My ‘Piyik’ Label

Bismillahirrahmanirrahim

Lama ga nongkrong di mari. Lama ga mantengin reader. Eh ya ga lama-lama banget sih. Kadang ya disapu juga ini rumah.

Mau cerita tentang proyek terbaruku. Hmm.. sebenernya ini udah berbulan-bulan sih mikir dan nyiapinnya. Ternyata ga semudah nyeplok telor ya. Ada aja hambatannya. Apa sih hambatannya? Niat kayaknya deh. Abis ngurusin semuanya sendiri. Pesen apa sendiri. Beli apa sendiri. Jadi ya menyesuaikan waktu dan keadaan. Stok ASIP kejar tayang tertolong karena Ichi udah banyak makannya, jadi masih bisa dikasih yang lain dulu.

Pada dasarnya mungkin aku menikmati jualan. Kadang aku iseng jualan juga. Dulu waktu masih kecil aku inget masukin jajanan ke plastik panjang terus dilem pakai lilin buat dijual. Lain waktu minta tolong ART gorengin pisang buat aku jajakan. Aku jajakan tu pisgor baru aja sampe rumah sebelah udah diborong 1 nampan mungkin lebih karena kasihan atau geli. Hehehe.

Terakhir selain jualin barang preloved yang beberapa kali langsung sold begitu pajang di medsos, juga bantu jualin buku temen, eh jual novel sendiri termasuk nggak sih? Ya gitu deh, tapi jualan sebelumnya pasang-surut. Kadang aja pengen, nanti bosen ya udah stop dulu.

Kali ini aku pengen mengenalkan ‘anak ayam’ku yang baru seumur biji jagung (umur berapa tuh) Untuk yang sedang butuh atau buat referensi dulu boleh difollow, di-like dan diintip.  Terima doa teman :))

4-punggawa

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Kindly visit Haya La Belle 

Advertisements

Kampel (Makanan Rakyat Banyumas)

Bismillahirrahmanirrahim

Halo! Selamat Lebaran ya (kemarin-kemarin) hehe. Berhubung ada suami, jadi medsos nggak banyak aktif. Mohon maaf lahir batin ya semoga puasa dan ibadah kita diterima Allah.

Lebaran kemarin cuma ke rumah mertua di Cilacap setelah shalat ied, balik lagi besokannya. Macetetcet. Lagian libur juga cuma hari H doang, ama bonus hari senin. Selainnya kerja. Tapi itu juga alhamdulillah, banyak temen yang lebaran di RS hehe :’)

Kali ini aku akan cerita tentang makanan yang bikin aku bolak-balik bikin. Suami, kalau pulang jawa pasti yang dicari Mendoan! Mendoan tahu kan, tempe tipis lebar yang digoreng tepung pakai bumbu : bawang putih, ketumbar, kencur, garam, kadang ditambahin kunyit. Gorengnya pakai tepung terigu ditambah tepung beras, dan nyemek-nyemek nggak kering.

KAMPEL

Tapi, berhubung kupat sisa lebaran masih banyak, aku pengen bikin kampel. Kampel ini adalah ketupat goreng tepung yang sekalian digoreng pakai tempe, atau mendoan, dan sebangsanya. Kadang ada yang cuma isinya ketupat goreng aja. Kenyang, yang jelas. Makanya makanan ini biasanya favorit di kalangan para pelajar sekolah karena termasuk penghuni kantin yang mengenyangkan sekaligus murah.

