan rumah.

 

THE END

 

Ada yang suka belanja ke pasar berdua anak aja? Share yuk 🙂

Advertisements

Pertama Kali Pergi Berdua Krucil

Bismillahirrahmanirrahim..

Selama ini Ichi hanya main seputaran rumah saja. Warung, rumah tetangga. Haha. Paling jauh ke rumah nenek-neneknya. Hadeh. Emang emaknya anak rumahan, udah gitu mau main ke supermarket aja nggak boleh sama Pipo-Mimo- nya karena takut ketularan penyakit macem-macem. Maklum sampe umur hampir setahun udah 3 kali kena batpil.

Pada akhirnya emaknya udah ngebet bawa si anak ke supermarket, akhirnya dapat ijin. Eh malah dia seneng banget naik troli dan nggak mau berhenti. Malah dia dibeliin labu kabocha nggak boleh jauh-jauh, di samping dia terus sampe mau ditimbang nggak boleh. Nyapa mbak-mbak SPG. Nyapa kakak cewek yang main boneka, diajakin main.

Padahal, padahal yaa.. dia dulu tuh takut banget ketemu orang baru dan keramaian.

Ada metode namanya Briefing, ada di buku bunda Okina Fitriani. Seorang anak, kadang nggak terprediksi akan cocok dengan suatu tempat atau nggak. Betul nggak. Dia tahu-tahu diajak ke rumah mbah-nya di mana di sana ada speaker keras, ada orang berseliweran yang dia nggak kenal tapi selalu pengen nyapa. Alhasil dia berontak, dan bener-bener parahnya nggak mau sama siapa-siapa kecuali sama ibunya dan tidur karena capek aja. Kejer.

Briefing ini adalah cara kita untuk membantu si anak supaya dia menyiapkan dirinya untuk menghadapi sesuatu yang baru ini. Kita harus ngasih tahu anak, kalau kita mau ajak dia ke mana, mau ngapain, dengan siapa, nggak boleh ngapain.

Temen akrab pulang dari Jakarta dan ngajakin ketemuan di Foodcourt. Bayinya 5 bulan, aku belum pernah ketemuan lagi sejak dia lahiran. Otomatis pengen banget ikutan nongki. Sehari sebelumnya sudah sounding ke Ichi kalau akan dibawa ke foodcourt, ketemu sama temen bunda, Aisyah, Luna. Di sana mau makan. Nggak rewel ya. Blabla.

Bawa bayi itu persiapannya lumayan banyak. Pospak, baju ganti (penting!) kalau perlu baju ganti emaknya haha, tisu kering, tisu basah, cemilan, mainan, makan besar kalau lewat jam makan, gendongan. Setelah makan pagi, bobo, dan mandi akhirnya kami siap. Karena belum ada car seat, nggak bisa berangkat berdua aja tanpa bantuan taksi. Manggil taksi gak nongol juga sampe anaknya bosen.

Akhirnya naik taksi. Khawatir juga sih di dalam taksi bakal rewel. Tapi udah di-briefing. Kami duduk di belakang. Ichi nggak banyak tingkah, tapi nggak rewel dan mulai menikmati di akhir. Setelah turun, kami menuju foodcourt, dan amazingly Ichi enjoy. Dia ketawa-tawa, godain mas-mas waitress, maemnya mau, pengen nyolek (atau nyuwek) adek-adek ceweknya, blabla. Sampai negara es menyerang.

Ichi suka banget sama sedotan dan wadah minum. Kebetulan aku pesen es teh kemasan. Dia suka banget dan harus banget pegang. Pas aku meleng ambil makan, dia numpahin teh dan es es nya ke badan dia. Kejer, tegang, nangis. Aku angkat dari high cair, tapi kakinya ngejang, agak susah juga apalagi dia nangis. Langsung buka celana, berdiriin di bangku, dan dia… godain mas-mas lagi >,< haha. Inilah gunanya bawa baju ganti! Sempet saltum karena salah bawa baju tanpa lengan, aww. Pulangnya naik becak, karena aku pengen kasi pengalaman baru ke bayi gede ini. Dia nggak interest naik becaknya, dia suka lihat kendaraan, tapi tetep ke mainan yang dia baru beli (dibeliin emaknya karena nggak mau beranjak dari tempat mainan – kalau udah gede, kita bisa kasih pengertian ya kalau itu bukan tujuan dia ke sana).

Nah, itu pengalaman kami yang seru. Selanjutnya kami pergi ke tempat lain, berdua saja. Mungkin bagi sebagian mommy itu biasa, haha tapi buatku ini pengalaman baru. Dan akan terus dilakukan.