Untuk adonan kampel kemarin, aku pakai perbandingan adonan tepung terigu 1 : tepung beras 1/2  : tepung tapioka 1 sdm. DIbanding nggak pakai tapioka, kalau pakai tapioka lebih kriuk jadi aku suka. Bumbunya kayak yang aku tulis di atas, dikasih potongan daun bawang dan cabe rawit. Hmmmm… suami langsung keenakan kalau makan ini. ^^

Kelas Edukasi MPASI AIMI Purwokerto

Bismillahirrahmanirrahim

Setelah hari yang padat, hari ahad kemarin masih memadatkan acara dengan menghadiri kelas edukasi MPASI AIMI. Alhamdulillah di Purwokerto sudah ada pergerakan ini (ceileh pergerakan) jadi nggak kudet amat ya. Soalnya aku sendiri pun masih butuh banyak belajar tentang ilmu baru ini. Seharusnya ada 3 kelas edukasi, 2 pertama adalah tentang ASI. Yang pertama ketinggalan, yang kedua berbarengan sama kegiatan lain, sehingga baru bisa terlaksana yang bagian terakhir.

Dengan konselor laktasi Mba Ika dan Mba Ayu yang menerangkan dengan mudah dimengerti, akhirnya yang awalnya datang sambil ngantuk karena kurang tidur jadi beger lagi. Apalagi ada gamesnya dan mencoba membuat sendiri MPASI.

Apa sih yang kamu tahu tentang MPASI? Ya ngasih makan anak, abis 6 bulan gitu. Jujur, aku sendiri belum beli buku dan belum baca banyak tentang MPASI. Cuma sekilas lalu kadang baca di website parenting. Dan aku harus mengakui hal ini ternyata amatlah penting.

MPASI bukan cara kita untuk membuat anak menjadi (harus) makan. Tapi membentuk pola supaya nantinya si anak tidak picky eater dan menikmati kegiatan makan. Kami diberi penjelasan bagaimana tekstur, jumlah, frekuensi, keragaman, dll untuk usia 6 bulan (2 minggu pertama), 6-9 bulan, 9-12 bulan, dst. Beda-beda tentu karena kebutuhan mereka berbeda dan kemampuan mereka pun berbeda.

Untuk usia 2 minggu pertama sejak 6 bulan, anak diberi 1-2 kali makan dengan porsi 2-3 sendok saja ditambah minum asi. Bubur lembut dengan menu tunggal. Menu tunggal di sini maksudnya sekali pemberian hanya 1 jenis makanan saja. Misal pure buah saja, atau bubur nasi lembek saja. Tidak perlu punya blender, karena kita hanya butuh saringan murah dan mencampurnya dengan air sampai ketika dibalik si bubur ini tidak langsung jatuh (jangan terlalu encer karena kandungan nutrisi akan kurang). Seringkali keluhan datang tentang BAB anak yang menjadi jarang, ternyata ini berkaitan dengan serat. Hindari semacam havermut karena kandungan serat terlalu tinggi. Juga perhatikan keragaman makanan. Jangan melulu diberi buah yang tinggi serat, nanti BAB terlalu padat. Ingat 4 bintang ya. Misal pagi bubur nasi, siang bubur alpukat, besok bubur daging begitu.

Makin besar anak, kemampuan motorik bagian mulut harus makin diasah. Sehingga tekstur makanan pun makin berubah. Menjadi bubur saring, lalu cincang, food finger, dan di atas 1 tahun sudah bisa makan makanan rumahan sama seperti orang dewasa. Untuk food finger, kita menyediakan makanan yang bisa digenggam oleh si anak dan dimasukkan ke dalam mulutnya. Kita tes dulu di langit-langit mulut kita, apabila begitu didorong ke langit-langit mulut si potongan makanan itu (misal wortel kukus) langsung patah berarti itu sudah baik untuk anak.

Bagaimana dengan susu? Anak saya nggak gemuk-gemuk. MPASI ini bisa kita tambahkan dengan lemak seperti margarin, mentega, minyak kelapa, dobel porsi daging untuk menambah protein. Jadi kita bisa mendapatkan manfaat makanan dari selain susu.

Usahakan beri makanan lokal dan terjangkau. Mengapa? Makanan lokal perjalanannya lebih dekat pada konsumen dibandingkan makanan impor. Juga tidak mengandung pengawet, serta tingkat kematangan dan nutrisinya tentu lebih baik. Maka tidak perlu memaksakan untuk membeli makanan ‘indah’ yang di luar kebiasaan makan kita.

Anak saya susah makan! Jangan menunjukkan kekecewaan dan kemarahan di depan anak, jangan paksakan makanan dengan mendorong keras pada anak. Reflek anak saat usianya cukup ia akan ingin meraih-raih makanan. Kadang anak memuntahkan makanan, mungkin refluk masih berjalan tapi tetap gigih dan lanjutkan pemberian. Apabila anak menolak, boleh kita sudahi dan ulangi lagi dalam beberapa waktu ke depan. Jangan biarkan anak makan > 30 menit, karena biasanya anak sudah bosan dan makanan sudah kurang enak. Ambil makanan dan ulangi lagi nanti. Jangan berikan makanan saat anak mengantuk atau baru menyusu, pasti tidak mau makan.

Oya, usahakan saat makan jangan biarkan konsentrasi terpecah. Dudukkan anak, supaya ia terlatih bila makan harus duduk. Contohkan demikian, jangan sampai orangtua makan sambil jalan-jalan. Jangan sambil menonton tv, main game, dll, biarkan ia menikmati proses makannya. Biarkan makanannya berceceran toh bisa dibersihkan.

Biasakan makan dan memasak di rumah. Kalau keluarga terbiasa membeli makanan warung, yaaa… anaknya suka ikut-ikutan dan suka makanan luar.

Memanaskan makanan yang sudah disiapkan lama atau sudah masuk kulkas, cukup rendam wadahnya dengan air hangat seperti sedang memanaskan ASIP tidak perlu memanaskan di atas kompor.

Well.. sebetulnya banyak sekali ilmu yang bisa didapat. Mungkin sebagian ibu sudah banyak tahu, dan sudah merasakan suka duka memberi MPASI. Apalah aku ini yang belum pernah mencobanya, ya kan. Aku sendiri nggak memungkiri kalau teori terlihat sangat mudah, tapi usaha kita pasti akan ada nilainya.

Untuk acara selanjutnya ada seminar tentang menyusui saat Ramadhan, info menyusul di FB AIMI Purwokerto ya. Untuk kelas edukasi selanjutnya mulai bulan September.

Photo by Mba Yuli Dwi

Visit Purwokerto

Bismillahirrahmanirrahim..

Iseng-iseng, siapa tahu ada yang punya tujuan Purwokerto dan sama sekali nggak punya gambaran kota ini. Bahkan mungkin ada yang menyangka Purwokerto sama dengan Purwakarta. Atau menyangka letaknya di Jawa Timur.

Sejak umur 1 tahun – 25 tahun aku hanya berkutat di kota ini, meski begitu nggak tahu-tahu amat juga karena aku arum (anak rumahan). Dulu pas sekolah, mentok-mentok mainnya ke toko buku dan alat tulis, belanja alat tulis lucu tuh bahagia aja. Hahaha. Kalo engga main ke rumah temen, seringnya sih rumahnya di-main-in karena nggak jauh-jauh amat dari rumah. Jadi, tulisan di bawah ini buat yang buta banget soal Purwokerto.

Cerita tentang Purwokerto.

Bisa naik apa saja ke sini? Ada banyak kereta yang sepertinya selalu lewat sini, terutama Jakarta-Jawa Timur. Jadi kamu dari Jakarta, Semarang, Cirebon, Surabaya, Madiun, Solo, Tegal, Yogyakarta, dll bisa naik kereta untuk pilihan awal. Stasiun kereta ini termasuk besar, dan ada di tengah kota. Bus sudah pasti, apalagi Terminal yang sudah lebih tertata daripada dahulu. Naik pesawat, bisa, tapi bandara (kecil)nya di Kota sebelah, jadi masih tetap harus jalan darat ke sini.

Penginapan. Banyak sekali penginapan di kota ini, karena aku anak sini jadi untuk rate memang kurang paham. Dari sekian banyak, kalian bisa pilih hotel di kota atau di Baturraden (di kaki gunung Slamet) atau dekat dengan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe B Margono Soekarjo. Karena kota ini kecil, simpel aja kalau mau kemana-mana kok. Homestay ada, vila ada, guest house juga ada. Hotel paling bagus di sini : Aston (pusat kota, dekat pusat kuliner, UNSOED, RS Elizabeth, RS Wijaya Kusuma), Horrison (dekat Aston), Santika (dekat Terminal, lebih jauh dari pusat kota), dengan harga rata-rata di atas 700K kurang lebih. Untuk hotel yang sedang, tapi pelayanan oke, bisa dicoba hotel Wisata Niaga, 1 kamar sekitar 250K. Di Baturraden lebih banyak lagi pilihan hotel dan homestay, tapi cukup jauh dari kota. Cek penginapan. 

Ingin ke Baturraden? Baturraden ini tempat wisata di kaki gunung Slamet, jaraknya sekitar 15 km dari kota Purwokerto. Hanya lurus ke arah utara, bisa langsung ketemu gerbangnya. Naik angkutan kota, taksi, bisa. Isinya? Hutan, jelas. Air terjun, Pancuran, Air belerang, Mandi belerang/air panas, Telaga, Peternakan sapi, dll. Pilihlah waktu selain musim hujan, karena kurang asyik kalau harus pakai payung jalan-jalannya. Baturraden Adventure Forest untuk yang tertantang main flying fox dll. Paintball di jalan raya Baturraden). Makanan di tempat wisata ini macam-macam, untuk di lingkungan wisata, nikmatilah Pecel + Mendoan hangat + Sate ayam/kelinci + Susu sapi murni. Harga masih wajar. Cek Baturraden.

 

Museum. Museum BRI (dekat stasiun). Museum Jenderal Soedirman. Suka sejarah? Ingin tahu uang kuno, brankas kuno, di sini tempatnya. Tepat di seberang BRI. Di dekat sini ada soto legendaris, soto jalan Bank, soto Sungeb. Nikmati soto ayam dengan kuah khas soto Sokaraja.

Mau makan di mana? Ada lokasi strategis untuk wisata kuliner. Daerah GOR Satria. Pagi hari banyak warung tenda aneka makanan, dari bubur ayam, opor, soto lamongan, empal gentong, serabi khas Purwokerto, gudeg banyumas, dll. Banyak pula resto, mulai dari Sop Ayam Pak Min, Bebek H. Slamet, Nasi uduk Jakarta, Es Duren Legendaris, Ramen, Donat Eigo, Donat Madu, Omah Kerang. Malamnya pun banyak lapak, mulai dari seafood, nasi goreng, canai, teh tarik, roti maryam, jagung bakar, angkringan. Atau bisa ke daerah Kampus UNSOED, banyak pilihan makanan.

Bakso terkenal : Bakso Pekih, Bakso Cuangky dan Siomay Wahyuningsari, Bakso Kuningsari (Bakso bola tenis), Bakso Pak Kardi (Jl. Karang kobar)

Soto terkenal : Soto Sokaraja (Soto Lama, Soto Kecik), Soto Sutri (Dagingnya guede), Soto Jalan Bank, Soto Pak No (Semarangan)

Nasgor terkenal : Nasi goreng witosari, nasi goreng nylekito

Taman. Balai Kemambang, Andhang Pangrenan, Alun-alun Purwokerto.

Oleh-oleh. Pergi saja ke daerah Sawangan, di sana banyak pusat oleh-oleh. Bisa beli Mendoan baik matang maupun mentah, dengan tepung dan kecap khasnya. Getuk khas Sokaraja, keripik tempe, mino/nopia. Itu makanan khas kami. Ini yang dekat kota ya. Kalau yang sudah agak di pinggiran, untuk wisatawan yang ke arah Yogyakarta bisa beli di Sokaraja. Di sana ada pusat oleh-oleh terutama Getuk Asli H. Tohirin.

Angkutan kota di sini hanya sampai jam 5 sore, selebihnya bisa pakai becak atau taksi. Taksi yang mangkal di stasiun, taksi koprimka (kuning), Satria Mas . Menurutku pribadi, untuk taksi peringkat pertama dipegang taksi Kobata (Biru) kedua baru Koprimka (Kuning) dari segi pelayanan. Untuk tarif masing-masing sama-sama argo. Nomor telepon taksi : Kobata (0281) 642440 – 642441, Koprimka : (0281) 622666, Satria Mas : (0281) 7668400.

Dekat pantai. Dekat gunung. Dekat sungai. 

Ingin sekalian ke pantai? Cilacap hanya 2 jam perjalanan, banyak pantai yang bisa didatangi. Ada benteng pendem, nusakambangan juga. Beberapa yang kukunjungi.

Ingin ke gunung? Negeri di atas awan, Dieng. Hanya 3 jam perjalanan untuk ke Wonosobo.

Ingin ke sungai? Arung jeram ada di Banjarnegara. Mengarungi Serayu dengan berbagai jarak. Hanya 2 jam perjalanan.

Waterboom? 1 jam ke Owabong, Purbalingga. 1 jam untuk menikmati Arapaima Gigas, ikan amazon di river world Purbasari. Kolam renang Walik, nikmati kesegaran air langsung dari gunung. Museum serangga. Semua di Purbalingga, 1 jam dari Purwokerto.

Backpacker Purwokerto

 

Photo by Kinjeng Aerialcam. 

 

 

Museum BRI (Again)

Bismillahirrahmanirrahim

DSC_0176

Selama di Yogyakarta, entah yang kepikiran malah kuliner Purwokerto. Nggak bisa move on. Selalu ngebandingin.. ah kalo di sana ini udah dapet macem-macem. Ya wajar lah soalnya makannya di sekitaran Malioboro dan Mall. Jadi, pagi tadi langsung nge mie ayam pajak yang katanya enak. Nggak aku foto ya, soalnya ni mi ayam beneran ngemper dan ga ada mejanya. Kalo kesiangan dikit udah keabisan. Es jeruknya enak bingit, manis. Dan pake 4 bungkus pangsit. 24 ribu ya semuanya. Kenyang banget… Padahal masih pengen batagor depan SMA 5, batagornya yang dibungkus pake kulit pangsit, enakan ini daripada yang pake tahu beneran haha. Akhirnya main dulu ke Gramedia, terus karena isi perut belum turun juga aku dan temenku memutuskan main ke Museum. Wisata apa lagi sih di kota kecil ini? Dulu udah pernah ke museum ini, sayangnya hari Sabtu dan itu… TUTUP. Ini cerita di blog lama-ku.

Nah, masuk ke museum ini nggak bayar, cuma ngisi buku tamu aja. Kenapa ada museum BRI di kota ini? Karena eh karenaa…

BRI was founded in 1895, during the Dutch colonial period as “De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden”, by Raden Aria Wirjaatmadja in Purwokerto, Central Java. It then underwent its first (of many) name changes to “Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren” (tr. Aid and Savings Bank for Local Civil Servants). Wikipedia.com

Uang VOC

Uang VOC

Karena foundernya, Raden Aria W ini adalah orang Purwokerto, dan merintis bisnis Bank ini. Begitulah kira-kira ceritanya. Nah keliling di museum ini asiknya nggak ditemenin sama penjaganya, karena bisa ngikik dan foto sepuasnya. Di bagian atas banyak diorama tentang perbankan zaman dulu, uang zaman dulu, baju-baju Raden Aria, brankas, dll. Kalo di bawah, isinya mesin-mesin kas, mesin hitung yang ukurannya segede gaban. Di bagian belakang juga ada miniatur BRI zaman dulu.

This slideshow requires JavaScript.

Maap yah kalo narsisongnya banyak banget, hahaha.. Kalo ada akunya berarti yang motoin temen aku. Ini modal #kamerahapetemenguwe see yaah.. Tapi ini membuktikan, selama 25 tahun aku di kota ini baru pernah mampir ke Museum yang satu ini. Sementara museum di tempat lain sudah pernah dikunjungi. Lagipula, bahagia itu sederhana. Nggak perlu ke luar negeri, mari telusuri budaya sendiri (pedaeh ra nduwe duit nggo plesir haha).

Motion Creative Photography

Bismillahirrahmanirrahim…

Nggak terlalu nunggu-nunggu banget sih, karena secara sadar aku ngerti kalo nyetak foto dan ngeditnya lumayan lama. Eh si Mas Sukma Motion Creative cerita kalo ternyata paket album udah datang. Besokannya diantar ke rumah. Yeay. Makasi ya udah bersedia nganter ke rumah. Setelah 2 hari yang full itu. Ya, 2 hari. Rencana awal kan cuma pakai fotografi di hari H, karena acara memang dipadatkan hari itu. Tapi karena dari WO menyarankan ada acara ijin nikah dan tantingan, makanya tim foto dan video diminta standby dua hari. Senengnya sih karena ada banyak ‘warna’ di album foto, nggak melulu tentang akad dan resepsi. Cuma, karena mepet banget, foto berdua di pelaminan jadi cuma dikit, hiks… Harus bikin postwed yang banyak nih, hahaha.

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC


SONY DSC

SONY DSC

 

Album. Suka bangett! Tonal terutama, sama angle, dan candid-nya. Warna album juga suka, soft. Persentase puas-nya gede lah. Cuma ada beberapa hal kayak celana si Mas yang nyincing di saat nggak tepat, padahal tu foto mayor yang harusnya bakal dipajang di rumah (tepok jidat). Coba deh ntar diedit sendiri, kali aja bisa, haha. Selain album juga dikasih soft file, cuma ada beberapa yang belum diikutin, semoga aja ada cuma kelupaan. Kayak kondisi gedung waktu masih kosong, katering, detil backdrop, WO, tamu di rumah, tapi kalaupun nggak ada semoga ketangkap di kamera mas Eye (videografi). Ya nggak semua yang kamu pengen harus ada yahh, tenaga dan pikiran kan terbatas, heheh. Banyak maunya banget ni bocah. Tapi…. at all… SUKA. Thanks ya MOTION.

Ini slideshow beberapa dari total keseluruhan foto, ga semua dimasukin yaa.

This slideshow requires JavaScript.

 Wordpress Motion Creative | FB Motion Creative

 

Photographer and Videographer

Bismillahirrahmanirrahim

Untuk fotografer, di Purwokerto ini sudah banyak sekali pilihan. Sejak zaman dahulu kala aku suka banget nontonin foto-foto pernikahan, dan punya beberapa kesukaan. Tone juga mempengaruhi yaa.

Sejak sebelum lamaran sudah mulai tanya-tanya tentang ini. Alhasil menimbulkan praduga tak bersalah (halah), oke, intinya kebocoran. Meski nggak pengen terang-terangan pada awalnya.

Beberapa yang bisa ditanyai pricelist adalah sebagai berikut. Teroreng..

Masih buanyakkk lagi. Hehe. Step-nya, tanya pricelist, bandingkan fasilitas yang diberikan satu sama lain. Sesuai nggak sama harga, lihat hasilnya juga.

Pilihan jatuh padaaa… M o t i o n  C r e a t i v e    P h o t o g r a p h y

Udah suka dari lama sih… Cuma nunggu momennya ga dapet-dapet ya (belom ada jodohnya, haha). Tone sama angle oke. Pas kutunjukin ke si bapak, setuju, acc!

Ohya, ada nih kenalan fotografer ti Bandung tea (ah asal sundaann) cuma jarak dan waktu memisahkan kita. Eh. Maksudnya kalau kejauhan, risiko… jadi akhirnya ambil yang dekat, kenal pula sama fotografernya. Kalau ada orang Bandung dan sekitarnya, tema syar’i dan post wedding, silahkan.. Posko Studio 86 siap melayani anda.

Sementara untuk videografer, ada beberapa fotografer yang menyediakan liputan dokumentasi juga. Cuma, aku (karena keseringan nonton video klip walimah malaysia) jadi pengen punya klip juga, ga cuma dokumentasi. Akhirnya nemu (berasa apaan) di fb, Mas Eye on Seen Motion dengan 2 DSLR untuk mendokumentasikan acara dalam bentuk video.

Semoga hasilnya sesuai keinginan. ^^ Kita akan lihat di postingan-postingan berikutnya yaa..

Culinary – Red Chilli

Bismillahirrahmanirrahim

Pecinta kasur, dan hal-hal yang ada di rumah. Itulah aku. Sementara Mr Ib adalah seseorang yang mobile, aktif. Makanya lebih sering ngajak jalan-jalan. Aku? Lihat matahari panas dikit aja males, haha. Kalau hari libur memang lebih suka ngedekem di rumah. Apalagi pagi tadi beberes rumah karena khadimat ga ada. Terus si bungsu Chortle, Hanum, datang jauh-jauh dari Bumiayu bareng suaminya, mumpung lagi mudik. Makasi ya sayang…

Mr Ib lagi udah ngabisin Sherlock Holmes BBC season 1-3, sekarang lagi sabotase novel Angel and Demon yang niatnya aku baca. Diselingi batuk-batuk karena lagi faringitis. Dari kemarin emang diajakin makan di luar. Niatnya di Warung Joglo Banteran tapi karena udah kesorean, mendung dan hujan pula, akhirnya nyobain resto seafood baru di daerah Pandak, Baturraden.

Coffee mocca (sachet kayaknya nih, mirip yang di rumah)

Coffee mocca (sachet kayaknya nih, mirip yang di rumah)

Gurameh goreng gandum, enak ini

Gurameh goreng gandum, enak ini

Kerang rebus union (tau deh namanya itu ko).. onion ring nya enakk

Kerang rebus union (tau deh namanya itu ko).. onion ring nya enakk

tomyam (enak banget kuahnya, tapi seafoodnya kecilkecil hihi)

tomyam (enak banget kuahnya, tapi seafoodnya kecilkecil hihi)

cozy, terbuka, kalo ujan adem rek

cozy, terbuka, kalo ujan adem rek

outdoor

outdoor

Wedding Organizer

Bismillahirrahmanirrahim

18 Februari 2014, edited

Bertiga di rumah, dan semuanya pekerja. Agak sulit kalau mau ngurus ini-itu. Akhirnya kami memutuskan cari WO untuk handle acara hari H. Ada beberapa pilihan, kami memutuskan memilih WO Cengkir Gading, selain udah banyak pengalaman, empunya juga masih temen kantor Bapak hehe.

Pertemuan pertama baru penawaran paket. Setelah menentukan paket, dan sudah fix hari, Mas Cipto kami undang ke rumah untuk ngobrol. Kami pilih paket Gold, dengan 750 undangan. Lalu menentukan masing-masing itemnya.

Sebelumnya aku sudah cari-cari tahu harga dari temen-temen (inilah yang bikin agak bocor, karena ketahuan duluan, hehe) dan kualitasnya. Untuk dekorasi, Eka dan Ulya setauku ada di tingkat pertama. Harganya menyesuaikan dong, karena memang lagi in banget. Terutama Ulya, dekornya memang oke (ya sesuai harga sih). Tadinya mau pakai itu, tapi karena ga mau nambah dari paketan, Cengkir Gading mengiyakan bikin backdrop yang aku mau. Udah gitu lengkap pula dari dekor rumah, gedung, mobil, kamar. Sipdeh.

Undangan. Niatnya, niatnyaaa… Awalnya aku dan bapak udah setuju pake undangan yang harganya nggak terlalu mahal, toh nantinya bakal dibuang. Tapii.. berhari-hari bapak bikin layout undangan berbahasa jawa (pengen banget katanya) dan akhirnya merambah ke undangan hardcover untuk menghormati temen-temen. Secara… dari undangan yang diundang paling banyak ya temennya si bapak. Okelah.. okeokeoke.. Undangan ini sudah masuk paketan WO, tapi karena paket hanya 750 undangan sedangkan kami mengundang 800 (yang menggunakan undangan) jadi kami menambah biaya 50 undangan. Lalu karena bapak kurang sesuai dengan budget undangan dari WO yang hanya seharga 5000, jadi kami menggunakan undangan dengan harga 7000. Undangan hardcover seharga 7000 tergolong murah, dan sudah pasti sederhana sekali. Nanti akan ada bahasan sendiri di postingan lain.

Souvenir. Dapet budget dari Cengkir Gading, kan. Jadi aku ngeliat ke Universal tempat souvenir di Pwt, depan Omnia Laborat buat ngelongok yang harganya sesuai tapi nggak biasa, nggak murahan, dan berguna. Ada gambaran, sih.. Belum tahu nanti.

Untuk videografi sejak awal memang sudah mau pake mas Eye, Seen Motion. Dari pertama tanya pricelist udah nyamper ke rumah buat pamer video, haha. Pakenya 2 DSLR, hasilnya cakeb. Harganya memang lumayan, tapi sesuai sama keinginan sih.. Bisa bikin wedding clip, nggak sekadar dokumentasi. Untuk harga ada 2 paketan, tergantung crane yang digunakan, besar atau kecil. Untuk PL, tanya langsung sama orangnya aja ya.

Photography, sejak awal udah suka banget sama tone Mas Sukma di Motion Photography. Tapi si Mas ini sibuk banget jadi bbm suka lupa dibales. Aku juga tetep nyari alternatif lain, nanya pricelist yang sesuai kantong. Ada kenalan dari Bandung, oke juga, sesuai banget… cuma khawatir nggak bisa ngejamunyah. Hehe. Dari paketan dikasi jatah 1 jt by fotografer pilihan WO, buat bikin album story ditambah 1,5 jt. Tapi masih kepikiran Motion, hehe. Lobi, lobi. Akhirnya pake Motion juga, hehehe. Tetep nambah, karena harga di luar paketan. Yah, daripada nyesel di kemudian hari. We’ll see ya!

Untuk yang lainnya okelah. KUA bahkan diurusin, tinggal nunggu surat numpang nikah si Mas, tar mau diurusin di sini. Haha. Yeye. Bisa gemuk nih nggak mikir apa-apa. (Ternyata masih tetep harus ke KUA, tanda tangan, ngasih syarat, dll. Cuma kalo daftar nikah sudah diurusin. Nanti ada postingan sendiri insya Allah)

Kalau katering, sudah ada Tante yang handle. Rumahnya persis di depan rumahku, hehe. Katering Bu Heru. Menu udah dirancang sama si ibuk. Beres lah ya. Lagian katering nggak masuk paketan WO. Katering ini tergolong sukses besar. Ada buffet dan gubugan sejumlah 12 menu berbeda. Katering ini krusial, karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Haha. Nggak cuma hari H, mulai dari acara khitbah, akikah, pengajian, H-1, kue-kue, semua diserahkan sepenuhnya ke Tante. Sebagus apapun dekor, kalau sampai kehabisan makanan, pasti yang diingat para undangan cuma jeleknya. Makanya, karena nggak kehabisan, sukses!